August 6, 2017

Teknik Pemanenan Ikan Mas Koki

Teknik Pemanenan Ikan Mas Koki Infoikan.com Setelah kita berhasil memelihara mas koki hingga dewasa, saatnya kita harus mencari tahu cara panen ikan mas koki yang baik agar tidak mudah mati.

Untuk itu, jenis ikan hias ini walapun bentuk dan ukurannya sangat unik dan cantik, juga harus hati-hati saat memanen tiba. Agar hasilnya dapat maksimal dan keuntungan yang kita raih juga lumayan.

Dari ulasan yang sudah ketutup kita sudah mengatahui hal penting sebelum budidaya mas koki, dan juga cara pemijahan mas koki yang baik sesuai standar.

Untuk itu, kali ini kita akan kupas bagaimana teknik pemanenan ikan mas koki berdasarkan yang kita harapkan, yaitu mendapatkan ukuran yang diminta pasar sekaligus tidak tedapat cacat atau mati mendadak.

Teknik Pemanenan Ikan Mas Koki


Teknik Pemanenan Ikan Mas Koki


Mengenal Ukuran Koki.

Dalam melakukan teknik pemanenan ikan mas koki, sebaiknya peternak memperhatikan ukuran koki karena mempengaruhi harga jual. 

Ukuran ini biasanya didasarkan pada umur dan besar kecilnya tubuh koki.
Teknik pemanenan.

Pemanenan koki dapat dilakukan beberapa kali, bergantung pada kemauan dan strategi peternak. 

Namun, biasanya, panen besar dilakukan saat koki berumur 5 bulan ke atas.

Hal ini didasarkan pada permintaan pasar yang biasanya mencari koki berukuran M dan L yang berumur 5-10 bulan. 

Bagi para peternak sendiri penjualan koki pada umur 5 bulan ke atas lebih menguntungkan daripada penjualan koki dibawah umur tersebut.

Pemanenan pertama dapat dilakukan ketika koki berumur 20 hari. Koki yang dijual berupa apkiran yang tidak dibesarkan peternak. Pemanenan ke 2 dilakukan saat koki berumur 2 bulan.

Koki yang dijual juga berupa koki apkiran. Pemanenan ke 3 dilakukan disaat koki berumur 3 bulan. 

Koki yang di panen untuk dijual adalah koki betina yang tidak lolos seleksi sebagai induk dan semua jantan yang tidak dibesarkan setelah diseleksi sebagian sebagai pejantan.

Cara Penjualan Ikan Mas Koki Pasca Panen

Teknik pemanenan ikan mas koki saat penjualan pada umur lebih dari  3 bulan biasanya secara berpasangan jantandan betina dalam satu paket. Selanjutnya panen besar dilakukan  setelah koki mencapai umur lebih dari 5 bulan.

Pada umur 5 bulan ini, jika pemeliharaannya bagus, biasanya badan koki sudah sebesar telur ayam. Menurut pengalaman penulis, biasanya penjualan pada umur ini dilakukan dengan melihat harga pasar.

Jika harga turun, koki belum dijual. Koki terus dipelihara selama beberapawaktu lagi hingga harganya naik. Itupun tidak dijual semuanya.

Biasanya disisakan 100-200 ekor yang berkualitas bagus untuk dipelihara secara khusus hingga mencapai kualitas lomba.

Penjualan koki kualitas lomba biasanya dilakukan jika ada hobiis yang mencari langsung koki kualitas lomba. 

Harga koki kualitas lomba per ekor dapat mencapai puluhan hingga ratusan ribu rupiah.

Pemanenan koki tidak dapat dilakukan sembarangan. Jika tidak dilakukan secara benar, pemanenan dapat merusak sirip, membuat stress, atau menimbulkan luka.

Pemanenan koki yang berumur dibawah 5 bulandapat dilakukan dengan menggunakan sesek(serok) yang terbuat dari kain kasa lembut agar tidak merusak sirip.

Pemanenan koki yang berumur di atas 5 bulan dapat dilakukan dengan menangkap koki secara hati-hati menggunakan tangan.

Agar koki tidak terlalu lama berada diluar air. Saat pemanenan peternak harus membawa wadah yang dapat ditaruh dikolam. 

Wadah ini dapat berupa tudung saji atau bak plastic berlubang. Koki yang tertangkap cepat-cepat dimasukkan ke dalamnya. 

Selanjutnya, koki ditempatkan didalam bak plastic diluar kolam untuk dikemas.
Masa Panen Ikan Mas Koki


Pengangkutan.

