June 16, 2017

Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton

Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton Infoikan.com Sebagian besar petai ikan nila memilih membesarkan menggunakan wadah berupa kolam. 

Pembesaran di kolam dianggap paling gampang dan sederhana pengolahannya, apalagi jika kolam itu berada di sekitar rumah tinggal, sehingga pengawasan bisa dilakukan secara terus menerus.

Pada dasarnya usaha pembesaran dilakukan dengan harapan untuk memperoleh atau menghasilkan ukuran jenis ikan konsumsi.

Ukuran konsumsi sendiri bervariasi, tergantung permintaan pasar. Namun, rata-rata bisa di panen dari pembesaran kolam ini antara 150 - 500 gram per ekor.

Bagi Anda yang pengen secara detail mengetahui teknik cara budidaya ikan nila di kolam beton, berikut ini beberapa tahapan memelihara nila dari awal hingga panen.

Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton

Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton

Pembesaran di kolam dapat menggunakan kolam tanah yang sudah berdinding semen, dengan ukuran yang bervariasi, tergantung ketersediaan atau kesanggupan pemelihara.

Semakin besar ukuran kolam tentunya akan semakin baik, karena akan dapat menghasilkan lebih banyak hasil panen.

Tetapi dengan kolam kecil juga usaha pembesaran ini tetap bisa dilakukan, asalkan luas kolam tidak kurang dari 50 m2. Jika kurang dari itu bisa disebut bak yang hasilnya untuk konsumsi sendiri.

Luas kolam untuk budidaya dengan tujuan komersial sebaiknya tidak kurang dari 100 m2 dan akan lebih baik memiliki kolam lebih dari satu areal, sehingga dapat dipisahkan antara pemijahan, pendederan, dan pembesaran.

Tahapan Budidaya Ikan Nila
Usaha pembesaran ikan nila ini dapat dilakukan dengan beberapa cara atau tahapan, di antaranya:
  1. Cara monokultur (pemeliharaan tunggal kelamin, dan biasanya hanya yang jantan saja)
  2. Cara polikultur (pemeliharaan dengan ikan lain) dan sistem terpadu.

Memelihara Ikan Nila Sistem Monokultur
Yang dimaksud pembesaran cara monokultur adalah pembesaran ikan satu jenis kelamin, yaitu kelamin jantan saja.

Istilah monokultur biasanya sering digunakan pada bidang pertanian. Cara seperti ini oleh pakar perikanan sering disebut dengan pemeliharaan tunggal kelamin atau mono seks.

Alsan membesarkan ini adalah untuk mempercepat pertumbuhan nila jantan, sehingga akan lebih efisien terhadap penggunaan pakan, menghemat waktu dan lebih cepat menghasilkan uang.

Dari referensi menyebutkan bahwa pertumbuhan ikan nila jantan 2,1 g per hari. Sedangkan nila betina 1,8 g per hari. Namun, angka pertumbuhan tersebut sangat relatif.

Kendala yang dihadapi untuk membesarkan nila merah jantan saja adalah cara memisahkan atau menyeleksi jenis kelaminnya.

Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton


Tahap-Tahap Pembesaran Ikan Nila di Kolam Sistem Monokultur
Tahapan yang harus dijalankan atau dilakukan pada pembesaran dengan menggunakan cara monokultur adalah persiapan kolam, penebaran benih, pemeliharaan kolam dan panen.

1. Persiapan Kolam
Sebelum kolam diisi air, ditebari benih ikan, kolam perlu dipersiapkan. Persiapan kolam dimaksudkan untuk menumbuhkan makan alami dalam jumlah cukup, 
Pematang kuat 
Saluran pemasukan air dan saluran pengeluaran air berfungsi dengan baik.

Peng0lahan Tanah dalam Membuat Kolam Beton untuk Nila
Setelah tanah diukur panjang serta lebarnya, tanah dicangkul, dengan kedalaman 150 m, dikeringkan selama 2-3 hari jika musim panas, dan sampai kering ketika musim hujan.

Tujuan pengeringan ini adalah untuk menghilangkan gas-gas beracun, mencegah timbulnya hama, supaya terjadi pertukaran udara serta merangsang tumbuhnya makanan alami.

Saluran Air
Sumber air kolam dapat diperoleh dari irigasi sawah atau air dari sumur pompa. Jika air mendapat suplay dari irigasi, harus dipastikan bahwa pasokan air harus selalu ada baik dimusim hujan, kemarau, serta hindari dari bahan kimia.

Untuk pintu pemasukan air dapat berupa pipa bambu yang masih utuh yang ruasnya telah dilubangi atau pipa peralon atau pasangan bata dan semen.

Guna mencegah masuknya ikan liar serta mencegah larinya ikan yang berada di kolam pembesaran, pintu-pintu harus dilengkapi dengan saringan.

Membuat Kemalir pada Kolam beton
Kemalir adalah saluran air di dasar kolam yang gunanya untuk memperlancar aliran air di dalam kolam jika dilakukan pengurasan.

Kemalir ini biasanya dibuat secara diagonal, dari sudut ke sudut kolam. Lebar kemalir tergantung luas kolam. 

Untuk luas kolam 100 m2 lebar kmalir cukup 40 cm dengan kedalaman 15-20 cm.

Pada ujung kemalir biasanya dibuat kubangan (belumbang) yang gunanya untuk menangkap ikan pada saat dilakukan pemungutan (panen) secara total.

Dasar kubangan kemalir dari pangkal ke ujung sebaiknya diberi kerikil supaya tidak terjadi pendangkalan karena lumpur atau sisa pakan. 

