August 16, 2017

Persiapan Usaha Pembesaran Ikan Bawal

Persiapan Usaha Pembesaran Ikan Bawal Infoikan.com Selain niat, faktor lain yang harus dimiliki oleh seorang yang ingin memulai usaha adalah adanya ketersediaan modal menjadikan ikan konsumsi.

Waktu untuk memulai usaha dapat dilakukan kapan saja, tetapi lebih cepat lebih baik karena dengan memulainya lebih awal, hasil yang akan dipetik pun bisa lebih cepat.

Kecilnya keuntungan yang diperoleh ketika pertama kali memulai usaha sebaiknya tidak perlu dijadikan sebagai masalah,

Justru sebaliknya harus dijadikan sebagai pengalaman yang berharga yang akan membimbing dalam melangkah ke depan.

Memulai usaha tidak harus berskala besar karena dibutuhkn modal yang besar dan lahan yang luas tentunya. Berikut bagaimana persiapan usaha pembesaran ikan bawal dapat berjalan.

Padahal, semuanya belum tentu dimiliki oleh semua orang. Oleh karena itu, mulailah usaha dari skala kecil, baru kemudian menyusun rencana untuk membuat usaha tersebut menjadi besar.

Persiapan Usaha Pembesaran Ikan Bawal


Persiapan Usaha Pembesaran Ikan Bawal


Seperti usaha lain, usaha ikan bawal juga terdiri dari beberapa tahap kegiatan.

Namun, secara garis besar usaha tersebut terbagi menjadi 2 kegiatan, yakni pembenihan dan pembesaran.

Pembenihan merupakan kegiatan untuk memproduksi benih, sementara pembesaran adalah kegiatan lanjutan dari pembenihan, untuk mendapatkan ikan konsumsi.

Untuk memulai usaha budidaya ikan bawal, persiapan yang harus dipenuhi antara lain melihat lahan, mempersiapkan sarana dan prasarana, serta menyediakan tenaga kerja.

Memilih Lahan untuk Pembesaran Ikan Bawal

Persiapan usaha pembesaran ikan bawal yang pertama adalah dengan melihat lahan.

Termasuk salah satu kunci menuju kesuksesan. Hal ini karena lahan menjadi tempat untuk hidup ikan bawal dan menjadi tempat memproduksi ikan bawal.

Untuk itu, dalam menetapkan lahan untuk budidaya ikan bawal harus didasarkan atas berbagai pertimbangan, diantaranya:
  1. Luas tanah
  2. Jenis tanah
  3. Sumber air
  4. Serta kualitas air

Lahan untuk usaha budidaya bawal sebaiknya miliki sendiri, bukan sewaan dan kontrakan karena selain tidak mengeluarkan biaya untuk sewa tempat,

Pembudiya juga bisa lebih bebas dan leluasa, terutama dalam membangun fasilitas produksi penunjang.

Bila di lahan sewaan atau kontrakan, pembudidaya tentu harus meminta ijin sebelum membangun.

Syarat Lahan untuk Usaha Budidaya Bawal

  1. Dekat dengan sumber air, tetapi bukan daerah banjir
  2. Memiliki kualitas air yang baik dan tidak tercemar oleh limbah industri atau logam berat.
  3. Pengaliran air harus kontinu sepanjang tahun.
  4. Memiliki jenis tanah yang baik dan tidak porous.
  5. Berada pada ketinggian antara 10 – 70 m di atas permukaan laut.
  6. Luas lahan sesuai dengan skala usaha.

Secara social, lahan untuk usaha ikan bawal harus memenuhi persyarata sebagai berikut:

  1. Dapat menjaga lingkungan hidup dan kelestarian alam. Berarti lahan tidak merusak lingkungan yang sudah ada sehingga dikemudian hari dapat terjalin hubungan dengan masyarakat sekitar.
  2. Menggunakan sumberdaya alam yang ada di sekitarnya.
  3. Dalam hal ini, penyedia sarana dan prasarana tidak harus mencari atau mendatangakan dari daerah lain sehingga bisa menekan pengeluaran biaya.
  4. Memanfaatkan produk sekitar sebagai tenaga kerja, sehingga akan membantu mengurangi pengangguran.
  5. Keamanan lahan terjamin atau tidak diganggu oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
  6. Memperoleh ijin dari tokoh-tokoh setempat.
Sementara secara ekonomis, lahan untuk ikan bawal harus memnuhi persyaratan sebagai berikut:
  1. Dekat dengan daerah pemasaran agar mudah dalam memasarkan hasil dan tidak memerlukan biaya yang besar.
  2. Tersedia prasarana jalan yang baik dan sarana angkutan yang memadai
  3. Lokasi tidak jauh dari tempat kota, agar sarana produksi mudah diperoleh dan harganya tidak terlalu mahal.
  4. Sarana produksi mudah didapat, sehingga bila dibutuhkan bisa seger diperoleh.
  5. Sarana telekomunikasi seperti telepon memadahi, agar komunikasi mudah dan lancer.