Teknik pemanenan ikan mas koki pada saat pengangkutan, merupakan hal yang harus diperhatikan pasca pemanenan koki.

Pengangkutan ini meliputi teknik mengemas, wadah pengemas, teknik membawa, dan teknik melepaskannya di media hidup yang baru.

Jika pengangkutan tidak dilakukan dengan benar, akibatnya akan fatal, koki akan banyak yang mati. Biaya pengangkutan koki biasanya ditanggung oleh peternak atau pembeli berdasarkan

perjanjian yang diatur sebelumnya. Untuk pemesanan yang diminta diantar, biasanya biaya pengangkutan dibebankan kepada peternak dengan menambahkannya ke harga penjualan koki.

Teknik Mengemas dan Wadah Pengemas.

Teknik pemanenan ikan mas koki pada saat mengemas koki dilakukan dengan menggunakan wadah pengemas berupa kantung plastic berukuran tebal 0,5 mm. kantung ini harus tebal, elastik, dan tidak mudah bocor.

Sebaiknya kantung plastik yang digunakan adalah kantung yang dibeli dalam bentuk gulungan. 

Keuntungan menggunakaan kantung ini adalah harganya lebih murah dan ukurannya bisa ditentukan sesuai dengan kebutuhan.

Misalnya, jika pengiriman menggunakan mobil bak terbuka, ukuran kantung bisa disesuaikan dengan ukuran ruang dibagasi pesawat.

Jenis Wadah untuk Pengangkutan Mas Koki

Teknik pemanenan ikan mas koki pada tahap pengangkutan adalah kantung juga harus baru. Kantung bekas dikhawatirkan mengandung bibit penyakit atau sisa-sisa bahan yang membahayakan koki.

Langkah awal teknik pemanenan ikan mas koki tahap mengemas adalah merangkap kantung plastic agar lebih kuat dan mencegah risiko kebocoran kantung.

Setelah itu, mengikat salah 1 ujung plastic dengan karet gelang lalu membalikkannya sehingga ikatannya berada didalam. 

Tujuannya agar ujung itu tidak meruncing, sehingga kantung bisa ditegakkan dan koki tidak terjepit.

Kedalam kantung plastic isikan air kolam tempat hidup koki sebanyak 3-5 liter. Penggunaan air baru akan mengakibatkan nilai diferensial yang tinggi pada factor kimia dan fisik air sehingga koki bisa stress dan mati.

Koki dimasukkan ke kantung plastik dengan populasi tertentu, bergantung pada umurnya. Untuk benih koki berumur 20 hari populasinya 300-500 ekor.

Untuk koki berumur 3 bulan populasinya 40-50 ekor, untuk koki berumur 5 bulan atau berukuran sebesar telur ayam populasinya maksimal 5 ekor, dan untuk koki yang sudah besar (terutama yang sudah berkualitas lomba) populasinya hanya 1 ekor.

Cara Memasukkan Mas Koki dalam Plastik

Setelah koki dimasukkan kekantung plastik yang tidak  terikat terasa kencang. 

Ujung tersebut diikat dengan karet gelang. Perbandingan volume air dan oksigen idealnya adalah 1:2 atau dalam satu kantung plastik 1/3 bagian terisi air dan 2/3 bagian terisi oksigen.

Persediaan oksigen yang kurang dalam kantung plastik akan mengakibatkan fileman-fileman insang koki terbakar dan koki mati. Biasanya koki dapat bertahan hidup selama 24-30 jam dalam kemasan.

Kantung-kantung plastic yang sudah berisi koki dimasukkan kedalam karung bekas pakan, 1 karung berisi 3 kantung plastik.

Teknik Membawa Ikan Mas Koki yang Benar.

Teknik pemanenan ikan mas koki saat pengangkutan terutama untuk pengangkutan yang jauh, sebaiknya koki dipuaskan terlebih dahulu.

Hal ini dilakukan untuk mencegah koki mengeluarkan kotoran koki yang berlebih di dalam kantung plastic akan mengakibatkan dekomposisi yang menghasilkan senyawa amoniak dan bentuk nitrit (NO2) yang bersifat racun.

Selain memuasakan koki, menambahkan anti ammonia chloramines chlorine (anti ammonia) dengan dosis 5 ml; 3,7 liter air akan menetralkan ammonia air dalam kantung plastik.

Pengankutan dari produsen biasanya menggunakan mobil bak terbuka. Jika dalam jumlah besar, dapat menggunakan truk.

