February 7, 2018

Ini Dia Hama dan Penyakit Ikan Nila Organik serta Cara Mengatasinya

Hama dan Penyakit Ikan Nila infoikan.com Sudah tahu obat ikan nila jamuran? Atau ingin tahu obat ikan nila sering mati?

Setiap usaha pasti akan mengalami kendala yang membuat pembudidaya harus mengambil resiko. 

Besar kecilnya kendala yang di alami akan sebanding dengan keuntungan yang di peroleh pembudidaya. Kendala berupa hama dan penyakit bukanlah sesuatu yang harus di takuti, atasi segera untuk keberlangsungan budidaya. 

Hama dan Penyakit Ikan Nila


Gangguan hama dan penyakit 

Pada budidaya ikan nila organik, penyakit yang dapat menjangkit ikan nila dapat di katakan tidak ada karena pakan tidak mengandung zat tambahan dan tidak adanya akumulasi zat racun berlebih di dalam kolam. 

Control pakan yang di atur agar kolam budidaya bebas polutan dan zat asing juga minimalisir masuknya zat berbahaya di dalam tubuh ikan. 

Pakan yang diberikan pun merupakan pakan alami yang memiliki kadar polusi rendah karena di budidayakan dengan cara organik yang mengurangi tingkat polusi di lingkungan. 

Mungkin di bawah ini beberapa jenis hama dan penyakit ikan nila yang sering timbul jka kurang memperhatikan kesehatan air dan keadaan pakan.

Baca juga:
Cara Membuat Kolam Ikan Nila Dari Dasar 

Hama dan Penyakit Ikan Nila 


Terlepas dari kondisi tersebut, pada kolam lemna masih sering ditemukan beberapa hama pengganggu. Namun, gangguannya masih wajar dan bisa di abaikan oleh pembudidaya. 

Misalnya, pada kolam lemna dan nila sering ditemukan ophrydium versatile, yaitu gumpalan hitam seperti jelly hasil simbiosis antara ciliate dengan chlorella algae di kolam yang tenang.

Namun, ophrydium versatile bukan gangguan berbahaya, karena hanya mengotori kolam nila. 

Meskipun tidak berbahaya, gumpalan di kolam lemna dapat mengganggu keberadaan dan perkembangbiakan lemna. 

Hal ini dapat di atasi dengan mengangkat gumpalan tersebut menggunakan jaring. 

Selain ophrydium versatile, pada kolam lemna terkadang muncul spirogyra.

Meskipun spirogyra dapat di manfaatkan sebagai pakan nila, tetapi jika pertumbuhannya dikolam lemna lebih banyak, tumbuhan ini nantinya dapat mengganggu pertumbuhan lemna. 

Pasalnya, tumbuhan spirogyra yang telah  memasuki usia satu minggu akan naik ke atas permukaan kolam. 

Pada kolam lemna, spirogyra yang naik ke permukaan kolam tidak akan kembali turun ke bawah karena telah menempel di akar lemna. 

Untuk mengatasinya, lakukan pembersihan secara berkala di kolam lemna.

Ketika memanen lemna, usahakan di sertai dengan mengontrol kolam agar tidak ada spirogyra yang tumbuh dan berkembang dengan jumlah yang besar. 

Selain tumbuhan air, gangguan pada kolam lemna biasanya datang dari hewan-hewan kecil, seperti ikan wader, udang, bahkan kepiting. 

Jika di biarkan berada di kolam lemna, hewan-hewan tersebut akan memakan lemna. 

Karena itu, lakukan pengontrolan pada kolam lemna secara rutin untuk meminimalisir adanya hewan selain ikan nila yang mengonsumsi lemna.
Selain pada kolam lemna, ada juga hama yang ditemukan pada kolam


budidaya nila, terutama di kolam yang terbuat dari bekas pematang sawah.
Hewan di pematang sawah umumnya memakan bibit nila yang masih kecil.


Baca juga ini:
Jenis Jenis Ikan Nila dan Gambarnya Lengkap

Jenis Hama pada Ikan Nila


Berikut beberapa jenis hama dan penyakit ikan nila yang biasanya mengganggu proses produksi atau budidaya ikan konsumsi.

Hama dan Penyakit Ikan Nila - Ular sawah 

Ular ini biasanya memakan ikan-ikan yang terdapat di kolam budidaya. Ular ini mampu menangkap ikan di sekitar tempat budidaya karena umumnya ketinggian kolam tidak terlalu dalam, sehingga ular mampu menyelam dan menangkap ikan. 

