Pembenihan Ikan Keli (Lele Keli) bagi Pemula serta Cara Meraawatnya

Pembenihan Ikan Keli inFoikan.Com Salah satu aspek penting dalam budidaya ikan adalah ketersediaan benih, baik kuantitas, kualitas, dan kontinuitas. 

Pembenihan Ikan Keli  - LOKASI DAN FASILITAS PEMBENIHAN 

Lokasi lahan untuk usaha pembenihan ikan lele keli sebaiknya tidak lebih 600 m di atas permukaan laut. Air yang di butuhkan tidak perlu terlalu jernih, asalkan debitnya cukup untuk mengganti air kolam. 

Penggantian air tidak perlu setiap hari, cukup seminggu sekali. 

Namun, jika air terlalu keruh atau berwarna cokelat karena mengandung banyak partikel tanah maka perlu di endapkan di dalam kolam pengendapan sebelum di masukkan ke dalam kolam pembenihan. 

Sedangkan fasilitas pembenihan di sesuaikan dengan teknik yang diterapkan. Ikan lele keli dapat di benihkan pada kolam sempit berukuran 2 m2 sampai kolam luas. 

Untuk cara pembenihan ikan keli (lele keli) yang lebih intensif di butuhkan fasilitas-fasilitas sebagai berikut. 

Pembenihan Ikan Keli

Pembenihan Ikan Keli


Pembenihan Ikan Keli - Kolam pemeliharaan induk 


Kolam pemeliharaan induk berfungsi sebagai kolam khusus yang di gunakan untuk memelihara induk. Lihat juga youtube ternak ikan keli yang sudah beredar.

Kolam ini di gunakan sebagai tempat membesarkan ikan-ikan yang kemudian di jadikan induk atau memelihara ikan sampai matang gonad dan sebagai tempat induk-induk ikan yang telah selesai di pijahkan. 

Kolam pemeliharaan induk biasanya di sediakan sebanyak 2 buah, satu untuk induk jantan dan satu lagi untuk induk betina. 

Ukuran kolam tergantung dari kebutuhan maupun lahan yang tersedia. Ukuran kolam yang umum antara 100-400 m2. 

Pembenihan Ikan Keli - Kolam pemijahan 


Kolam pemijahan berfungsi untuk mempertemukan induk jantan dan induk betina yang telah matang telur. 

Bila lokasi yang tersedia tidak mencukupi, maka kolam pemijahan dan kolam pemeliharaan induk cukup, satu kolam saja. 

Salah satu usaha yang berkembang saat ini adalah peternakan ikan keli di malaysia, dimana disana ternyata banyak sekali para bredeernya.

Pembenihan Ikan Keli - Kolam penetasan telur 

Pembenihan Ikan Keli


Kolam penetasan telur di gunakan untuk menetaskan telur-telur yang terbuahi. Selain di lakukan di kolam penetasan khusus, penetasan telur juga di lakukan di tempat lain, seperti paso, bak beton, corong, atau di hapa. 

Penetasan telur juga di lakukan pada kolam pemeliharaan induk dan kolam pemijahan. Bahkan dalam satu kolam, beberapa kegiatan dapat di gabungkan. 

Baca juga:
Panduan Lengkap Budidaya Ikan Hias 
Cara Budidaya Cupang Koi
Budidaya Ikan di Pekarangan Tambah Penghasilan

Usaha Budidaya Ikan untuk Pemula

Pembenihan Ikan Keli - Kolam pemeliharaan larva 


Kolam pemeliharaan larva di gunakan untuk memelihara larva. Larva yang sudah lepas dari induknya, dapat mencari makan sendiri, tetapi masih lemah dan belum dapat berenang cepat. 

Kolam yang di gunakan dapat berupa kolam tanah, kolam beton atau pun di sawah. Ukuran kolam biasanya antara 100-600 m2. 

Pembenihan Ikan Keli - Kolam pemeliharaan benih 

Pembenihan Ikan Keli


Kolam pemeliharaan benih di gunakan untuk memelihara anak ikan pasca larva. Kolam dapat berupa kolam tanah, kolam beton atau di sawah. 

Ukuran kolam untuk pemeliharaan benih antara 250-600 m2. Pada pembenihan yang lebih maju, kolam pemeliharaan benih terdiri dari beberapa buah, yaitu kolam pemeliharaan benih I,II, dan III.

