Cara Memelihara Belut dari Bibit Hingga Dewasa yang Baik dan Benar

Cara Memelihara Belut infoikan.com Sudah tahu cara budidaya belut tanpa lumpur? Atau ingin tahu cara ternak belut sawah dengan terpal?

Melakukan kegiatan budidaya memang sangat menyenangkan. Selain anda dapat menyalurkan hobi dalam budidaya, anda juga dapat menghasilkan keuntungan dan segi ekonomi. 

Salah satu cara yang dapat dilakukan agar dapat menghasilkan keuntungan berupa materi adalah budidaya belut

Lahan yang di gunakan dapat berupa tanah lebih di sekitar rumah atau lahan sempit, sehingga dapat menghasilkan keuntungan berlimpah. Atau dapat berupa di pekarangan rumah. 

Anda juga tidak perlu modal besar, karena belut dapat hidup dimana saja tanpa mengenal keadaan atau kondisi geografis di suatu tempat. 

Berikut ada beberapa cara memelihara belut tanpa lumpur lahan sempit baik kolam terpal dalam drum, maupun dalam ember serta kolam tembok atau beton hingga panen.

Cara Memelihara Belut

Cara Memelihara Belut


SYARAT BUDIDAYA BELUT


Budidaya belut dapat di katakan mudah apabila anda mengetahui cara atau teknik yang tepat dalam melakukan ternaknya. 

1. Apabila di lihat dari kondisi geografis di suatu tempat, maka budidaya belut tidak memerlukan syarat tersebut karena belut dapat hidup dikelembaban dan curah hujan yang tidak terbatas. 

2. Perhatikan kualitas air yang di gunakan. 

3. Suhu udara berkisar antara 25-31  derajat c. 

Baca juga:

Habitat Belut di Alam Bebas

Jenis Hama dan Penyakit Belut serta Cara Menatasinya

Cara Memelihara Belut dalam Kolam

Cara Memelihara Belut


KOLAM yang di gunakan khusus untuk memelihara belut memiliki tipe yang dapat di sesuaikan denga kebutuhan anda. Misalnya, bagi anda yang memiliki lahan luas, dapat membuat kolam dengan ukuran luas dan besar. 

Dalam budidaya belut, di kenal dua tipe kolam yang dapat di gunakan sesuai dengan lokasi/ tempat anda. 

1. Tipe kolam permanen

Kolam permanen merupakan kolam yang di buat tetap atau tanpa ada perubahan. Tipe kolam ini memiliki daya tahan yangrelatif lebih lama di bandingkan dengan tipe kolam semi permanen. 

Dalam budidaya belut yang termasuk kolam permanen antara lain kolam tembok, kolam sawah. 

2. Tipe kolam semi permanen 

Kolam yang dapat berpindah-pindah posisinya. Kolam ini memiliki daya tahan  rendan dan rentan terhadap kebocoran. 

Dalam budidaya belut yang termasuk kolam semipermanen antara lain kolam terpal, kolam jaring, kolam drum/tong, dan sebagainya. 

Tipe kolam ini banyak di gunakan bagi anda yang memiliki lahan sempit, juga lebih praktis dan efisien dalam penggunaannya. 

Baca ini:

Panen dan Pasca Panen Belut yang Baik

Cara Pemijahan Belut yang Berhasil

Cara Memelihara Belut di KOLAM PEMIJAHAN 

Cara Memelihara Belut


Pemijahan sebagai proses, cara, pembuatan melepaskan telur dan sperma untuk pembuahan. Saat proses pemijahan, belut memerlukan kolam khusus. 

Dalam pembuatan kolam pemijahan ini menggunakan kolam tembok. Kolam yang di gunakan harus di buat permanen. Ukuran kolam di gunakan dalam proses pemijahan ini sekitar 10-20 m2. 

Pada kolam harus di beri pupuk kandang dan kolam harus di isi air sebanyak 20 cm.