Luas Lahan untuk Usaha Pembesaran Ikan Bawal
Dalam memulai persiapan usaha pembesaran ikan bawal, luas lahan yang harus disediakan tergantung pada dua hal, yakni jenis kegiatan dan skala produksinya.

Jenis lahan untuk pembesaran ikan bawal ada dua macam:
  1. Lahan produktif
  2. Lahan tidak produktif

Lahan produktif adalah lahan yang langsung digunakan untuk membangun fasilitas utama seperti kolam induk, kolam pemijahan, pendederan, dan kolam pembesaran.

Sedangkan lahan tidak produktif adalah lahan yang hanya digunakan untuk membangun fasilitas pendukung seperti bak penampung air, rumah karyawan, kantor, gudang, dan ruang pertemuan.

Jenis Tanah untuk Usaha Pembesaran Ikan Bawal

Dalam persiapan usaha pembesaran ikan bawal, tanah merupakan hal yang mutlak diperlukan. Namun, tidak semua tanah cocok untuk usaha tersebut.

Jenis tanah yang bisa dijadikan sebagai lahan usaha ikan bawal adalah tanah yang memiliki sifat fisik dan kimia yang baik, subur, kokoh, dan harus bisa menahan air masa besar.

Terdapat 4 jenis tanah yang dijumpai di lapangan:

  • Tanah berpasir besar
  • Tanah berfraksi kasar
  • Tanah terapan dengan kandungan liat 30%
  • Tanah liat atau lempung berpasir

Jenis Air untuk Usaha Pembesaran Ikan Bawal

Selain tanah yang merupakan persiapan usaha pembesaran ikan bawal, air juga mutlak diperlukan, karena air merupakan media hidup ikan bawal.

Selain agar bisa hidup dengan baik dan tumbuh dengan cepat, ikan bawal membutuhkan air untuk mendukung perkembangbiakan.

Empat factor yang harus diperhatikan dalam menggunakan air sebagai media bawal antara lain sumber air, kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.

Menyiapkan Kolam untuk Usaha Pembesaran Ikan Bawal

Menyediakan sarana dan prasarana menjadi langkah berikutnya untuk memulai persiapan usaha pembesaran ikan bawal.

Sarana akan menjadi tempat untuk memproduksi ikan bawal.
Sedangkan prasarana akan mempermudah selama proses produksi.

Untuk menunjang keberhasilan usaha, keduanya harus diperhitungkan dengan matang, baik secara teknis maupun secara ekonomis.

Penentuan tata letak menjadi syarat mutlak agar sarana dan prasarana tersebut bisa berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga biaya tidak terlalu besar.

Sarana Persiapan Usaha Pembesaran Ikan Bawal


Sarana pertama yang harus disediakan adalah kolam yang merupakan sarana utama dalam usaha ikan bawal,

Karena akan digunakan sebagai tempat pemeliharaan ikan.

Satu hal penting yang harus diperhatikan sebelum membuat kolam antara lain letak kolam harus lebih rendah dari sumber air atau bendungan, dan lebih tinggi dari saluran pembuangan.

Hal ini bertujuan agar kolam mudah diairi dan dikeringkan. Jumlah kolam tergantung dari skala usaha yang dijalankan.

Sarana lainnya adalah bendungan yang berfungsi untuk menahan laju air sungai atau sumber air lainnya.

Tujuannya agar air bisa dialirkan ke kolam. Sedangkan bahan untuk bendungan tergantung dari sumber airnya.

Untuk air yang bersumber dari sungai, bendungan harus dibuat dari beton agar kuat dan kokoh.

Untuk air irigasi, bendungan dapat dibuat dari beton, bisa juga dari gundukan batu-batu besar.

Sedangkan untuk air selokan, cukup dibuat dari batu-batu kecil atau bisa juga dari tanah.

Pembuatan bendungan dilakukan setelah pembuatan kolam atau bisa juga sebelumnya.

Mengenal Jenis Kolam untuk Persiapan Usaha Pembesaran Ikan Bawal

Ada beberapa jenis kolam yang digunakan sebagai tempat pembesaran ikan bawal, dintaranya:

  • Kolam air tenang (KAT)
  • Kolam air deras (KAD)
  • Keramba jarring apung (KJA)
  • Dan kolam terpal

Menyediakan Tenaga Kerja untuk Usaha Pembesaran Ikan Bawal

Tenaga kerja untuk persiapan usaha pembesaran ikan bawal adalah orang yang menjalankan kegiatan, mulai dari produksi hingga pemasaran.

Syarat utama seorang pekerja adalah terampil. Artinya, ia mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Syarat lain adalah jujur, tekun, kreatif, bertanggung jawab, dan berdedikasi tinggi.

Penempatan setiap pekerja harus disesuaikan dengan keterampilan dan latar belakang pendidikan.

Itulah sedikit persiapan usaha pembesaran ikan bawal yang Anda pikirkan sebelum melanjutkan membuka biaya untuk bisnis utama dan sampingan.