Masa Panen Ikan Kerapu dan Pasca Panen untuk Pemula yang Baik

Panen Ikan Kerapu infoikan.com Hasil akhir pemeliharaan ikan adalah panen dan merupakan saat yang di nanti-nanti oleh para pembudidaya. Hal ini tidak kalah pentingnya dengan tahapan-tahapan budidaya lainnya. 

Ketrampilan serta kecepatan dalam melakukan panen adalah kunci keberhasilan dalam pemanenan kerapu. 

Penanganan panen dan pengangkutan yang tidak hati-hati bisa berakibat fatal dan kerugian. Berdasarkan segmennya, ada panen terbagi menjadi panen benih dan panen konsumsi. 

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil panen ikan kerapu antara lain kualitas pakan, lokasi budidaya, jumlah ikan yang ditebar, frekuensi pemberian pakan, jumlah yang diberikan, serta pencegahan dan penanggulangan hama penyakit. 


Panen Ikan Kerapu

Panen Ikan Kerapu


Pemanenan Ikan Kerapu


Kerapu yang di panen bisa berupa benih dan ukuran konsumsi. Hal itu erat kaitannya dengan umur. 

Panen dapat dilakukan sebagian ataupun semuanya. Bila yang di panen benih, hasilnya dapat di pelihara lagi sampai masuk ukuran yang di inginkan. 

Kerapuukuran benih masih rawan stres sehingga bisa menimbulkan kematian jika penanganan panen yang dilakukan tidak benar. 

Sementara itu, kerapu berukuran konsumsi harus hati-hati dengan duri yang berada pada siripnya. 

Panen sebaiknya di lakukan pada saat suhu rendah, yaitu pada pagi hari sekitar 05.00-08.00 atau sore hari sekitar 14.00-18.00. 

Jika panen dilakukan pada suhu tinggi, ikan akan mudah stres, melemah, dan akhirnya mati. Berikut penyebabnya. 

- suhu yang panas membuat suhu air juga meningkat dan mengakibatkan ikan kepanasan sehingga memacu metabolisme ikan. 

- saat panen, kepadatan ikan menjadi terlalu tinggi dengan volume air terbatas serta kebutuhan oksigen yang tinggi pula. Hal itu menyebabkan ikan melemah karena kandungan oksigennya menurun. 

Keterbatasan oksigen di air dapat memenuhi kebutuhan ikan yang ada di dalamnya.
Baca juga:
7 Jenis Ikan Kerapu Cantik dan Gambarnya
Teknik Budidaya Ikan Kerapu di Kolam untuk Pemula
Penyakit Ikan Kerapu dan Cara Mengatasinya

Panen Ikan Kerapu - PANEN BENIH Ikan Kerapu

Panen Ikan Kerapu


Panen benih di lakukan ketika sudah mencapai ukuran yang diinginkan, terutama untuk pendeder atau pelaku pembesaran. 

Hal-hal yang perlu diperhatikan agar panen berjalan dengan baik adalah persiapan alat panen, peralatan yang dilakukan untuk panen benih kerapu adalah skupnet serta wadah penampung benih. 

Waktu pengangkut benih sebaiknya juga dilakukan pada saat suhu rendah. Berikut tahap panen benih. 

- air di dalam wadah di kurangi hingga tersisa 1/3 volume awal
- benih di giring ke sudut sehingga lebih mudah di tangkap. 
- benih yang terkumpul di sudut di tangkap  dengan skupnet. 
- benih di masukkan ke dalam wadah yang sudah di beri aerasi. 

Sudah merupakan rahasia umum bahwa kebutuhan pasar benih kerapu berbeda-beda ukuran. 

Hal yang bisa di lakukan adalah melakukan pemisahan sifat kanibalisme kerapu karena benih berukuran kecil bisa di makan oleh benih berukuran besar. 

Sifat kanibalismenya baru menurun pada bobot di atas 50 g. 

Cara menentukan ukuran ikan adalah dengan menggunakan piring ukur ataupun dengan paralon yang telah di belah dan di beri skala. 

Selanjutnya, hasil gradingditempatkan dalam tudung saji diameter 30 cm dengan kepadatan 200-300 ekor per tudung saji. Benih kerapu sudah dapat di grading pada umur 35-40. 

Kerapu sangat rentan stres bila di pindahkan mendadak dan di tangani dengan kasar. 

Gejala ini di tandai dengan cara berenang yang cepat dan tidak beraturan, penutup insang serta mulutnya membuka, dan akhirnya mati tenggelam. 

Oleh karena itu, grading termasuk kegiatan yang bisa di bilang tidak mudah. Supaya kematian dan stres tidak terlalu besar efeknya, sebaiknya pemindahan dilakukan minimal setelah 5 hari benih di beri pakan rebon. 

Agar pemindahan ikan menjadi mudah di lakukan, sebaiknya di pasang pelindung yang berfungsi sebagai tempat ikan bersembunyi. 

Jika ikan mudah masuk ke shelter, segera pindahkan ikan secara perlahan ke dalam wadah yang telah di sediakan. 