Ada beberapa tahap yang harus anda lakukan dalam membuat kolam atau media  untuk proses pemijahan belut, antara lain sebagai berikut. 

a. Sediakan lumpur setebal 80% dari tinggi kolam. 

b. Campur kompos ke dalam lumpur hingga merata. 

c. Masukkan air hingga campuran lumpur dan kompos tampak becek. Kemudian, diamkan selama 7 hari hingga terjadi proses pematangan. 

d. Setelah terlihat jentik-jentik, jasad renik, plankton, dan kutu air dalam media, anda dapat menambahkan air. 

e. Taburkan benih belut dalam media yang sudah matang tersebut. Sebaiknya, penaburan benih belut dilakukan pada pagi atau sore hari, sehingga benih atau bibit tidak stres akibat panas terik matahari. 

yuk, baca juga:

Pemijahan Belut di Alam Bebas secara Alami

Jenis Makanan Belut Alami dan Buatan

Cara Memelihara Belut di KOLAM PEMBESARAN 

Cara Memelihara Belut


Setelah melalui proses pemasukan benih atau bibit dalam kolam pemijahan, selanjutnya yang harus anda persiapkan adalah kolam pembesaran. 

Ada dua tahapan yang harus anda lakukan dalam kolam pembesaran belut. 

1. Kolam pembesaran I, di gunakan untuk memelihara belut dengan ukuran 5-8 cm. Lama pemeliharaan belut pada kolam ini kira-kira 3 bulan atau hingga menghasilkan belut dengan ukuran 15-20 cm. 

2. Kolam pembesaran II, di gunakan untuk memelihara belut yang berukuran 15-20 cm. Lama pemeliharaan belut pada kolam ini kira-kira 3 bulan atau hingga menghasilkan belut dengan ukuran 30-40 cm. 

Cara Memelihara Belut di KOLAM PENAMPUNGAN 

Cara Memelihara Belut


Kolam penampungan biasanya di gunakan untuk menampung belut yang sudah besar dan siap di pasarkan ukuram kolam penampungan biasanya antara 500 cm x 500 cm dengan kedalaman kolam kira-kira 120 cm. 

Kola penampungan berfungsi untuk menampung belut agar tidak mengalami stres ketika dalam perjalanan menuju tempat pemasaran. 

Baca ini:

Keunggulan Belut Belut tanpa Efek Samping untuk Pria, Bumil, dan Bayi

Ciri Morfologi Belut

Cara Memelihara Belut pada MEDIA BUDIDAYA BELUT 

Cara Memelihara Belut


Seperti dikatakan sebelumnya bahwa budidaya belut sangatlah mudah karena belut dapat hidup dimana saja tanpa mengenal ketinggian tempat, suhu, iklim, cuaca, dan sebagainya. 

Bagi anda yang tidak memiliki lahan luas untuk budidaya belut, anda dapat memanfaatkan lahan sempit yang ada di pekarangan rumah. 

Namun, ketersediaan air di suatu lokasi juga harus diperhatikan. Sebaiknya, dalam membudidayakan belut harus menggunakan air yang bersih. 

Air tersebut harus bebas dari pencernaan limbah plastik, pestisida, limbah detergen dan sebagainya. Karena mengandung kaporit yang tidak baik untuk perkembangan belut. Ada pun suhu terbaik untuk belut berkisar antara 25-31 derajat c. 

Hal pertama yang harus anda lakukan saat ingin membudidayakan belut adalah mempersiapkan media budidaya tempat atau lokasi yang tepat untuk budidaya dan media berupa bubur lumpur yang sudah melalui proses pengolahan terlebih dahulu. 

Ada beberapa media yang dapat di gunakan sebagai tempat atau lokasi yang baik untuk budidaya belut, sehingga belut dapat berkembangbiak dengan baik. 

Baca juga yuk,,

Jenis Makanan Belut yang Bagus untuk Pertumbuhan

Cara Memelihara Belut dalam Tong/drum

Cara Memelihara Belut


Bagia anda yang tidak memiliki lahan luas untuk budidaya belut, anda dapat memanfaatkan media berupa drum/tong, sehingga lahan yang di butuhkan sangat sedikit. 

Kekurangan dari media ini adalah memiliki udara yang sangat panas, karena kondisi drum yang tertutup. 

Kedua jenis drum ini memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Pada drum yang terbuat dari bahan plastik memiliki umur yang cukup panjang di banding drum seng karena tidak mudah bocor akibat karat yang mengakibatkan drum berlubang. 

Cara Memelihara Belut bersama Mina padi 

Cara Memelihara Belut


Sebagai media budidaya belut merupakan langkah yang tepat karena sesuai dengan habitat yang asli dari belut sawah yang akan anda pelihara. 

Terkadang cara ini juga tidak efektif  karena sering di temukan belut yang lolos keluar dari media. Untuk itu, anda dapat menggunakan bantuan media berupa jaring atau terpal agar belut tidak mudah kabur dari media. 

Cara membuat kolam terpal menggunakan mina padi adalah dengan memasukkan sebagian terpal ke dalam tanah, lalu bagian atas media di tanami padi. 

