April 23, 2017

Teknik Budidaya Udang Vannamei Cepat Panen Hasil Melimpah

Budidaya Udang Vannamei Infoikan.com Sudah tahu cara budidaya udang vaname di kolam terpal? atau ingin tahu budidaya udang vaname air tawar? Siapa sih yang tak ingat udang, salah satu jenis ikan konsumsi baik dari air tawar maupun air laut yang memiliki harga ekonomis. Tak hanya dijadikan sebagai lauk makan nasi, melainkan juga dibuat bahan pembuatan produk tertentu serta ikan hias aquarium.

Udang vannamei merupakan salah satu jenis udang introduksi yang akhir-akhir ini banyak dinikmati, karena memiliki keunggunalan seperti tahan penyakit, pertumbuhannya cepat (100 – 110 hari), lintasan selama pemeliharaan tinggi dan nilai konversi pakan (FCR-nya) rendah (1:3).

Budidaya Udang Vannamei



Namun demikian pembudidaya udang yang modalnya terbatas masih menganggap bahwa udang vannamei hanya dapat dibudidayakan secara intensif. Anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar, karena hasil kajian menunjukkan bahwa vannamei jug dapat diproduksi dengan pola tradisional. 

Bahkan dengan budidaya pola tradisional tambak dapat menghasilkan ukuran panen yang lebih besar sehingga harga per kilo gramnya menjadi lebih mahal.

Teknologi yang tersedia saat ini masih untuk pola intensif dan semiintensif, padahal luas areal pertambakan di Indonesia sekitar 360.000 ha, 80% digarap oleh petambak yang kurang mampu. 

Informasi pola tradisonal plus untuk budidaya udang vannamei sampai saat ini masih sangat terbatas. Beriku langkah-langkah persiapannya.

Budidaya Udang Vannamei


Tips Budidaya Udang Vannamei Cepat Panen Hasil Melimpah

Persiapan Tambak 

Pengeringan atau Pengolahan dasar Tambak
Air dalam tambak dibuang, ikan-ikan liar diberantas dengan saponin, genangan air yang masih tersisa dibeberapa tempat harus dipompa keluar. Selanjutnya tambak dikeringkan sampai retak-retak bila perlu dibalik dengan acra ditraktor sehingga H2S menghilang karena teroksidasi.

Pengeringan secara sempurna juga dapat membunuh bakteri patogen yang ada di peralatan tambak.
 

Budidaya Udang Vannamei - Pemberantasan Hama
Pemberantasan ikan-ikan dengan sapion 15-20 ppm (7,5-10kg/ha) dengan tinggi air tambak 5 cm.
Pengapungan dan Pemupukan 


Untuk menunjang berbaikan kualitas tanah dari air dilakukan pemberian kapur bakar (CaO), 1000 kg/ha, dan kapur pertanian sebanyak 320 kg/ha. Selanjutnya masukkan air ke tambak sehingga tambak menjadi macak—macak kemudian dilakukan pemupukan dengan pupuk urea (150 kg/ha), pupuk kandang (2000 kg/ha).

Budidaya Udang Vannamei -Pengisian Air
Pengisian air dilakukan setelah seluruh persiapan dasar tambak telah rampung dan air dimasukkan ke dalam tambak secara bertahap. Ketinggian air tersebut dibiarkan dalam tambak selama 2-3 minggu sampai kondisi air betul-betul siap ditebari benih udang. Tinggi air di petak pembesaran diupayakan lebih dari 1,0 m.


Budidaya Udang Vannamei - Penebaran Benih
Penebaran benur udang vannamei dilakukan setelah plankton tumbuh baik (7-10 hari) sesudah penumpukan. Benur vannamei yang digunakan adalah PL 10 – PL 12 berat awal 0,001 g/ekor diperoleh dari hatchery yang telah mendapat rekomondasi bebas patogen, Spesifik Pathogen Free (SPF). 


Kriteria benur vannamei yang baik adalah mencapai ukuran PL-10 atau oragan insangnya telah sempurna, seragam atau rata, tubuh benih dan usus terlihat jelas, berenang melawan arus.

Sebelum benur ditebar terlebih dahulu dilakukan aklimatisasi terhadap suhu dengan cara mengapungkan kantong yang berisi benur di tambak dan menyiram dengan perlahan-lahan.