Secara morfologi ular sawah ini biasanya berwarna gelap dengan warna dasar abu kecoklatan serta corak hitam dan kuning. 

Ular ini memiliki jumlah sisik dorsal lebih dari 45 deret dan sisik ventral yang lebih sempit dari lebar sisi perut bawahnya. 

Ular ini umumnya bertubuh gemuk pendek, tetapi panjangnya bisa mencapai 10 meter. 

Untuk menanggulangi serangan hama ular sawah ini, tangkap ular secara manual. Meskipun tenaga yang di keluarkan cukup besar, tetapi cara ini tergolong efektif untuk menurunkan jumlah predator alami ini. 

Hama dan Penyakit Ikan Nila - Kepiting air tawar 

Yuyu atau kepiting air tawar merupakan hama dan penyakit ikan nila jenis hewan yakni kepiting yang hidup di sekitar persawahan, sungai, dan danau. 

Yuyu ini dikenal juga dengan nama ketam. Secara morfologi, yuyu biasanya berukuran lebih kecil di bandingkan dengan kepiting air laut. 

Berbeda dengan kepiting air laut, yuyu memiliki kaki yang runcing dengan tubuh berwarna kecoklatan atau kehitaman. 

Bagian tubuh yuyu sendiri biasanya berduri ditepian dan memiliki lekukan seperti terinjak kaki kuda di bagian tengah tubuh. 

Dalam budidaya ikan nila, yuyu merupakan jenis hama yang merusak pematang kolam dan memakan ikan-ikan kecil di kolam. 

Pematang kolam di rusak dengan cara di lubangi sehingga mengakibatkan

kebocoran. Untuk menghindari hal, kolam yang masih terbuat dari tanah sebaliknya dibuat permanen. 

Jika di buat permanen, lapisan dinding kolam hendaknya di tutupi dengan bamboo agar tidak bocor dan sulit dilubang oleh yuyu. 

Hama dan Penyakit Ikan Nila - Kecebong (berudu) 

Hama dan penyakit ikan nila yang terakhir ini adalah kecebong atau berudu yang dapat hidup di air tetapi bernafas menggunakan insang.

Sebagai hama, kecebong biasanya ikut memakan pakan ikan yang terdapat di kolam. 

Kebiasaan ini mengakibatkan berkurangnya jumlah pakan yang harusnya di makan oleh ikan. 

Jika hal ini berlanjut, lama kelamaan ikan akan mengalami kekurangan pakan. Untuk menanggulangi hal ini, lakukan penangkapan kecebong sesegera mungkin agar tidak ikut memakan pakan ikan nila. 

Keterbatasan lahan

Pada budidaya ikan nila organik, pengadaan lahan budidaya merupakan salah satu kendala utama yang sering dihadapi. 

Ketika hendak melakukan budidaya, lahan budidaya hendaknya memiliki tingkat polusi yang rendah. 

Kandungan air yang akan di gunakan untuk budidaya harus berada pada tingkat kesadahan air murni yang bebas polusi, hal ini untuk antisipasi datangnya penyakit ikan nila datang

Sedikit saja adanya zat berbahaya yang terdapat di air, zat tersebut akan terserap ke dalam tubuh pakan alami atau ikan budidaya. 

Dalam jumlah banyak, serapan ini akan menimbulkan akumulasi yang menyebabkan  ikan menjadi layak konsumsi karena mengandung zat yang berbahaya. 

Untuk menghindari polusi ini, air untuk usaha budidaya sebaiknya berasal dari sumber mata air. 

Air yang berasal dari mata air yang mengandung zat polutan berbahaya bagi tubuh ikan. 

Sayangnya, ketersediaan lahan yang dekat dengan mata air saat ini cukup sulit untuk ditemukan. Kalaupun ada, lahan tersebut biasanya merupakan lahan bekas sawah yang hanya di kosongkan untuk beberapa waktu.   


Baca juga yuk,.
Sistem Budidaya Ikan Nila Banyak Untung

Dari beberapa daftar daftar hama dan penyakit ikan nila di atas, diharapkan sobat dapat menjaga selalu kualitas dan kuantitas air dalam kolam agar berbagai jenis kendala budidaya ikan konsumsi tidak mudah tumbuh.
Disqus Comments