May 24, 2017

Tips Sukses Cara Ternak Belut untuk Pemula

Cara Ternak Belut Infoikan.com Sudah tau cara pembibitan belut yang berhasil? Atau ingin tau cara budidaya belut dengan terpal dan drum? Tentunya sudah pada kenal ya belut ini, yang sudah masuk daftar sebagai jenis ikan konsumsi

Budidaya belut bisa dikatakan sulit-sulit gampang, apalagi mau melakukan pembenihan dan pembibitan sendiri dari awal, yang pastinnya akan menghemat biaya.

Namun, sekarang ini ada alternatif khususnya untuk pemula yang tidak ada lahan buat kolam terpal maupun kolam tembok, yaitu cara budidaya belut dalam drum.

Simpel lagi saat ini malah ada lagi budidaya belut tanpa lumpur, yang pastinya di dalam akuarium dan drum yang airnya jernih. Namun, butuh pengawasan khusus.

Berikut ini kita akan mempelajari cara ternak belut dalam kolam saja, baik kolam beton/tembok, maupun kolam terpal, bisa juga diterapkan dalam drum.

cara ternak belut

Tips Sukse Cara Ternak Belut dalam Kolam untuk Pemula

Sebelum masuk pembahasan ternak belut, alangkah baiknya kita ketahui dulu jenis belut jantan dan betina.

Ciri-Ciri Belut Jantan dan Betina
 

Ciri-ciri belut betina
  1. Panjang tubuh tidak lebih 25 cm
  2. Kepala belut betina tidak kasar, akan tetapi juga jangan terlalu kecil.
  3. Kulit bagian dalam atau perut belut itu harus yang bening, hingga dengan demikian kalau bertelur telurnya akan kelihatan dari bagian luarnya.

Setelah mendapatkan belut-belut betina yang kita butuhkan, maka perlu juga mencari belut-belut jantan sebagai pejantannya.
 

Ciri-ciri belut jantan:
  1. Panjang tubuh sekitar 40 cm ke atas
  2. Badannya agak besar, demikian juga dengan kepalanya
  3. Kulitnya agak butek dan tidak jernih seperti pada belut-belut betina.

Setelah kita mendapatkan bibit-bibit belut jantan dan betina, barulah kita mulai menebarkan bibit-bibit tersebut ke dalam kolam yang telah kita persiapkan terlebih dahulu.

Akan tetapi cara penebarannyapun tidak asal sebar saja, melainkan ada caranya tersendiri.

Cara menebarkan belut ke dalam kolam pemeliharaan yang benar:
Pada garis besarnya, karena individu-individu belut yang pendek dan kecil merupakan betina, dan individu yang besar dan panjang meripakan jantan.

Lalu saja 2 ekor belut betina dan 1 ekor belut jantan dan kita masukkan ke dalam kolam,


Ingat: untuk kolam yang besarya 1 m persegi, hanya boleh kita masuki belut betina 2 ekor dan 1 ekor jantan.

Juga yang harus diperhatikan lagi, belut jantannya harus yang panjangnya lebih dari 40 cm, hingga dengan demikian betul-betul dapat bertindak sebagai pejantan yang potensial.

Cara Mengawinkan Belut dalam Kolam Pemeliharaan
Cara ternak belut selanjtnya, setelah kita menebar-nebarkan belut yang sesuai dengan kolam kita ini, maka setiap harinya kita juga harus mengawasi dan melihat kolam tersebut. 


Jangan sampai ada gangguan-gangguan, misalnya saja air menjadi terlalu kering ataupun bahkan kebanyakan air. Pokoknya harus berusaha sedapat mungkin kolam menyerupai sawah. 

Selain itu tujuan utama kita dalam mengadakan pemeriksaan ini adalah mengawasi apakah di dalam kolam-kolam itu sudah terdapat busa-busa atau belum. 

