August 24, 2017

Tahapan Pendederan Ikan Nila dari Awal Hingga Panen

Pendederan Ikan Nila Infoikan.com Benih ikan nila yang baru dipanen atau dibeli dari pedagang tidak bisa langsung dibudidayakan.

Benih sebaiknya dideder terlebih dahulu di kolam pendederan atau di jaring pendederan.

Pendederan bertujuan untuk membesarkan benih nila hingga ukuran yang diinginkan oleh petani selain ikan konsumsi.

Kolam pendederan benih ikan nila ini dapat menggunakan kolam untuk pembesaran atau bekas kolam pemijahan.

Namun, sebelumnya perlu dilakukan pengolahan kolam, seperti:
  1. Mengeringkan,
  2. Mencangkul,
  3. Memperbaiki dasar kolam,
  4. Merapikan pematang
  5. Pemupukan 
  6. Dan mengairi kembali.
Setelah itu, kolam perlu dibiarkan selama 5 hari sebelum ditebar benih.

Pendederan Ikan Nila
wikipedia.org/ikan_nila


Pendederan Ikan Nila


Pendederan ikan nila 1 merupakan pemeliharaan larva sampai berumur 20 hari dan menghasilkan benih nila berukuran 2 – 3 cm.

Dari pendederan hingga panen umumnya menghasilkan benih dengan tingkat mortalitas (kematian) 30% (tingkat hidup 70%).

Selama pendederan 1, benih ikan nila diberi pakan sebanyak 3 kali sehari berupa pelet halus dengan kandungan protein 20 – 30%.

Dosisnya sebanyak 20% dari biomassa perhari. Petani bisa menyebut benih hasil pendederan 1 dengan nama benih P1.

Benih tersebut masih bisa dibudidayakan kembali hingga didapat ukuran yang sesuai dengan keinginan petani saat menjualnya.

Selain itu, benih P1 bisa juga langsung dijual ke petani pembesar atau petani benih.

Pemanenan dilakukan denagn cara menangkap benih menggunakan jaring atau hapa.

Setelah itu, lakukan pemisahan seksing atau grading berdasarkan ukuran. Untuk menjaga keseragaman, sebaiknya panen dilakukan untuk benih yang berukuran 2 -3 cm saja.

Sisa tetap dibiarkan di kolam untuk dibudidayakan hingga ukuran sesuai yang diinginkan.

Pendederan Ikan Nila Tahap II

Pendederan II untuk membesarkan benih P1 sebelum ditebar di kolam pembesaran atau kolam budidaya.

Benih P1 yang didapat dari kolam pendederan I dimasukkan ke dalam kolam yang sudah disiapkan dengan padat tebar 75 per m2.

Selama pemeliharaan, berikan pakan berupa pelet halus dengan kadar protein 20 – 30% sesuai dosis 10% dari biomassa. Pemberian pakan diberikan tiga kali sehari.

Pemleiharaan pendederan II dilakukan selama 10 hari dan menghasilkan benih P2 dengan ukuran 3 – 5 cm.

Persentase mortalitas pada pendederan II biasanya sekitar 20%.

Pendederan Ikan Nila III


Kolam pendederan III digunakan untuk membesarkan ikan nila hasil dari pendederan II (benih P2).

Pemberian pakan dilakukan sebanyak 3 kali sehari, pagi, siang, dan sore hari. Pakannya berupa pelet halus sebesar 5% dari biomassa setiap hari.

Hasil dari pendederan 3 berupa benih ikan nila P3 yang berukuran 5 – 8 cm.
Benih ini sudah siap ditebar di kolam pembesaran budidaya atau bisa dibesarkan kembali di kolam pendederan 4.

Pendederan IV

Kolam pendederan IV merupakan kolam pemeliharaan benih P3 atau pendederan terakhir. Pemeliharaan pada pendederan 4 dilakukan selama 20 hari.

Pendederan 4 ini menghasilkan benih P4 atau benih golongan dengan ukuran 8 – 12 cm.

Benih ini dapat ditebar di kolam jaring apung atau tambak air payau.
Pakan saat pendederan 4 sama dengan pakan pendederan III yakni dengan dosis 5% dari biomassa per hari dengan interval pemberian pakan tiga kali sehari.

Itulah langkah-langkah pendederan ikan nila yang dirasa memiliki hasil yang bagus berdasarkan ilmu yang sudah diterapkan oleh petani. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.