Kemalir ini hendaknya dibuat secara paten atau permanen yaitu semen dengan pasangan batu bata yang diplester.

Pemupukan dalam Kolam Beton
Pemupukan kolam gunanya untuk menumbuhkan makanan alami, berupa plankton. Pemupukan ini dapat ditempuh dua cara:

Pertama pemupukan sebelum kolam digunakan, yaitu dengan menggunakan pupuk organik, biasanya kotoran ayam.

Dan cara pemupukan kedua adalah bersifat penambahan setelah pemeliharaan berjalan satu bulan atau dua bulan dan jika benar-benar diperlukan.

Pemupuka pertama setelah tanah dasar kolam diolah dan dikeringkan kemudian ditaburi secara merata pupuk kandang dengan dosis 50-60 kg per 100 m2.

Sedangkan pemupukan cara kedua menggunakan pupuk organik yaitu orea dan TSP tersebut dicampur dan dimasukkan ke dalam kantong plastik yang sudah dilubangi kecil-kecil, kemudian digantungkan di sebelah tongkat bambu.

Tongkat bambu ditancapkan di tepi kolam sehingga kantong plastik yang berisi pupuk tenggelam ditengah-tengah kolam.

Pengapuran
Pemberian kapur di dasar kolam tujuannya untuk mempertahankan keasaman air air (PH) dan mencegah hama, kuman serta penyakit yang mungkin muncul dan mengganggu ikan peliharaan.

Dosis pemberian kapur pertanian ini 5 10 kg per 100 m2. Cara pemberian ditaburkan secara merata di dasar kolam.

Pengisisn Air
Tahap selanjutnya budidaya ikan nila di kolam beton yaitu setelah kolam siap kemudian diairi air setinggi 50 cm, dibiarkan hingga satu hari kemudian diairi lagi secara bertahap hingga mencapai ketinggian 100 150 cm.

Ketinggian permukaan air dengan pematang sekitar 60 cm. Setelah itu biarkan sekitar 5-7 hari supaya tumbuh plankton. 

Tanda-tanda air kolam ditumbuhi makanan alami atau plankton jika warna air hijau, atau kecoklatan, keruh tetapi bukan karena lumpur dan tanah kolam.

Keruh yang baik apabila ditumbuhi jasad renik. Perubahan warna air erat hubungannya dengan mutu air.

Budibaya Ikan Nila - Penebaran Benih
Bneih nila khususnya merah yang akan ditebar di kolam pembesaran dapat berasal dari pembenihan sendiri atau membeli di balai benih ikan.

kalau benih diperoleh dengan cara membeli, harus dipikirkan pengangkutannya dari tempat pembelian benih sampai di kolam pembesaran, serta usahakan dilakukan pagi hari atau sore hari.

Demikian pula penebarannya, jangan sampai siang karena benih bisa stress dan bahkan bisa banyak yang mati.

Ukuran Benih Ikan Nila untuk Budidaya Pembesaran
Untuk benih ikan nila ukuran 5-7 dengan bobot sekitar 10-15 gram padat penebaran 20-30 per m2, sehingga kolam luas 100 m2 harus diisi 2000-3000 ekor.

Sebelum ditebarkan, benih yang berada di kantong plastik perlu diadaptasikan lebih dulu, dan cara penebarannya kantong plastik dituangkan dalam ember lebar, 

Kemudian air kolam diambil dengan gayung dicampur sedikit demi sedikit di dalam ember yang berisi air tadi, kemudian ambil air kolam lagi dan tuangkan lagi, 

Setelah 30 menit benih yang ada di ember dilepas di kolam secara pelan-pelan sampai ikan habis.

Pemberian Pakan
Untuk satu bulan pertama setelah budidaya ikan nila di kolam beton benih di masukkan, sebaiknya diberikan pakan pelet yang agak lembut,

Hal ini disesuaikan dengan mulut ikan nila pada tahapan umur.

Pada bulan berikutnya sudah dapat diberikan pellet kasar. Pemberian pakan sebanyak 3% dari bobot ikan per hari, sedangkan tempo pemberiannya dua kali sehari.

Jika membeli dan memilih pellet pilihan yang memiliki kandungan protein minimal 25% jenis pellet yang ringan dan tidak cepat tenggelam.


Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton - Panen

Selama jangka waktu 5-6 bulan sejak penebaran benih, nia merah sudah dapat dipanen, dengan bobot sekitar 200-400 gram per ekor.

Sebelum dilakukan pemungutan hasil (panen) sebaiknya dipikirkan dulu pemasarannya, apakah sudah ada kepastian orang yang menampung hasil penennya?

Jika belum, jauh hari sebelum masa panen harus dicarikan pembelinya dulu.

Pemungutan hasil dapat dilakukan secara total yaitu pengeringan kolam beton atau dipanen sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan pembeli hasil panen.

Pemanenan secara total dilakukan dengan cara menyurutkan air dengan membuka pintu saluran pengeluaran yang bisa dilakukan di sore hari sehingga pagi harinya air sudah habis.

Setelah air surut ikan-ikan bergerombol di sepanjang kemalir, dengan menggunakan serok ikan-ikan diambil dan ditampung di suatu tempat (ember atau bak lainnya) sampai habis.

Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton


Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton


Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton


Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton


Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton


Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton


Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton

Inilah beberapa tahapan cara budidaya ikan nila di kolam beton yang mudah untuk dilakukan dengan sistem pejantan semua yang cepat besar dan cepat panen. Semoga bermanfaat.