Cara Memelihara Belut di Kolam tembok 

Cara Memelihara Belut


Ada dua cara yang dapat anda lakukan untuk memelihara belut dalam kolam tembk, yaitu. 

a. Kolam bisa di buat di atas permukaan tanah yang sejajar dengan dasar kolam
b. Kolam dapat di buat dengan cara membuat lubang tanah, sehingga dinding kolam tampak beberapa centimeter di atas permukaan tanah tempat memelihara belut. 

Bahan utama pembuatan kolam tembok ini dapat menggunakan batu kali, batu bata, maupun batako yang di rekatkan dengan campuran semen dan pasir. 

Cara Memelihara Belut di Kolam terpal 

Cara Memelihara Belut


Ada dua cara yang dapat anda lakukan saat akan membuat kolam terpal untuk budidaya belut, yaitu. 

a. Kolam terpal yang di sambungkan dengan bambu atau pipa ledeng. 
b. Kolam terpal yang di beri lubang. Cara nya dengan melubangi atau menggali tanah sedalam 0,5-0,75 m atau sesuai kebutuhan. Kemudian, lapisi galian kolam dengan terpal sesuai dengan ukuran yang sudah di buat. 

Cara Memelihara Belut di Kolam jaring 

Cara Memelihara Belut


Selain untuk ternak ikan air tawar, mas, nila, gurame, lele dan sebagainya. Kola jaring juga dapat di gunakan untuk budidaya belut. 

Ada beberapa hal yang anda harus perhatikan dan lakukan saat akan membuat kolam terpal, antara lain. 

a. Air yang akan di gunakan harus memiliki ke  dalaman yang sama dengan lapisan media yang akan di gunakan. Apabila lapisan media setinggi 100 cm dan tinggi air 7-12 cm, maka kedalaman air kolam mencapai 0,95-0,1 m. 

b. Jaring yang akan di gunakan untuk budidaya belut sebaiknya memiliki bentuk seperti kolam dengan sisi atas tampak terbuka.

c. Buatlah pasak-pasak dari bambu setinggi jaring sebagai kerangka jaring, sehingga tidak mudah goyah dan tetap kokoh. 

d. Ikatkan sisi jaring pada pasak tiang bambu. 

e. Langkah terakkhir, anda dapat memasukkan median yang akan di gunakan untuk budidaya belut. 

BAHAN yang di PERLUKAN dalam Memelihara Belut

Cara Memelihara Belut


1. TANAH LUMPUR 

Lumpur merupakantempat terbaik untuk keberlangsungan hidup belut. Lumpur memiliki fungsi sebagai penahan suhu udara agar tidak panas. 

Sebab, belut tidak suka dengan suhu panas. Tanah lumpur yang baik untuk budidaya belut sebaiknya yang tidak lengket dan ulet, karena akan mempersulit belut untuk membuat lubang. 

2. HUMUS

Humus dapat di  gunakan  sebagai bahan utama dalam budidaya belut. Humus biasanya berasal dari  sisa tumbuhan, dedaunan kering, akar cabang, daun, dan batang tumbuhan yang mengalami proses pembusukan dengan bantuan mikroorganisme secara alami. 

3. PUPUK KOMPOS 

Pupuk kompos sangat membantu proses perkembangbiakan belut yang ada dalam suatu media. Pupuk kompos dapat diperoleh dari hasil pelapukan dan penimbunan berbagai jenis dedaunan, alang-alang, jerami, kotoran ewan, atau sampah organik. 

Untuk mempercepat proses pelapukan pada kompos dengan cara merangsang perkembangan bakteri pengurai dapat menggunakan bantuan manusia. 

4. JERAMI 

Jerami merupkan batang padi yang sudah kering, jerami juga dapat di gunakan sebagai bahan organik untuk menyuburkan media budidaya. Belut yang di beri media berupa jerami akan merasa hangat dan terlindungi. 

5. SEKAM PADI 

Sekam padi merupakan kulit padi dari sisa biji yang sudah di tumbuk. Meskipun sekam padi termasuk limbah, tetapi setelah dapat di gunakan sebagai media budidaya belut. 

6. DEDAK 

Dedak masih sama berasal dari limbah kulit padi, tetapi melalui proses pengolahan, sehingga agar menjadi serbuk halus. 

7. PELEPAH PISANG 

Pelepah pisang yang akan di gunakan sebagai media budidaya sebaiknya harus melalui proses pemeraman selama 1 minggu agar tidak terlalu lama mengalami pembusukan di dalam media budidaya. 

