July 12, 2017

Teknik Pembenihan Lele Sangkuriang

Teknik Pembenihan Lele Sangkuriang Infoikan.com Pada dasarnya pembenihan adalah kegiatan tahap awal dalam suatu rangkaian usaha budidaya perikanan.

Usaha budidaya lele sangkuriang bermula dari kegiatan menghasilkan benih, untuk selanjutnya didederkan dan dibesarkan sampai ukuran ikan konsumsi.

Saat ini, berkat perkembangan dan spesifikasi pola usaha dalam usaha budidaya lele, kegiatan pembenihan, juga bisa dijadikan cabang usaha tersendiri.

Artinya, sangat mungkin bagi pembudidaya lele sangkuriang untuk hanya berspesialisasi menjadi pembenih.

Benih dari hasil usaha ini seluruhnya dijual ke pembudidaya tahap pendederan atau pembesaran.

Untuk itu, teknik pembenihan lele sangkuriang sekaligus pemijahan baik secara alami maupun buatan harus benar-benar sobat kuasai secara mendalam.

Teknik Pembenihan Lele Sangkuriang

Teknik Pembenihan Lele Sangkuriang

Secara kronologis, kegiatan pebenihan diawali dengan penyiapan media unit pembenihan, manajemen atau pengelolaan induk yang baik, pemijahan, sampai penetasan telur.

Kemudian sampai dilanjut dengan usaha pemeliharaan larva sampai usaha tertentu untuk tahap pendederan.

Sebagai gambaran, terutama bagi calon pembenih pemula, pembenihan lele sangkuriang dapat dilakukan dengan meniru teknik pembenihan lele dumbo.

Hal ini dimungkinkan mengingat ikan ini merupakan ikan yang asal usulnya adalah keturunan lele dumbo.

Jdi, jika sebelumnya pernah melakukan kegiatan pembenihan lele dumbo tentu akan sangat mudah. 

Penyiapan Unit Pembenihan
Teknik pembenihan lele sangkuriang cukup sederhana, terdiri dari kolam pemeliharaan induk, kolam pemijahan, kolam penetasan, perawatan telur lele sangkuriang, serta kolam pemeliharaan larva.

Pada unit usaha dengan skala besar dan intensif, untuk pembenihan biasanya disediakan ruangan yang dijadikan hatchery atau bangunan khusus untuk pembenihan.

Kolam yang digunakan untuk memelihara induk bisa berupa kolam tembok atau kolam tanah atau kolam dengan dengan dasar tanah dan dinding tembok.

Jenis kolam untuk pemeliharaan induk dapat disesuaikan dengan ketersediaan lahan dan dukungan modal usaha. Jika dana memadai, gunakan kolam tembok.

Teknik Pembenihan Lele Sangkuriang


Persiapan Menyediakan Kolam untuk Pembenihan Lele Sangkuriang
Teknik pembenihan lele sangkuriang masalah kolam pembenihan agar mendapatkan hasil maksima dan yang baik harus memiliki kriteria tertentu. 

Yang penting adalah aman dari kemungkinan serangan hama sehingga perlu dilengkapi pagar.

Selain itu, kondisi kolam harus baik dan tidak bocor serta dapat menampung air setinggi 60-100 cm.

Artinya, untuk bisa menahan massa air setingi itu, kolam harus memiliki tanggul yang tinggi dan kokoh sehingga tidak mudah ambrol.

Untuk mempermudah pengisian air serta penangkapan induk, kolam sebaiknya dilengkapi dengan saluran air masuk dan keluar.

Hal ini akan memudahkan pengeringan dan pengisian kolam. yang mana semuanya bertujuan untuk mempermudah penangkapan induk lele sangkuriang.

Hal yang perlu diperhatikan, kolam induk jantan harus terpisah dengan induk betina, dengan tujuan menghindari terjadinya pemijahan liar di kolam induk.

Semakin banyak induk yang dipelihara, semakin luas kolam yang dibutuhkan agar induk nyaman dan mendapat ruang yang cukup.

Teknik Pembenihan Lele Sangkuriang


Teknik Pembenihan Lele Sangkuriang - Manajemen Induk
Induk yang akan digunakan dalam pemijahan harus dikelola dengan baik.

Dalam hal ini, induk merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha kegiatan pembenihan.

Induk lele sangkuriang yang dikelola dengan baik terbukti mampu menghasilkan benih yang berkualitas baik pula. 

Selain sehat, benih yang dihasilkan harus bermutu lebih tinggi dan daya tahan tubuh yang kuat, baik terhadap kondisi lingkungan maupun kemungkinan serangan penyakit.

Oleh karena itu, para pembenih harus menjadikan manajemen pengelolahan induk sebagai prioritas utama.

Padat Tebar Induk Lele Sangkuriang dalam Pemebihan
Padat tebar induk harus disesuaikan dengan petunjuk teknik pembenihan.