Yang perlu diperhatikan adalah ketinggian tumpukan kantung dalam mobil. Jika mobil pengangkutan tidak dilengkapi dengan rak, ketinggian maksimum adalah 4 tumpuk.

Jika mobil dilengkapi rak, pengangkutan dapat dilakukan dengan tumpukan setinggi mungkin bergantung pada jumlah rak yang tersedia.

Untuk melindungi kantung dari panas matahari selama perjalanan, bak terbuka harus ditutup dengan terpal. Dengan begitu, tidak akan terjadi fluktuasi suhu yang dapat mengakibatkan koki stress.

Untuk keperluan ekspor atau pengangkutan dengan pesawat terbang, koki harus dikemas ulang. 

Pengemasan ini bertujuan untuk menjaga koki tetap bertahan hidup dan untuk meminumkan biaya pengangkutan.

Pengangkutan dengan pesawat terbang tentu dengan tujuan yang jauh, yang memiliki perbedaan suhu yang tajam dengan daerah asal.

Misalnya, pengiriman dari Surabaya yang bersuhu 27 derajat c ke Tokyo yang bersuhu -5 derajat c pada musim dingin. Perbedaan suhu ini tentu bisa mengakibatkan kematian pada koki karena membeku atau stress.

Untuk menghindari hal tersebut, wadah pengangkutan dibikin 3 lapis yang terdiri dari kantung plastik, kotak Styrofoam sebagai kotak insulasi, dan kotak kerdus sebagai kemasan.

Pemanfaatan kotak Styrofoam  sebagai kotak insulasi sangat efektif untuk menahan pengaruh suhu dan cuaca dari luar.

Cara Merawat Mas Koki Saat Diperjalanan


Teknik pemanenan ikan mas koki saat pengangkutan kedaerah tujuan yang bersuhu jauh lebih dingin daripada daerah asal, koki juga harus (heat pack) berupa campuran berbagai senyawa kimia yang dapat mengeluarkan panas hingga 43 derajat c yang dapat bertahan selama 60 jam.

Penghangat ini dikemas dalam kain dan ditempatkan ditutup kotak insulasi. 

Sebaliknya, jika tujuan pengiriman ke daerah yang jauh lebih panas daripada daerah asal, koki harus dilengkapi dengan bahan plastik yang dilengkapi kertas Koran agar embun yang dihasilkan tidak merembes keluar.

Untuk meminumkan biaya pengangkutan, besarnya kantung plastic harus diperhitungkan sehingga dapat masuk sebanyak-banyaknya kedalam kotak kemasan.

Selain itu, kepadatan koki dalam kantung plastic juga dapat ditambah karena pengangkutan dengan pesawat biasanya berlangsung lebih singkat.

Penambahan kepadatan koki dalam kemasan tersebut dilakukan sesaat sebelum diangkut ke bandara dan harus dijarangkan lagi sesaat setelah keluar bandara sehingga koki tidak terlalu lama berbeda didalam kemasan dengan populasi tinggi.      
Budidaya Ikan Mas Koki di Kolam Terpal


Teknik Melepaskan Ikan Mas Koki

Teknik pemanenan ikan mas koki pada saat melepaskan koki ke lingkungan baru harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak stress dan akhirnya mati.

Koki sebaiknya dimasukkan ke dalam kolam saat suhu air rendah, yaitu pada pagi atau sore hari. Kenaikan atau penurunan suhu yang perlahan pada pagi atau sore hari akan memudahkan koki beradaptasi.

Pelepasan koki kedalam kolam dilakukan dengan melakukan adaptasi terlebih dahulu. 

Caranya, masukkan kantung plastic yang berisi koki kedalam kolam, biarkan selama 30 menit.

Setelah 3 puluh menit, suhu air didalam kantung plastic akan sama dengan suhu air dikolam. Kemudian, pengikat kantung dapat dilepaskan dan biarkan koki keluar untuk mengenal lingkungan barunya.

Sebaiknya, setelah dilepaskan, koki tidak langsung diberi pakan. Biarkan koki tersebut berenang-renang untuk mengenali lingkungan barunya. 

Setelah kira-kira setengah hari, barulah koki dapat diberi pakan.
Sumber: Pengalaman pembudidaya..

Selesai sudah sobat coretan tentang teknik pemanenan ikan mas koki yang mudah dan simpel ini, semoga dengan panen ini hasil bisa maksimal dan tidak terjadi kematian koki yang mendadak. Selamat mencoba..Yuk berbagi lagi..