Kalau saja kita mendapatkan bahwa di dalam kolam tersebut telah ada busa-busanya, maka kita harus memberi ajir-ajir bambu pada kolam yang ada busanya itu. 

Ajir bambu itupun harus kita buat yang agak panjang hingga mudah terlihat. Perlunya pemberian ajir bambu itu untuk memudahkan cara pengambilan kelak.  

Biasanya busa-busa itu masih terus kelihatan kurang lebih 10 hari. Akan tetapi setelah itu akan hilang dengan sendirinya. Kalau saja busa tersebut hilang, maka menandakan bahwa perkawinan belut-belut itu telah selesai. 

Bila masa perkawinan sudah selesai maka kita harus menunggu lagi sampai 10 hari, pada saat itulah telur-telur hasil perkawinan tadi akan menetas. 

Seperti juga keadaan di sawah bebas, telur-telur itu menetas pada suhu temperatur antara 28 c sampai dengan 32 c. 

Kemudian untuk kantong-kantong lembaganya, biasanya akan habis dengan sendirinya sekitar 4 hari setelah menetas. Hal itu karena diserap oleh para belut itu sendiri. 

cara ternak belut


Proses Pemeliharaan Belut dalam Kolam
Lalu pada saat belut-belut kecil ini berusia sekitar 5-8 hari, sebaiknya memang bibit-bibit ini kita ambil. Mengapa kita ambil pada saat mereka berumur 5-8 hari? 


Karena mereka belum dapat menyebar keseluruh penjuru. Hingga dengan demikian maka kehidupannya masih mengumpul menjadi satu dan ini memudahkan kita dalam mengambilnya. 

Kalau saja kita biarkan mereka berumur 14 hari dan mereka sudah dewasa dan dapat membuat lubang – lubang jebakan sendiri –sendiri berarti akan mempersulit pekerjaan kita.

Sedangkan kalau kita sendiri ambil sewaktu –waktu masih kecil dan masih mengumpul apa lagi kalau kita bisa mengambil berikut ayahnya yang sedang mengasuhnya, ikatan menjadi lebih baik .

Ukuran Belut Ketika Masih Kecil
Biasanya belut yang masih berumur 5-8 hari itu mempunyai panjang badan kurang lebih 2,5 cm. Jadi karena kelembutan badan binatang –binatang itulah, cara pengambilanya juga harus dilakukan dengan lembut dan penuh perasaan hati-hati.


Cara Mengambil Belut di Kolam Pemeliharaan
Dianjurkan agar cara pangambilanya dilakukan dengan memakai cerok jala yang anyamannya lembut. Setelah mereka berhasil kita tangkap lalu kita tuangkan kedalam tempat entah itu ember ataupun kaleng yang berisi air bersih.


Mengapa dianjurkan penangkapannya dengan mepergunakan jala, sebab memang cara ini yang paling efisien bila disbandingkan dengan cara mengeringkan kolam.

kalau saja kita memakai metode pengeringan kolam, nantinya kita akan dihadapkan kepada sebuah kesukaran lain, yaitu pera belut itu akan lebih dalam lagi masuk kedalam lumpur kalau airnya berkurang.

Menurut penlitian yang diadakan oleh Wu dan Liu dalam bukunya on the accessory organ of monopterus dan notes on experimental rearing of swamp ell, dikatakan bahwa dari sebuh lobang perkawinan atau sarang, kita akan memperoleh belut-belut kecil sekitar 100 -200 ekor .

Mengapa pula kita harus mengambil jantannya ?
Sebab pejantan yang telah melebihi 50cm panjangnya, akan tidak potensil  lagi sebagai pejantan. 


Ia akan sanggup mengawini beberapa ekor betina dalam masa periode masa perkawinan kelak. Hingga dengan demikian maka sebaiknya kita ambil dan singkirkan dari kolam. 

Entah itu akan dijual ataupun dimakan sendiri. Kemudian kita pelihara saja belut-belut muda itu.