Sementara itu, pelepah pisang kering memiliki fungsi seebagai bahan organik media pemeliharaan. 

8. AMPAS DAN LIMBAH CAIR TAHU 

Sebagian peternak memanfaatkan ampas tahu sebagai pakan ternak, seperti kuda, sapi, babi, dan sebagainya.

Pemberian ampas tahu dan limbah cair  juga sangat baik digunakan sebagai media tambahan pada kolam belut. 

Pemberian ampas dan limbah tahu pada kolam akan merangsang tumbuhnya mikroorganisme. 

9. AMPAS KELAPA 

Dengan memberikan ampas kelapa pada kolam akan merangsang munculnya belatung, cacing, dan berbagai jenis jasad renik lainnya. 

10. AIR 

Air memiliki peran penting dalam pemeliharaan belut. Sebab, air berfungsi untuk mengatur kelembaban dan pengontrolan suhu udara dalam media. 

11. Limbah rumah tangga 

Jenis-jenis limbah rumah tangga yang dapat di jadikan sebagai media dalam kolam belut antara lain nasi, sayuran, dan buah-buahan busuk. 

Limbah rumah tangga organik mengandung lalat untuk bertelur, sehingga menjadi belatung yang sangat di sukai belut. 

12. Biotanah 

Di gunakan sebagai cara untuk merangsang dan mempercepat proses fermentasi bahan media untuk budidaya belut. 

13. Tanaman air 

Tanaman air yang dapat di gunakan untuk budidaya belut antara lain padi, kangkung air, lumut, eceng gondok, atau kayu apu. 

Tanaman air ini berguna untuk melindungi belut dari terik matahari yang terlalu menyengat. 

Cara Memelihara Belut saat PEMILIHAN BIBIT 

Cara Memelihara Belut


Anda menggunakan bibit dari hasil budidaya karena tidak mudah terkena hama dan penyakit yang akan menghambat pertumbuhannya. 

Pemilihan bibit untuk dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu. 

1. Bibit yang di hasilkan dari perkawinan antara belut sawah dan belut rawa. 
2. Bibit yang di peroleh dari hasil tangkapan menggunakan bubu. 

Jenis bibit belut yang bagus untuk di ternakan adala bibit yang memiliki warna rata di bagian punggung, yaitu warna kuning kecoklatan. 

Pada bagian ekornya terdapat coretan atau garis seperti batik berwarna kuning atau oranye. Agar memperoleh belut dengan kualitas baik dan tidak menghasilkan keturunan yang abnormal, diperlukan syarat pemilihan yang tepat. 

a. Memiliki ukuran tubuh kecil 
b. Memiliki warna kuning kecoklatan 
c. Usia bibit belut berkisar 2-4 bulan
d. Belut memiliki kelamin ganda
e. Pada bagian tubuh terlihat tidak cacat.
f. Gerakan belut terlihat lincah dan agresif
g. Belut terlihat sehat. 

Induk yang baik dapat di kenal dari penampilannya. Anda harus mengetahui ciri-ciri yang tampak dari induk betina dan induk jantan belut. 

Ciri induk belut betina yang bagus


- Memiliki ukuran panjang 20-30 cm
- Usia di bawah sembilan bulan
- Memiliki bentuk kepala runcing
- Permukaan kulit memiliki warna cerah atau lebih muda 
- Pada bagian punggung memiliki warna hijau muda
- Pada bagian perut berwarna putih kekuningan. 


Ciri induk belut jantan yang baik dan bagus serta berkualitas


- Memiliki ukuran panjang lebih dari 40 cm. 
- Usia di atas sepuluh bulan
- Permukaan kulit berwarna gelap atau abu-abu
- Memiliki bentuk kepala tumpul 

1. UMUR BIBIT Belut yang Bagus

Bibit yang berkualitas baik untuk di jadikan bibit adalah bibit belut yang berumur 2-4 bulan. Sebab, pada usia 2-4 bulan, bibit belut sudah cukup dewasa untuk melakukan pembesaran. 

2. Ukuran bibit belut untuk budidaya

Disarankan dalam budidaya belut sebaiknya menggunakan bibit belut dengan ukuran antara 5-8 cm akan lebih tahan terhadap serangan berbagai jenis penyakit. 

Selain itu, bibit belut dengan ukuran ini tidak mudah stres dan perilakunya sudah mendekati ukuran belut dewasa. 