Pembenihan Ikan Keli - PEMILIHAN INDUK DAN PEMELIHARAANNYA 

Pembenihan Ikan Keli


Pada waktu memilih calon induk tidak perlu di perhatikan beberapa tanda, sepeti badan ikan bersih, berwarna mulus, tidak cacat, tidak pucat dan bergerak aktif dan lincah. 

Calon induk yang terpilih di tampung  dalam kolam pmeliharaan induk. 

Kepadatan kolam induk untuk setiap 2 m2 diisi enam ekor calon induk keli kampung. 

Selama dalam kolam, induk di beri makanan yang banyak mengandung protein. 

Hal ini yang perlu di perhatikan adalah bahwa induk yang muda akan memberikan hasil yang kurang memuaskan. 

Lele keli yang di jadikan induk sudah harus mencapai umur 9 bulan, berat 200 gram dengan panjang 20-25 cm untuk innduk jantan dan umur 12 bulan, berat 300  gram dan panjang 20-25 cm induk betina. 

Semakin besar dan tua dari usia tersebut maka semakin banyak produksi telur maupun spermanya. 

Telur dan sperma mulai berkurang bila induk telah mencapai umur 4 tahun. 
Induk jantan dan betina dapat di bedakan dengan melihat seks sekundernya. 

Pada ikan jantan dan tubuhnya berwarna merah cerah dengan tepi sirip serta papilla genital berwarna kemerahan. 

Induk jantan juga mempunyai alat kelamin yang runcing. Sedangkan pada induk betina dapat di kenali dari perutnya gendut penuh berisi telur dan menggelantung ke arah anus, bila di pegang perutnya terasa lembek, dinding perut kelihatan tipis, dan papilla genital berwarna merah serta membentuk bulat. 

Sebaiknya ukuran individu induk jantan hampir sama dengan induk betina untuk setiap kali pemijahan, serta jumlah beratnya sama antara induk jantan dan betina. 

Dengan demikian di harapkan pembuahan telur dapat berlangsung dengan merata. 

Induk-induk yang telah terpilih di kolam pemeliharaan induk. Perawatan induk di lakukan secara terpisah antara ikan jantan dan ikan betina. 

Dengan memisahkan perawatan induk dan calon induk maka di peroleh keuntungan antara lain tidak terjadi pemijahan liar, pemasangan induk dapat di atur, proses pematangan gonad berlangsung lebih cepat dan penjadwalan pemijahan dapat di lakukan lebih tepat. 

Namun perawatan induk dengan cara ini memerlukan lebih banyak kolam. Kolam induk di tempatkan di lokasi yang mudah di awasi, seperti dekat kantor atau rumah jaga. 

Dekat kolam pemijahan, mudah di jangkau dengan alat angkut, aman dari gangguan hama, ketersediaan air cukup, tersedia penerangan pada malam hari dan berada dalam lingkungan nyaman yang terlindung terhadap terik sinar matahari langsung. 

Untuk perawatan induk sebaiknya ikan-ikan tersebut di pelihara dalam kondisi tunggal jenis dan tunggal kelamin serta dalam kepadatan tidak lebih dari 4-6 ekor per 2 m2, sehingga pembagian pakan akan lebih merata agar tidak menghambat perkembangan gonad ikan. 

Pembenihan Ikan Keli – Cara PEMIJAHAN Lele Keli

Pembenihan Ikan Keli


Pemijahan lele keli dapat di lakukan dengan dua cara yaitu secara alami dan buatan atau populer dengan hipofisasi. 

Pemijahan secara alami dapat di lakukan dengan cara berpasang-pasangan dan secara massal. 

Pengamatan tingkat kematangan gonad umumnya lebih banyak dilakukan terhadap induk betina. 

Pengamatan gonad di lakukan untuk meningkatkan kemungkinan keberhasilan pemijahan.

Keberhasilan pemijahan di tentukan olehkematangan telur dan sperma. 

Pengamatan tingkat kematangan gonad dapat di lakukan di laboratorium dengan menggunakan mikroskp atau di lapangan dengan menggunakan tanda-tanda umum. 

Untuk menentukan tingkat kematangan gonad secara laboratoris di lakukan dengan berpedoman pada kriteria dara, dara berkembang perkembangan I, perkembangan II, mijah, dan salin, dan pulih salin. 