Sedangkan aklimatisasi terhadap salinitas dilakukan dengan cara membuka kantong dan diberi sedikit demi sedikit air tambak selama 15-20 menit. 

Selanjutnya kantong benur dimiringkan dan perlahan-lahan benur vannamei akan keluar dengan sendirinya. Penebaran benur vannamei dilakukan pada saat siang hari.

Padat penebaran untuk pola tradisional tanpa pakan tambahan dan hanya mengandalkan pupuk susulan 10% dari pupuk awal adalah 1-7 ekor/m2. Sedangkan apabila menggunakan pakan tambahan pada bulan ke-2 pemeliharaan, maka disarankan dengan padat tebar 8-10 ekor/m2.

Budidaya Udang Vannamei


Budidaya Udang Vannamei - Pemeliharaan
Selama pemeliharaan udang vannamei, dilakukan monitoring kualitas air meliputi: suhu, salinitas, transparasi, pH dan kedalam air dan oksigen setiap hari. Selain itu, juga dilakukan pemberian pemupukan urea dan TSP susulan setiap 1 minggu sebanyak 5-10% dari pupuk awal.


(urea 150kg/ha) dan hasil fermentasi probiotik yang diberikan seminggu sekali guna menjaga kestabilan plankton dalam tambak. Pengapuran susulan dengan dolomit super dilakukan apabila pH berfluktuasi.

Pakan diberikan budidaya udang vannamei pada hari ke-70 dimana pada saat itu dukungan pakan alami (plankton) sudah berkurang atau pertumbuhan udang vannamei muai lambat. Dosis pakan yang diberikan 5-2% dari biomassa udang dengan frekuensi pemberian 3 kali/hari yakni 30% pada jam 7 pagi dan jam 4 sore serta 40% pada jam 10 malam.

Pergantian air yang pertama kali dilakukan setelah udang berumur 60 hari dengan volume pergantian 10% dari volume total, sedangkan pada bukaan berikutnya hingga panen, volume pergantian air ditingkatkan mencapai 15-20% pada setiap periode pasang.

Sebelum umur pemliharaan budidaya udang vannamei mencapai 60 hari hanya dilakukan penambahan air sebanyak yang hilang akibat penguapan atau rembesan. Kualitas air yang layak untuk pembesaran udang vannamei adalah salinitas optimal 10-25 ppt (toleransi 50 ppt), suhu 28-31 derajat C, oksigen > 4ppm, amoniak <0,1 ppm, pH 7,8-82 dan H2S < 0,003 ppm.

Budidaya Udang Vannamei


Budidaya Udang Vannamei - Panen
Panen harus mempertibangkan aspek harga, pertumbuhan dan kesehatan udang. Panen dilakukan setelah umur pemeliharaan 100-110 hari. 


Perlakuan sebelum panen adalah pemberian kapur dolomit sebanyak 80kg/ha (tinggi air tambak 1m), dan mempertahankan ketinggian air (tidak ada pergantian air) selama 2-4 hari yang bertujuan agar udang tidak mengalami molting (ganti kulit) pada saat panen. 

Selain itu disiapkan peralatan panen berupa keranjang panen, jarring yang dipasang di pintu air, jala lempar, dan lampu penerang yang dilakukan dengan menurunkan volume air secara grafitasi dan dibantu pengeringan dengan pompa.

Bersamaan dengan aktifitas tersebut juga dilakukan penangkapan udang dengan jala. Sebaiknya panen dilakukan pada malam hari yang bertujuan untuk mengurangi resiko kerusakan mutu udang, karena udang hasil penen sangat peka terhadap sinar matahari.

Udang hasil tangkapan juga harus dicuci kemudian direndam es, selanjutnya dibawa ke cold stroge. Dengan pola tradisional plus produksi udang vannamei 835 – 1050 kg/ha/musim tanam dengan sintasan 60-96%, ukuran panen antara 55-65 ekor/kg.

Budidaya Udang Vannamei


Demikian sobat sedikit berbagi teknik budidaya udang vannamei cepat panen hasil melimpah ini. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba dengan hasil berbeda dan memuaskan.

Sumber: Menjala Ripiah Budidaya Udang Vannamei