Biasanya, untuk setiap meter persegi luas kolam dapat dipelihara induk sebanyak 5 ekor.

Artinya, jika luas kolam induk adalah 100 m2, induk yang dipelihara disitu tidak lebih dari 500 ekor.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, banyak pembenih yang memilih memelihara induk lebih sedikit (padat tebar lebih rendah),

Hal ini untuk menghindari terjadinya persaingan antar induk yang biasanya menyebabkan luka.

Makanan tambahan setiap hari supaya diberikan, agar pertumbuhan badan induk yang dipelihara di kolam dapat optimal serta proses pematangan gonad berlangsung sempurna.

Pakan tambahan yang umum digunakan adalah pelet komersial dengan kandungan protein tinggi, yakni >28%.

Pemberian pakan dilakukan dengan dosis sebanyak 2-3% per hari dari bobot induk yang dipelihara.

Frekuensi makanan tambahan dilakukan 2-3 kali sehari, yaitu pagi, sore, dan malam hari.

Selain pakan tambahan berupa komersial, lele sangkuriang juga dapat diberi pakan alternatif seperti limbah peternakan, ikan rucah, keong mas, atau limbah rumah tangga.

Teknik Pembenihan Lele Sangkuriang - Memilih Induk yang Siap Pijah
Untuk diketahui, ternyata tidak semua induk yang dipelihara di kolam induk dapat dipijahkan.

Hal ini sangat tergantung dari kesiapan kondisi masing-masing induk. 

Untuk mengetahui induk yang benar-benar siap dipijahkan, ada beberapa ciri atau persyaratan yang mesti dilakukan. 

Ciri-Ciri Induk Lele Sangkuriang yang Siap Dipijahkan
  1. Umur 12-18 bulan
  2. Berat 0,50 - 0,75 kg jantan, dan betina 0,70 - 1,0 kg
  3. Kelamin jantan menonjol, dan betina tidak menonjol
  4. Perut jantan ramping, dan betina buncit lembek
Penting untuk diketahui calon pembenih bahwa menggunakan induk dengan ciri-ciri di atas akan membawa resiko, diantara kemungkinannya kegagalan dalam memijah.

Pastikan usia induk memenuhi standar minimal serta tidak terjadi kesalahan dalam seleksi jenis kelamin.


Teknik Pemijahan Lele Sangkuriang

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam kegiatan pemijahan ikan lele sangkuriang.

Saat ini dikenal dengan 3 cara pemijahan, yaitu secara alami, pemijahan semi alami, dan pemijahan buatan.

Pemijahan alami lele sangkuriang diartikan sebagai pemijahan yang dilakukan dengan cara induk tidak diberi rangsangan sehingga akan memijah secara alami.

Pemijahan semi alami adalah pemijahan dengan cara induk diberi rangsangan dari kelenjar hipofisa atau hormon ovaprim agar terangsang untuk segera memijah dan melakukan secara alami/memijah sendiri.

Adapun pemijahan buatan adalah induk diberi rangsangan atau suntikan kelenjar hipofisa atau hormon ovaprim, kemudian memijah secara buatan manusia.

Untuk diketahui, kelenjar hipofisa berada di kepala ikan bawah otak, sementara ovaprim merupakan hormon (campuran GnRh dan Domperidone).

Hormon ini dapat dibeli di apotek, biasanya dikemas dengan botol 10 ml dan diimpor dari kanada.

Pemijahan Lele Sangkuriang Secara Alami
Di kalangan pelaku usaha pemijahan, pemijahan secara alami dikenal dengan sebutan natural spawning.

Sesuai namanya, induk dibiarkan memijah dengan sendirinya secara alami di kolam pemijahan yang berbeda dengan teknik pembenihan lele sangkuriang.

dalam hal ini, sama sekali tidak ada campur tangan manusia. Pemijahan ini sama seperti yang terjadi di alam.

Bedanya, dalam pemijahan alami di kolam pemijahan telah ditentukan dengan jelas jumlah induk yang dipijahkan sesuai dengan kebutuhan.

Wadah khusus yang digunakan untuk pemijahan alami ini dapat berupa bak tembok/kolam tembok atau kolam tanah.

Induk yang telah siap dipijah, baik jantan maupun betina, dipilih dari kolam induk.

Selanjutnya, induk dimasukkan ke kolam pemijahan yang sudah dipersiapkan. Pemasukn ini dilakukan pada pagi atau sore hari, saat suhu udara dan suhu air masih rendah agar induk tidak stress.

Adapun perbandingan jantan dan betina adalah 1:1 (satu ekor jantan dan 1 ekor betina).

Perawatan Induk Lele Sangkuriang Saat Pemijahan Berlangsung
Sebagai tempat menempelkan telur, pada wadah pemijahan dipasang kakaban yang terbuat dari ijuk.