Pembenihan Ikan Keli - Pemijahan sistem pasangan

Disebut pemijahan sistem pasangan karena memang induk lele keli yang di pijahkan dilakukan secara berpasangan dalam sebuah wadah yang relatif sempit. 

Dalam sistem ini, keberhasilan pemijahan sangat tergantung dari pembenihan dalam memilih induk untuk di pasangkan. 

Pemijahan ini kadang disebut sistem perkosaan karena memang induk-induk yang di pasangkan di paksa untuk memijah. 

Kolam yang di gunakan untuk pemijahan sistem ini relatif sempit. Misalnya 1 x 1 m2 atau 1 x 2 m2 dengan kedalaman 0,5-0,6 meter. 

Di tengah kolam pemijahan di buat cekungan untuk memudahkan penangkapan benih. 

Pada dasar cekungan di buat saluran pengurasan air dengan mempergunakan pipa paralon yang berdiameter 1,5 inci. 

Pipa pengurasan ini tidak mutlak ada karena pengurasan dapat di lakukan dengan menggunakan selang plastik. 

Kolam di lengkapi dengan sarang pemijahan yang di buat dari tumpukan batu bata berukuran 30 x 30 x 30 cm atau 40 x 40 x 40 cm. 

Tumpukan batu bata di buat membentuk segi empat yang salah satu sisinya terbuka untuk keluar masuk induk ikan. 

Setelah persiapan selesai, kolam di isi air setinggi 30-40 cm dan di biarkan beberapa hari agar kualitas air stabil. 

Untuk membuat suasana alami di kolam, maka di beri beberapa eceng gondok yang rimbun akarnya. 

Pemasukan sepasang induk lele keli ke dalam bak sebaiknya di lakukan pada sore hari antara 16.00-17.00. ini di lakukan untuk memberi kesempatan induk ikan beradaptasi sehingga terhindar dari stres akibat fluktuasi suhu air tinggi. 

Pembenihan Ikan Keli - Pemijahan sistem massal 

Pembenihan Ikan Keli


Pemijahan sistem massal adalah suatu cara pemijahan dengan menempatkan beberapa pasang induk jantan dan betina yang matang 
kelamin ke dalam kolam pemijahan yang telah dilengkapi degan sarangg-sarang penelusuran  pada bagian pinggirnya. 

Jumlah induk jantan dan betina di sesuaikan dengan jumlah sarang. 

Ukuran kolam yang dibuat sangat bervariasi, dari ukuran 25 m2 sampai 300 m2, berbentuk persegi panjang. 

Kolam di lengkapi dengan pintu pemasukan dan pengeluaran. Kedalaman kolam bervariasi antara 1-1,5 meter dengan dasar kolam sedikit berlumpur. 

Sarang penelusuran di buat di sepanjang sisi pematang dengan jarak antara sarang yang satu dengan lainnya 1 meter. 

Persiapan kolam meliputi pengeringan, pengapuran, dan pemupukan. Pengeringan di lakukan 3-7 hari untuk mematikan bibit penyakit dan ikan liar. 

Kemudian kolam di kapur dengan dosis 25-200 gram dan pemupukan dengan menggunakan pupuk kandang 500-700 gram, urea 15 gram, dan tsp 20 gram. 

Bisa juga di tambahkan ammonium nitrat 15 gram. 
Kemudian klam di aliri hingga batas di bawah lubang sarang penelusuran, sehingga sarang penelusuran tetap kering. 

Setelah 5-7 hari kemudian induk jantan dan betina di masukkan ke dalam kolam pemijahan. 

Bersamaan denan itu pemasukan air di tambah sehingga mencapai ketinggian 10-15 cm di atas dasar sarang penelusuran. 

Selama di kolam pemijahan, induk di beri makanan yang cukup sebanyak 5-10 % berat total ikan. Makanan di berikan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. 

Pembenihan Ikan Keli - PENETASAN TELUR DAN PEMELIHARAAN LARVA 

Pembenihan Ikan Keli


Dalam kondisi alamiah, telur-telur ikan lele keli akan menetas dalam waktu 1-2 hari setelah pembuahan. Penetasan sebaiknya di lakukan di hapa yang di lengkapi aerator pada air yang mengalir pelan. 

Ini di lakukan agar lemak atau lapisan minyak yang ada pada telur tidak mengganggu kualitas air. 