Panen Ikan Kerapu untuk Konsumsi

Panen Ikan Kerapu


Pemanenan kerapu ukuran konsumsi biasanya dilakukan ketika bobotnya sudah masuk 500-800 g/ekor. Hal pertama yang dilakukan adalah melakukan sampling. 

Hal itu dilakukan untuk menentukan jumlah ikan, ukuran ikan, serta kualitas hasil panen. 

Sampling dapat dilakukan dengan cara mengambil ikan sebanyak 5% dari jumlah keseluruhan ikan yang ada di dalam keramba. 

Ikan yang terambil selanjutnya di hitung dan di ukur. Saat pemanenan ikan tidak perlu di beri pakan. 

Hal yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan sarana dan alat panen seperti bak air laut, lambit, aerator, timbangan, dan perahu/kapal.  


Panen Ikan Kerapu di Keramba jaring apung 

Panen Ikan Kerapu


Pemanenan di keramba jaring apung sangat mudah. Tali pemberat dilepas, lalu tali keramba di tarik perlahan-lahan ke atas sampai ikan-ikan terkumpul di suatu tempat.

Selanjutnya ikan di serok secara hati-hati dan perlahan agar tidak terjadi luka. 


Panen Ikan Kerapu di Tambak 


Panen di tambak bisa dengan menggunakan jaring arad, atau dengan sistem pengeringan di tambak. 

Dengan cara ini ikan-ikan akan berkumpul di pintu pengeluaran sehingga dengan mudah ikan akan di tangkap dan di pindah ke wadah yang telah di sediakan. 

Pemanenan kerapu konsumsi dapat di lakukan dengan 2 metode, yaitu panen selektif dan panen total. 

Panen selektif adalah pemanenan yang telah mencapai ukuran tertentu dan biasanya dalam lingkup skala kecil serta sesuai dengan permintaan pasar. 

Sementara itu, panen total adalah panen yang dilakukan dengan mengambil seluruh ikan. 

Biasanya merupakan permintaan dalam jumlah besar serta semua ikan sudah masuk ukuran siap panen yang memenuhi standar pasar. 

Pemanenan total lebih mudah dilakukan daripada pemanenan selektif. 


PASCA PANEN ikan Kerapu dan TRANSPORTASI

Panen Ikan Kerapu


Setelah dipanen, ikan perlu di tangani lebih lanjut. Ada perlakuan yang berbeda antara ikan berukuran benih dengan ukuran konsumsi. 

Penanganan ukuran konsumsi harus di perhatikan karena kondisi yang di minta pasar harus dalam kondisi hidup dengan ukurannya yang belum tentu sama. 


Panen Ikan Kerapu - Penanganan pasca panen 


Untuk penanganan pasca panen kerapu ada 2 macam, yaitu penanganan  dalam kondisi hidup dan dalam kondisi mati. Untuk penanganan hidup, ikan di pertahankan dalam kondisi segar dan hidup. 

Perlakuan ini bisa untuk kerapu berukuran benih maupun konsumsi. Untuk penanganan kerapu konsumsi relatif lebih mudah. 

Setelah di panen, biasanya kerapu konsumsi di kirim dengan kapal yang telah di desain khusus dan dilengkapi bak/kolam berisi air laut. 

Sementara itu, untuk penanganan kerapu dalam kondisi mati lebih mudah daripada hidup. Ikan di panen dan di biarkan mati, tetapi tetap di jaga mutu dan kesegarannya. 

Sarana yang di gunakan untuk mempertahankannya adalah dengan penggunaan es dan garam. 

Apabila menggunakan es, minimal perbandingan yang di gunakan antara ikan dan es dan kondisinya harus selalu stabil. 

Garam juga bisa di tambahkan sebanyak 2,5-10% dari bobot es. Penggunaan garam harus hati-hati karena jika terlalu sedikit dapat menimbulkan tumbuhnya bakteri, sedangkan jika terlalu banyak bisa menyebabkan rasa asin berlebihan. 


Panen Ikan Kerapu - Pengelompokan 

Panen Ikan Kerapu


Dalam pemasaran kerapu, baik benih maupun konsumsi, para pembeli/pedagang lebih memilih ikan yang sudah dikelompokan sesuai ukuran yang sama. 

Hal itu lebih di sebabkan oleh faktor keuntungan dalam transaksi jual beli. Ikan yang sesuai grade akan memiliki harga lebih tinggi. 

Selain itu, ikan yang tidak masuk grade seperti tidak segar, mati, serta sakit atau cacat tidak akan kecewa oleh pedagang. Persaingan  ikan dalam media pengangkutan tidak terlalu besar. 


Panen Ikan Kerapu - Pengangkutan 


Ikan perlu di didistribusikan dari lokasi satu ke lokasi lainnya yang di tuju. Selama pengangkutan, ikan harus dalam kondisi nyaman dan aman sampai ke tempat tujuan. 