Untuk setiap 1 kg induk betina, diperlukan sekitar 5-7 kakaban berukuran panjang 1 m dan lebar 25-50 cm.

Induk biasanya memijah pada malam hari menjelang pagi. pemijahan terjadi ketika induk betina mengeluarkan telur, yang kemudian dibuahi sperma jantan.

Telur yang dibuahi kemudian menempel pada ijuk kakaban.

Tanda-tanda proses pemijahan telah selesai adalah telur yelur yang menempel pada kakaban atau ijuk.

Keesokan harinya setelah induk selesai memijah, telur dibiarkan berada di wadah pemijahan tadi untuk ditetaskan.

Induk lele sangkuriang yang sudah memijah, baik jantan maupun betina, ditangkap dan dikembalikan ke kolam pemeliharaan induk seperti semula.

Cara lain, telur hasil pemijahan yang menempel pada kakaban diangkat dan ditetaskan di tempat lain.

Kelemahan Pemijahan Lele Sangkuriang Secara Alami
Salah satu kekurangan pemijahan secara alami ini adalah tidak adanya kepastian induk yang selesai memijah di wadah pemijahan bisa segera memijah kembali.

hal ini dilihat dari kematangan pada saat seleksi atau pemilihan induk. Bahkan berdasarkan pengalaman pembudidaya,

Induk bisa berpijah pada malam kedua atau malahan tidak memijah sama sekali. Untuk itu, pemijahan secara alami harus diawasi dan diamati secara teliti.

Pemijahan Semi Alami Lele Sangkuriang
Setelah kita mengurai teknik pembenihan lele sangkuriang, kemudian kita akan mengulas sedikit pembenihan dan pemijahan juga.

Pemijahan secara semi alami biasa dikenal dengan inducet spawning.

Sesuai namanya, pemijahan semi alami adalah kombinasi antara pemijahan buatan dan pemijahan alami.

Cara ini dilakukan dengan jalan induk diberi rangsangan/suntikan kelenjar hipofisa atau horon ovaprim dan selanjutnya dibiarkan berpijah secara alami.

Untuk induk lele jantan, dosis yang digunakan adalah setengah dari dosis induk betina.

Penyuntikan dilakukan secara instamuskular (di bawah otot) pada bagian punggung ikan.

Sesuai namanya, pemijahan semi alami terjadi setelah induk yang disuntik hormon disimpan di wadah pemijahan.

Induk akan terangsang untuk memijah akibat dorongan hormon dan selanjutnya mengeluarkan telur yang segera dibuahi oleh sperma induk jantan.

Pemijahan (ovulasi/pengeluaran telur ini) terjadi secara alami. Berdasarkan pengalaman, 

Biasanya ovulasi atau pengeluaran telur terjadi sekitar 10-14 jam setelah penyuntikan.

Bila induk telah selesai memijah, telur-telur yang akan menempel di kakaban diangkat dan diteteskan di tempat lain.

Selain itu, induk segera dikembalikan ke tempat pemeliharaan semula. Jika nanti sudah kembali matang gonad (siap memijah), induk itu dapat segera dipijahkan kembali.

Panen Larva dan Pengangkutan Larva 
Teknik pemebnihan lele sangkuriang jika sudah melalui tahap ini berarti sobat berhasil.

Larva yang telah berumur kurang lebih 5 hari dapat tetap dipelihara di tempat tersebut atau dipindahkan ke tempat lain atau langsung dijual ke daerah lain.

Agar kondisi larva tetap bagus, pemanenan dilakukan pada pagi hari saat suhu udara dan suhu air masih rendah.

Alat tangkap yang digunakan untuk memanen larva adalah scopnet. Larva yang berhasil dipanen secara hati-hati ditampung dalam baskom.

Selanjutnya, larva dihitung dengan metode volumetrik untuk mengetahui jumlahnya.

Bila larva dimaksudkan untuk dikirim ke tempat lain, sistem pengangkutan yang disarankan adalah dengan kantong plastik yang diberi oksigen.

Kantong plastik berukuran 40 X 60 cm dapat memuat larva sebanyak 20.000 - 30.000 ekor dengan lama perjalanan 6-8 jam.

Teknik Pembenihan Lele Sangkuriang


Teknik Pembenihan Lele Sangkuriang


Teknik Pembenihan Lele Sangkuriang


Teknik Pembenihan Lele Sangkuriang

Teknik Pembenihan Lele Sangkuriang


Teknik Pembenihan Lele Sangkuriang


Teknik Pembenihan Lele Sangkuriang


Teknik Pembenihan Lele Sangkuriang


Teknik Pembenihan Lele Sangkuriang


Teknik Pembenihan Lele Sangkuriang
  Nah, dirasa telah selesai teknik pembenihan lele sangkuriang pada pembahasan ini, semoga dapat memberikan jawaban bagi pemula yang ingin membuka usaha budidaya ikan.