Pada kisaran suhu 25-28 derajat c, kandungan oksigen 5-6 ppm dan amonia di bawah 0,1 ppm, maka selama kurang 2 hari telur-telur akan menetas. 

Larva umur 7 hari dapat di pelihara di kolam tanah atau bak beton. Untuk memudahkan pengawasan, ukuran bak-bak jangan terlalu besar, dapat berukuran 1 x 2 meter atau 2 x 2 meter. 

Padat tebarnya pun di atur jangan terlalu padat, cukup 100-120 ekor/m2. untuk mempercepat larva lele umur 1 minggu atau berbobot 1 gram sampai menjadi benih ikan siap tebar, maka anak ikan lele keli perlu pakan dengan porsi dan kandungan gizi yang cukup. 

Pakan di berikan setiap hari secara teratur. Untuk menghindari pencemaran air, pakan di berikan sedikit-sedikit, sekali habis, dan jangan berlebihan namun dengan frekuensi sering. 

Selain jangan memberi jumlah pakan yang berlebih, untuk menjaga kualitas air tetap baik, sebaiknya juga di lakukan penggantian air total seminggu sekali. 

Pembenihan Ikan Keli - PEMELIHARAAN BENIH PASCA LARVA 


Pemeliharaan benih di lakukan setelah tahap perawatan larva, yaitu saat benih lele keli berumur 30 hari atau lebih. 

Untuk memudahkan pengelolaan maka pemeliharaan benih lele keli di batasi sampai ikan mencapai ukuran 8-15 cm atau mencapai bobot 10-50 gram/ekor. 

Pemeliharaan benih tahap ini biasanya di sebut juga pendederan  atau pengipukan, yaitu pemeliharaan benih ikan lele keli yang mencapai umur 30 hari. 

Pemeliharaan di lakukan di kolam tanah atau di sawah. Ukuran kolam untuk pemeliharaan benih sebaiknya tidak terlalu luas agar mudah di lakukan pengawasan. 

Bila dipergunakan kolam tanah, luasnya tidak lebih dari 500 m2. luas kolam yang ideal adalah 100 m2. kolam tanah di pupuk terlebih dahulu sebelum di tebari benih agar pakan alami dapat tumbuh. 

Pupuk yang di gunakan adalah pupuk kandang. Pupuk organik untuk kolam ikan lele dapat di gunakan dosis tinggi, yaitu 500 kg untuk kolam seluas 100 m2. pupuk tersebut sebaiknya di tebarkan di bagian pinggir kolam. 

Kolam di beri pelindung agar sinar matahari tidak terlalu kuat/panas. Pelindung dapat berupa daun kelapa atau daun pisang yang di apungkan di permukaan air atau di tancapkan di dasar kolam. 

Kemudian air di masukkan sedalam 20 cm. Pemasukan air sedalam ini di masukkan agar penguraian pupuk di dalam kolam berlangsung lebih cepat. 

Pada hari ke 5 permukaan air di naikkan lagi hingga mencapai 40-70 cm. Pada hari ke-7, benih lele keli dapat di tebar ke kolam. 

Benih ikan lele keli yang berumur 30 hari, di tebar dengan kepadatan 100-200 ekor/m2. pemeliharaan di kolam ini di lakukan selama 30 hari untuk mendapatkan lele keli sebesar 5-7 cm atau berat per individunya mencapai 8-10 gram. 

Penggantian air sering di lakukan, agar airnya selalu segar dan cukup oksigen. Pemasukan air baru sebaiknya di lakukan pagi dan sore selama 1-2 jam. 

Pemasukan ini di iringi dengan pembuangan air yang seimbang. Air yang masuk harus jernih agar benih tidak terganggu oleh endapan lumpur. 

Jika air keruh maka di endapkan dahulu di kolam pengendapan. 

Setelah masa pemeliharaan 30 hari, angka mortalitas benih dapat mencapai 20-30%. namun, angka tersebut masih normal. 

Setelah pemeliharaan 4 minggu, panjang badan benih telah mencapai 5-7 cm. 

Pada ukuran tersebut benih sudah dapat di jual kepada petani atau di pelihara untuk memperoleh benih yang lebih besar. 

Diharapkan bagi Anda yang ingin membuka usaha lele, kuasai mulai dari pembenihan ikan keli (lele keli) ini mulai dari dasar hingga membentuk sebuah bisnis yang menjanjikan.
loading...

0 komentar