Pengangkutan dapat dilakukan dengan jalan cepat darat, laut, udara. Apabila jarak di tempuh termasuk jauh, alangkah baiknya menggunakan transportasi udara dengan pesawat terbang, walaupun lebih mahal tetapi tetap menguntungkan. 

Hal itu perlu di perhatikan dalam pengangkutan adalah persiapan dan teknik pengangkutan. 


Panen Ikan Kerapu - Persiapan pengangkutan 


Persiapan pengangkutan harus benar-benar matang agar ikan sampai tujuan dengan selamat. Sebelum di transportasikan, ikan di puasakan selama 6-24 jam, tergantung ukuran ikan. 

Hal itu untuk mengurangi buangan sisa-sisa metabolisme  yang dapat menurunkan kualitas air. Semakin besar ukuran ikan, pemuasan semakin lama. 

Pengangkutan terbagi menjadi 2, yaitu secara tertutup dan terbuka. Peralatan yang di gunakan selma pengangkutan terbuka adalah drum plastik atau fiber glass. 

Selang, aerator, dan batu aerasi. Sementara itu, untuk pengangkutan tertentu diperlukan styofoam, dus, karet, plastik, oksigen, serta perekat. 

Persiapan  lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah air laut dan es. Air laut sebagai media hidup ikan harus benar-benar jernih dengan salinitas yang sama dengan media selama budidaya. 

Jika air laut terlihat keruh, biasanya memiliki kandungan oksigen yang rendah sehingga dapat membahayakn ikan. 

Sementara itu, es di perlukan untuk mempertahankan  suhu agar selalu normal karena suhu sewaktu pengangkutan cenderungmeningkat dan bisamembuat ikan stres. 

Suhu yang rendah menyebabkan metabolisme lambat sehingga penggunaan oksigen rendah dan kotoran yang di keluarkan juga tidak berlebihan. 


Panen Ikan Kerapu - Teknik pengangkutan 


Teknik pengangkutan di bagi 2, yaitu secara terbuka dan tertutup. 

Pengangkutan dengan sistem terbuka biasanya memakan waktu yang terlalu lama dan jarak tempuhnya pendek. 

Transportasi yang di gunakan biasanya transportasi darat, yaitu mobil bak atau truk. Angkut yang di gunakan maksimal 7 jam. 

Wadah yang di gunakan bisa berupa drum plastik atau fiberglass yang di isi air laut sebanyak 1/2-2/3 wadah sesuai dengan jumlah ikan. 

Hal terpenting adalah permukaan air masih berhubungan dengan udara luar sehingga ada di fusi oksigen melalui udara ke air. 

Selama perjalanan, suhu air laut harus stabil sekitar 18-22 derajat c. aerasi juga di perlukan  selama pengangkutan  dan di peroleh dengan mengalirkan udara menggunakan aerator. 

Ikan di masukkan ke dalam wadah setelah di alirkan udara. Kepadatan ikan konsumsi segar berkisar 50 kg/ton air. 

Untuk kepadatan benih tergantung ukurannya. Agar salinitasnya terjaga, air bisa di beri es batu yang di bungkus plastik sebanyak 1 kg/bungkus. 

Jumlah es batu yang di perlukan sebanyak 5-10 bungkus per ton. Sementara itu, pengangkutan sistem tertutup menggunakan wadah tertutup sehingga tidak ada udara yang masuk ke dalam wadah. 

Cara ini dianggap paling aman untuk jarak dekat maupun jauh. Pengangkutan dengan sistem ini biasanya di pilih untuk jalur udara dengan pesawat terbang.

Pengangkutan tertutup biasanya menggunakan kantong plastik. Berukuran 40 cm x 60 cm yang di anggap  2 agar tidak terjadi kebocoran selama pengangkutan. 

Bagian sudut kantong plastik di ikat karet gelang, lalu di balik agar benih ikan tidak terjebak di sudut kantong. 

Selanjutnya, plastik diisi air laut 1/3 volume kantong dengan suhu 18-22 derajat c, lalu ikan di masukkan ke kantong. 

Untuk ikan konsumsi hidup, kepadatannya cukup 1 ekor/liter dengan bobot rata-rata 500 g/ekor. Setelah ikan berada di dalam kantong, masukkan oksigen murni sekitar 2/3 volume kantong. 

Setelah itu, ikan kantong dengan karet gelang. Setelah semuanya siap, kantong plastik di masukkan ke dalam styofoam. 

Agar suhu terjaga dengan baik, lapisan teratas di berikan 1-2 kantong plastik berisi es. 

Kemudian, styofoam di tutup rapat dengan perekat lakban. Untuk menjaga keutuhan selama pengangkutan, styofoam di masukkan ke dalam kardus. 
Selanjutnya, bagian luar kardus di beri lebel yang berisi jumlah ikan serta data lain yang sesuai. 

Dengan demikian, diharapkan cara panen ikan kerapu yang Anda lakukan benar – benar sesuai intruksi atau tahapan yang benar, hal ini untuk menghindari kematian benih.
loading...

0 komentar