June 2, 2017

Budidaya Jentik Nyamuk Pakan Burayak Ikan

Budidaya Jentik Nyamuk Infoikan.com Nyamuk adalah sejenis serangga yang termasuk dalam filum Arthropoda, kelas Insecta, subkelas Pterygota, ordo Diptera. Ini merupakan klasifikasi jentik nyamuk sebagai pakan burayak ikan.
 

Serangga ini hidup di darat dan bersayap, sehingga dapat terbang bebas kian kemari. Sepasang sayap depannya tumbuh dengan baik, tapi sepasang sayap belakangnya kuntet (tidak dapat tumbuh panjang)
 

Alat – alat mulutnya mengalami penyesuaia diri menjadi alat penusuk dan pengisap.
 

Biasanya jentik nyamuk ini digunakan sebagai pakan burayak, baik ikan hias maupun ikan konsumsi untuk mempercepat pertumbuhan karena jenis pakan alami.
 

Bagi Anda yang ingin mengkultur budidaya jentik nyamuk ini, berikut akan kami berikan langkah – langkahnya yang mudah dengan harga gratis.

Budidaya Jentik Nyamuk


Budidaya Jentik Nyamuk Pakan Burayak Ikan Alami

Jenis – Jenis Jentik Nyamuk
Kita mengenal beberapa jentik nyamuk, yaitu jenis Culex (nyamuk biasa), Anopheles (nyamuk malaria pada burung).
 

Pada umumnya nyamuk tersebut hidup di daerah tropika (daerah beriklim panas), terutama daerah yang banyak genangan airnya dan tumbuhan, seperti rawa, tambak, kolam, selokan, dan got.
 

Makanan Jentik Nyamuk
Nyamuk jantan cukup hanya makan cairan buah atau cairan tumbuh – tumbuhan. Tapi, yang betina butuh mengisap darah segar demi kelangsungan perkembangbiakannya.
 

Selain darah manusia, juga suka menghisap darah burung dan hewan menyusui. Nyamuk betina menghisap setiap waktu, dalam lama isap antara 1 – 4 menit.
 

Perkembangbiakan Jentik Nyamuk
Budidaya Jentik Nyamuk
 
Perkembangbiakan jentik nyamuk terjadi melalui perkawinan. Antara 1 – 8 hari setelah menghisap darah, nyamuk betina mulai bertelur.
 

Nyamuk jenis aedes albopictus selama 6 – 20 hari dapat bertelur 1 – 5 kali, dengan jumlah telur seluruhnya antara 11 – 152 butir.
 

Sedangkan nyamuk jenis aedes aegypti selama 8 – 30 hari dapat bertelur 1 – 7 kali, dengan jumlah telur seluruhnya 94 – 237 butir.
 

Pada umumnya jumlah telur setiap kali peneluran rata – rata antara 13 – 131 butir.
 

Telur – telurnya diletakkan di permukaan air, baik air tawar maupun air asin, tergantung jenis nyamuknya.
 

Yang disukai sebagai tempat bertelur adalah air yang menggenang, yang permukaannya banyak tumbuhan – tumbuhan atau kotoran yang mengapung.
 

Anak – anaknya (yang disebut jentik – jentik), hidup di air sebagai meroplankton (palnkton sementara). Namun, untuk pernafasannya tetap masih menggunakan oksigen dari udara yang dihisap dengan tracea.
 

Pengambilan udara tersebut terjadi pada waktu jentik nyamuk menyembulkan bagian ekornya ke permukaan air.
 

Karena bernafas melalui udara, maka jentik – jentik nyamuk dapat hidup baik di perairan yang miskin akan oksigen, seperti misalnya di selokan kota peceren (comberan).
 

Ukuran Tubuh Jentik Nyamuk
Pada umumnya bentuk tubuh jentik nyamuk ini memanjang seperti cacing, terdiri dari 12 ruas tubuh dan tidak mempunyai mata.
 

Kakinya pendek sekali, sehingga gerakannya dilakukan dengan meliuk – liuk tubuhnya.
 

Makanannya terdiri dari detritus (kotoran yang sedang membusuk di dalam air) dan juga beberapa jasad renik (seperti ganggang, ragi, bakteri, dan lainnya).
 

Untuk menjadi nyamuk dewasa, jentik – jentik harus menjadi kepompong lebih dahulu. Nyamuk Aedes aegypti, beberapa jam sampai satu hari setelah keluar dari kepompong, sudah mulai menghisap darah.
 

Sedangkan pada jenis aedes albopicgus baru setelah 3 – 4 hari.