Bukankah dari belut-belut muda ini kelak juga akan ada yang menjadi jantan ?. Sebab kelahiran mereka tidak bersamaan antara sarang satu dengan yang lainnya.

Belut-belut muda ini akan kita simpan dalam kolam penyimpanan induk. Hingga dengan demikian fungsi dari kolam ini adalah untuk membesarkan dan memelihara para belut tersebut. 

Cara Ternak Belut - Perawatan Bibit Belut di Kolam Pemeliharaan
Untuk keperluan penyimpanan induk belut ini, maka kita di haruskan menyiapkan kolam penyimpanan induk. Adapun biasa yang di pakai untuk ukuran kolam penyimpanan induk adalah panjang 3 m, lebar 2 m dan dalamnya 1 m. 

kemudian dinding-dinding kolam tersebut harus kita buat sekuat mungkin, dan paling baik kalau kita plester dengan semen. Jika kolam terpal harus kuat juga.
 

Akan tetapi dasar bawahnya cukup dibiarkan dengan tanah saja. Hingga dengan demikian maka tanah yang berada di bawah itu akan mudah menjadi lumpur yang berketinggian 20 cm. 

Akan tetapi supaya jangan lupa, bahwa sebelum kolam tersebut kita isi dengan air, terlebih dahulu harus kita isi dengan pupuk kandang atau yang dikenal dengan istilah bekennya, bahan organik. 

Pemberian bahan organik  inipun tidak seluruh dasar kolam, akan tetapi cukup 1 m persegi.

Jenis Pupuk yang Baik untuk Budidaya dan Ternak Belut di Kolam Terpal dan temobk Maupun Kolam Tanah

Sebelum cara ternak belut melanjut, pemilihan pupuk sangat penting. Dedak kasar atau boleh juga sekam padi, kita berikan kira-kira setebal 10 cm, setelah itu lalu kita padatkan dan di timbuni dengan kotoran dari kandang sapi, kerbau ataupun boleh juga dari kandang unggas. 

Akan tetapi jangan sekali-kali kita beri kotoran dari kandang kuda ataupun dari kandang kambing. Sebab kotoran dari kandang kuda maupun dari kandang kambing ini akan sukar terbongkarnya. 

Setelah lapisan kotoran ini tebalnya kurang lebih 10 cm lagi, lalu lapisan ketiga yang kita berikan adalah dedak kasar 10 cm yang lalu kita padatkan. 

Kemudian timbunan yang terakhir adalah ikatan merang ataupun jerami yang sudah kering. 

Biasanya untuk menjaga agar jangan sampai timbunan-timbunan ini berserakan sewaktu diberi air, ada yang mempergunakan anyaman bambu sebagai penindihnya, namun adapula yang mempergunakan batu-batuan untuk bahan penindihnya. 

Setelah itu semua maka timbunan-timbunan ini kita genangi dengan air yang setinggi air 75 cm terhitung dari dasar kolam. 

Setelah adanya air ini maka dari tumpukan-tumpukan tadi akan meneteskan larva-larva serangga dari telur-telur yang diletakkan oleh induk mereka setelah mencium bau busuk. 

Terutama sekali adalah larva-larva lalat dan chironomus. Kemudian selain itu juga akan menetas cacing-cacing yang berasal dari telur-telur yang terkandung dalam kotoran ternak itu sendiri.  

cara ternak belut

cara pembibitan belut

cara ternak belut


cara ternak belut


cara ternak belut

cara ternak belut

cara ternak belut di Kolam Drum

cara ternak belut

cara ternak belut

cara ternak belut

cara ternak belut

cara ternak belut




cara ternak belut

cara ternak belut


cara ternak belut


cara ternak belut

cara ternak belut


cara ternak belut


cara ternak belut


Demikian inilah langkah-langkah cara ternak belut dalam kolam untuk pemula yang mudah dan simpel. Semoga dapat membantu Anda dalam mencari referensi memulai usaha budidaya ikan lainnya dan selamat mencoba.