3. Penampilan bibit yang baik 

Perilaku atau tingkah laku seseorang dapat di lihat dari penampilannya. Hal itu bukan hanya berlaku untuk manusia, ternyata pemilihan bibit belut itu sendiri. 
Misalnya, untuk jenis belut sawah, penampilannya memiliki warna coklat kekuningan, tetapi lebih gelap. 

4. Ukuran bibit untuk kolam yang sama harus seragam 

Selain bibit yang berukuran 5-8 cm, ternyata jenis belut yang akan di gunakan untuk bibit juga harus memiliki ukuran yang sama dalam setiap kolamnya. 

5. Bibit tidak stres 

Pemilihan bibit belutyang tudak mengalami stres sangat perlu dilakukan oleh anda. Bibit belut yang di beli atau di pindahkan dari jarak jauh akan mengalami stres karena mengalami perjalanan yang cukup jauh. 

Hal yang dapat anda lakukan adalah dengan menyeleksian bibit belut dalam sebuah ember bersamaan dengan air bawaannya dan di tambahkan air secukupnya. 

Berdasarkan hal tersebut, anda dapat mengetahuibahwa bibit yang berenang aktif menandakan bibit tidak stres, sedangkan bibit yang mengambang dengan kepala di atas menandakan bibit stres. 

6. Bibit tida cacat atau terkena penyakit 

Pemilihan bibit yang tidak cacat atau terkena penyakit juga sangat penting dilakukan. Luka kecil yang ada pada tubuh belut akan menimbulkan infeksi yang dapat mematikan belut. 

Cara Memelihara Belut setelah masa PERKEMBANGBIAKAN dan PENETASAN BLUT 

Cara Memelihara Belut

Cara Memelihara Belut


Cara Memelihara Belut terutama bibit belut yang sudah anda pilih untuk di jadikan sebagai induk  bagi anak-anaknya nanti harus di pelihara sebaik mungkin agar menghasilkan keturunan yang baik dan tidak mati di usia muda.

Perkawinan belut terjadi dengan cara induk jantan mendekati induk betina secara beramai-ramai ke berbagai arah tepian sawah atau kolam yang dangkal di bentuk lubang perkawinan menyerupai huruf U. 

Setelah induk betina menghampiri induk jantan, terjadilah perkawinan. Dalam perkawinan tersebut, induk betina akan mengeluarkan telur-telur yang di simpan di sekitar bawah busa yang mengapung pada permukaan air. 

Telur yang sudah di buahi akan di jaga oleh induk betina dengan cara di semburkan dan di simpan di lubang persembunyian yang di rasa aman. 

Telur-telur yang di jaga oleh induk jantan tersebut akan menetas dalam waktu 8-10 hari. Namun, apabila anda memelihara dikolam pendederan atau pemijahan, telur-telur tersebut akan menetas selama 12-14 hari.

Saat menetas anak belut memiliki warna kuning, lambat laun mengalami perubahan menjadi warna coklat muda. Selama 2 mingguan, telur-telur yang baru saja menetas masih berada di bawah asuhan dan pengawasan induk jantan. 

Setelah berumur 15 hari, anak-anak belut tersebut sudah dapat berenang dan berjajar mencari makanan sendiri. 

Cara Memelihara Belut pada Tahap pembesara I 


a. Penyeleksian bibit
b. Menentukan kepadatan bibit
c. Penebaran bibit dengan baik 

Cara Memelihara Belut pada Tahap pembesaran II 


a. Penyeleksian bibit 
b. Menentukan kepadatan bibit 

Cara Memelihara Belut yang Bagus dan TIPS BUDIDAYA BELUT yang Berhasil

Cara Memelihara Belut

Cara Memelihara Belut


Sebuah tips sangat berarti bagi anda yang ingin mulai usaha budidaya belut. 

1. Perhatikan suhu udara yang baik untuk budidaya belut
2. Sediakan lahan yang cukup untuk pembenihan dan pemeliharaan belut
3. Perhatikan kualitas air. 
4. Sediakan bibit yang berkualitas. 
5. Gunakan pakan yang bermutu dan bergizi seperti cacing tanah, bekicot, serangga, ikan kecil. 

Selesai sudah bagaimana tahapan cara memelihara belut yang bagus dan baik sesuai standar perawatan dalam budidaya, baik di lahan sempit tanpa lumpur, dalam drum bekas, kolam air jernih tanpa lumpur, serta kolam tembok cepat besar dari bibit belut sawah yang diambil menggunakan ember.
loading...

0 komentar