April 13, 2017

Mengenal Ikan Bandeng Secara Detail

Mengenal Ikan Bandeng Infoikan.com Budidaya ikan bandeng (Chanos chanos) di Indonesai cukup maju. Bandeng dapat dibudidayakan di air laut, air payau, dan air tawar. Sekitar 98% bandeng diproduksi dari budidaya di tambak. Budidaya bandeng dilakukan untuk memproduksi ikan konsumsi, ekspor, dan umpan dalam penangkapan tuna dan cakalang.

Untuk cara pemanenan ikan bandeng cukup mudah, tinggal mengetahui jenis ikan bandeng saja dan mengetahui teknik bandeng secara individual. Di perairan Indonesia terdapat berbagai spesies ikan (Finfish) bernilai ekonomi tinggi, baik ikan pelagis (Ikan yang hidup di bagian atas dekat permukaan air) maupun ikan demersal (Ikan yang hidup dekat atau dasar laut). Berikut kita mengenal ikan bandeng yang memiliki rasa lezat.

Mengenal Ikan Bandeng


Mengenal Ikan Bandeng Secara Detail

Bandeng mempunyai badan memanjang seperti terpedo dengan sirip ekor bercabang sebagai tanda bahwa bandeng tergolong ikan perenang cepat. Kepala bandeng tidak bersisik, mucul kecil terletak di ujung rahang tanpa gigi, dan lubang hidung terletak di depan mata. Mata diseliputi keperak-perakan dengan punggung biru kehitaman.

Bandeng memiliki sirip punggung yang jauh di belakang tutup insang, dengan 14-16 jari-jari pada sirip punggung. 16-17 jari-jari pada sirip dada, 11-12 jari-jari pada sirip perut, 10-11 jari-jari pada sirip anus/dubur (sirip dubur/anal finn terletak jauh di belakang sirip punggung), dan pada sirip ekor berlekuk simetri dengan 19 jari-jari.

Sisik pada garis susuk berjumlah 75-80 sisik. Bandeng juga mempunyai tulang atau duri di dalam tubuhnya sebanyak 164 duri. 

Bandeng adalah ikan asli air laut yang dikenal sebagai petualang ulung, walaupun dapat hidup di yambak air payau, maupun dipelihara di air tawar. Ikan ini dapat berenang mulai dari perairan air laut yang salinitasnya tinggi, 35 ppt atau lebih (ini adalah habitat aslinya), kemudian dapat masuk mendekati ke muara-muara sungai (Salinitas 15-20 per mil) dan dapat masuk ke sungi dan danau yang airnya tawar.sehingga bandeng digolongkan sebagai ikan euryhaline.

Mengenal Ikan Bandeng

Makanan Ikan Bandeng di Alam Bebas

Bandeng digolongkan dalam herbivora, pemakan tumbuh-tumbuhan. Karena ikan ini selain memakan banyak tumbuh berupa plankton (tumbuhan dan hewan yang melayang di dalam air), juga karena ikan bandeng bergigi, pada lengkung insang terdapat alat tapisan, kerongkongan berlekuk dua kali yang berpilin-pilin, perutnya berdinding tebal dan ususya panjang, sekitar 3-12 kali pnjang badannya. 

Ciri-ciri seperti ini, dalam ichtyology (ilmu tentang ikan) digolongkan ke dalam pemakan tumbuhan atau herbivora.

Makanan yang dimakan bandeng berupa ganggang benang (Chloropyceae), Diatomae, Rhyzopoda (Amuba), Gastropoda (Siput), dan beberapa jenis plankton lainnya.

Sedangkan di tambak, bandeng dikenal sebagai pemakan klekap (tahi air atau bangkai) yang merupakan kehidupan komplek yang didominasi oleh ganggang biru (Cyanophyceae) dan ganggang kersik (Baccillariophyceae). Di samping itu, adanya bakteri protozoa, cacing, udang renik, dan sebagainya sehingga sering disebut "microbentic biological complex".

Klekap, selain terdiri dari organisme yang disebut di atas, juga masih banyak jenis-jenis organisme bentik, yang terdiri dari hewan dan tumbuhan, yang dapat dimakan oleh ikan bandeng, sehingga klekap merupakan makanan utama dalam budidaya bandeng di tambak sistem ekstensif (tradisional). 

Bandeng yang sudah dewasa, juga memakan makanan dari daun-daunan makanan tingkat tinggi seperti Najas, Ruppia, dan sebagainya. Jenis jasad yang dimakan oleh bandeng dikelompokkan ke dalam lumut, klekap, dan plankton.

Sewaktu masih muda, bandeng berenang hingga di sekitar pantai dan masuk ke muara-muara sungai, namun bandeng tetap memijah di laut. 

Bandeng mulai dewasa ketika berumur 3 tahun. Bandeng memijah di dekat pantai pada perairan yang jernih, pada ke dalaman 40-50 meter. 

Seekor bandeng betina dapat mengeluarkan telur sebanyak 5 juta sampai 6 juta butir. Telur yang dikeluarkan berdiameter sekitar 1,2 mm dan akan menetas 24-34 jam setelah pembuahan.

Larva yang ditetetaskan berukuran panjang sekitar 3,5 mm dan warnanya bening. Larva ini bersifat planktonik dan terbawa oleh arus, angin, dan gelombang hingga mencapai pantai yang biasa disebut nener. nener ini berukuran panjang sekitar 11-12 mm, berat 0,01 gr dan berumur 2-3 minggu.

Mengenal Ikan Bandeng


Benih Bandeng
Mengenal ikan bandeng umumnya sangat fantastic. Benih bandeng (dikenal dengan sebutan nener) untuk budidaya berasal dari hasil penangkapan di alam atau pembenihan terkontrol. 

Lokasi penangkapan benih bandeng adalah daerah pesisir yang landai, berpasir dengan arus yang tenang dan air jernih. Saat ditangkap benih bandeng mempunyai ukuran 11-13 mm, berat sekitar 0,01 gr/ekor, tinggi badan 1 mm, tubuh transparan, kedua matanya merupakan bintik yang berwarna hitam, dan berumur sekitar 2 minggu. Nener ditangkap dengan seser, soplat, blabar, dan nener.

Demikianlah sedikit ulasan tentang mengenal ikan bandeng secara detail ini. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba budidaya. 

Sumber: Budidaya Ikan Laut Ekonomis