Budidaya Jentik Nyamuk


Proses Pembibitan Jentik Nyamuk
Sebelum lanjut budidaya jentik nyamuk, untuk mendapatkan bibit jentik nyamuk kita dapat mulai dengan mengumpulkan telur – telurnya.
 

Hal itu dapat kita lakukan dengan menggunakan wadah ember plastik kecil (diameter 30 cm), yang kita isi air leri (air cucian beras), sedalam 10 – 30 cm.
 

Kemudian wadah yang bersangkutan kita taruh di tempat yang sekiranya banyak nyamuknya. Misalnya di dekat selokan atau genangan air lainnya yang disekitarnya banyak rerumputan atau tumbuhan.
 

Wadah tersebut kita atapi setinggi 10 cm di atas bibir wadah.
 

Apabila air lerinya memang bagus, maka setelah 2 – 3 hari akan berbentuk selaput tipis di permukaannya. Apabila tidak berbentuk selaput, berarti air lerinya terlalu encer.
 

Ini perlu kita ganti dengan yang lebih kental. Sekitar 3 hari sampai 5 hari masih juga belum diteluri, sebaiknya kita membuat air leri yang bagus lagi.
 

Telur – telur nyamuk yang dilepas oleh induknya akan terapung di permukaan air. Telur – telur tersebut saling menempel satu sama lain, sehingga membentuk gambaran sebuah perahu.
 

Panjangnya sekitar antara 0,5 – 1,5 cm. Pengambilan telur tersebut dapat kita lakukan dengan sepotong lidi, untuk kemudian kita pindahkan ke dalam wadah 
lain untuk ditetaskan.
 

Lidi untuk mengambil telur tersebut salah satu sisinya kita ratakan dengan pisau. Kemudian lidi kita celupkan ke dalam air sejauh 1,5 cm dari telurnya.
 

Apabila lidi kita miringkan di bawah telur, maka telur akan menempel. Selanjutnya, lidi kita angkat dan telurnya kita masukkan ke dalam wadah lainnya untuk penetasan.
 

Agar telurnya lepas dari lidi, maka lidinya kita sentil dengan jari, sehingga terjadi hentakan kecil.

Budidaya Jentik Nyamuk

Budidaya Jentik Nyamuk – Pemeliharaan

Untuk wadah penetasan budidaya jentik nyamuk nantinya juga sekaligus merupakan wadah pemeliharaan.
 

Untuk itu kita dapat menggunakan sebuah pengaron, ember plastik, ataupun wadah lainnya yang tidak terbuat dari logam.
 

Sedangkan air mediumnya juga kita gunakan air leri. Setelah jumlah telur cukup, wadahnya kita masukkan ke dalam kandang yang kita beri dinding kain kelambu. Antara 2 – 5 hari kemudian, biasanya sudah menetas.
 

Selain air leri, kita juga dapat menggunakan air biasa sebagai medium. Tapi cara berkala perlu kita beri makanan, yang terdiri dari ragi, kotoran kelinci, dan susu bubuk.
 

Atau dapat juga kita beri detritus kering yang berasal dari alam. Apabila pada dinding wadah terlalu banyak tumbuh bakteri (seperti lendir yang menempel), maka harus kita bersihkan.
 

Perawatan Jentik Nyamuk dalam Wadah
Sebenarnya kita juga dapat memelihara jentik nyamuk dewasanya di dalam kurungan kelambu itu sampai bertelur.
 

Untuk itu nyamuk deasa kita beri makan larutan gula 10% yang kita letakkan pada kapas di dalam sebuah cawan. Makanan itu perlu kita ganti setiap 3 hari sekali.
 

Tapi agar yang betina dapat bertelur, nyamuk – nyamuk tersebut harus kita beri kesempatan untuk menghisap darah segar. Walaupun tidak setiap hari, setidaknya 3 hari sekali.
 

Dalam hal ini kita masih kesulitan untuk melayani kebutuhan darah segar. Oleh karena itu, kita masih sulit untuk menternakkan nyamuk secara lengkap, yaitu baik yang dewasa maupun jentik – jentiknya.


Budidaya Jentik Nyamuk


Budidaya Jentik Nyamuk


Budidaya Jentik Nyamuk


Budidaya Jentik Nyamuk


Budidaya Jentik Nyamuk


Budidaya Jentik Nyamuk


Nah, selesai sudah langkah – langkah budidaya jentik nyamuk sebagai pakan burayak ikan alami. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba dengan hasil yang lebih maksimal.