Budidaya Ikan Jelawat dengan Pakan Alami Tambah Penghasilan

- 5:29:00 PM
Budidaya Ikan Jelawat infoikan.com Sudah tahu makanan ikan jelawat? Atau ingin tahu harga ikan jelawat mulai dari bibit?

Siapa sih yang tak kenal jelawat, salah satu jenis ikan konsumsi yang habitatnya banyak ditemukan di danau dan sungai, nama lain ikan jelawat (Leptobarbus hoevenii)

Selain itu kini sudah tersebar luas di setiap kota, bahkan penyebaran ikan ini ditandai harga jual bibit ikan jelawat yang ekonomis.

Untuk itu, kesempatan bagi sobat nih bisa ikut andil dengan membuka usaha beternak jenis ikan yang memiliki potensial dikembangbiakkan.

Ikan jelawat banyak tersebar di daerah kalimantan. Meski masih belum begitu dikenal sebagai ikan budidaya, budidaya ikan jelawat kini sudah mulai dilakukan. 


Budidaya Ikan Jelawat


Budidaya Ikan Jelawat


Pembenihan 


Budidaya Ikan Jelawat Pembenihan


Ikan jelawat baru dapat dipijahkan secara buatan, sedangkan pemijahan secara alami masih belum banyak dilakukan. 

Adapun rangkaian proses pembenihan ikan jelawat dijelaskan sebagai berikut. 

Pemilihan induk 


Budidaya Ikan Jelawat


Induk yang ideal untuk digunakan dalam pemijahan mempunyai berat 2 - 4 kg dan berumur lebih dari 2 tahun. Fekunditas ikan ini berkisar 160.000 - 235.000 butir/kg induk. 

Induk yang digunakan tidak cacat fisik, baik bentuk badan maupun sisiknya. Perlu di perhatikan, penanganan ikan berukuran lebih dari 4 kg akan lebih sulit dilakukan. 

Ciri Induk Ikan Jelawat Matang Gonad


Budidaya Ikan Jelawat


Pemilihan induk matang gonad dapat dilakukan dengan cara menangkap induk dan melakukan pengamatan secara seksama terhadap genital papila dan ciri sekunder lainnya. 

Pakan ikan jelawat betina, genital papilanya berwarna merah dan sirip dadanya terasa halus jika diraba. 

Sementara pada ikan jantan, genital papilanya berwarna merah dan berbentuk kerucut, sirip dada terasa kasar jika diraba, dan jika perutnya di urut akan mengeluarkan semen berwarna putih keruh. 

Selanjutnya, induk yang terpilih ditempatkan dalam wadah yang terbuat dari waring, bak, atau fiber berukuran 1m x1 m x 1 m. 

Induk jantan dan betina sebaiknya dipisahkan. Jumlah induk yang ditempatkan yaitu 5 - 10 ekor/wadah. 

Induk yang terpilih ditimbang satu per satu, lalu disuntik dengan hormon. 

Penyuntikan dapat dilakukan pada daerah punggung. Jika menggunakan kalenjer hipofisa, dosis yang digunakan sebanyak 3 dosis. 

Satu bagian dosis diberikan pada penyuntikan awal, sedangkan 2 dosis sisanya pada penyuntikan akhir. Jika menggunakan ovaprim, berikan dengan dosis 0,9 ml/kg. 

Pada penyuntikan awal, dosis yang diberikan sebesar 0,3 ml/kg dan 0,6 ml/kg sisanya diberikan pada penyuntikan akhir. 

Selang waktu antara penyuntikan pertama dan kedua yaitu 10 - 12 jam dan waktu pemijahan akan terjadi 8 - 10 jam setelah penyuntikan kedua. 

Induk jantan di suntik dengan dosis 1/2 dari dosis yang diberikan pada induk betina dan diberikan bersamaan dengan penyuntikan kedua pada induk betina. 

Proses budidaya ikan jelawat pertama kali harus mengeluarkan sperma dari induk jantan, berikut langkahnya. 

Sebagai catatan, induk jantan dibius terlebih dahulu dibandingkan induk betina. 

1) sebelum dilakukan pengurutan, dibius induk jantan dengan phenoxy etanol, MS222, atau minyak cangkih. dosis untuk pembiusan dapat diberikan sebanyak 3 ppm. 

2) angkat dan keringkan badan induk dengan kain, handuk, atau tisu, terutama pada bagian genital papilanya. 

3) posisikan kepala induk di sebelah kanan, sedangkan ekor digenggam dengan tangan kiri. 

4) urut abdomen ke arah genital papila dengan menggunakan jari tangan kanan. pada awal pengurutan, singkirkan urin yang keluar. 

5) tampung sperma yang keluar ke dalam syringe atau suntikan berukuran 10 ml yang telah di tambah larutan fisiologis. 

Proses pengeluaran telur dari induk betina dilakukan dengan langkah berikut. 

1) sebelum dilakukan pengurutan, bius induk betina dengan phenoxy etanol, MS222, atau minyak cangkih. dosis untuk pembiusan dapat diberikan sebanyak 3 ppm. 

2) angkat dan keringkan badan induk dengan kain, handuk, atau tisu, terutama pada bagian genital papilanya. 

3) posisikan kepala induk disebelah kanan, sedangkan ekor di genggam dengan tangan kiri. 

4) urut abdomen ke arah genital papila dengan menggunakan jari tangan kanan. pada awal pengurutan, keluar cairan ketuban berwarna bening, kemudian diikuti oleh telur. Telur yang baik berwarna kuning kehijauan dan berukuran seragam. 

5) tampung telur dalam wadah kering yang terbuat dari plastik berbentuk bulat atau persegi. 

Setelah sperma dan telur dikeluarkan dari masing-masing induk, langkah selanjutnya adalah melakukan pembuahan. 

Adapun langkah pembuahan ikan jelawat dilakukan dengan langah berikut. 

1) campurkan telur dengan sperma, lalu aduk dengan bulu ayam atau bahan lembut lainnya. Lakukan pengadukan sampai semua telur tercampur merata dengan sperma, sekira 1 menit. 

2) aktifasi sperma dengan cara menambahkan air sampai telur dan sperma terendam. diamkan selama 1 menit, lalu buang airnya. 

3) untuk menghilangkan kelebihan sperma, tambahkan air ke dalam campuran telur dan sperma hingga 2 - 3 kali. 

Baca juga: Nama-Nama Ikan Laut Terlengkap Beserta Gambarnya

Budidaya Ikan Jelawat - Pemeliharaan larva 


Budidaya Ikan Jelawat - Larva


Keberhasilan penetasan telur dapat dilakukan melalui pendekatan sifat telur setelah dibuahi. 

Telur ikan jelawat bersifat bouyant (mengapung) sehingga penetasannya Menggunakan corong penetas yang dilengkapi selang yang terbuat dari pralon.

Dengan begitu, telur dapat bergerak secara turbulensi karena pengaruh perputaran air yang keluar dan memantul dari dasar corong penetas. 

Kondisi ini bisa diciptakan dengan menempatkan telur pada wadah akuarium yang dilengkapi dengan aerasi. 

Kepadatan telur per corong berkisar 10.000 - 30.000 butir. Telur akan menetasdalam waktu 15 - 18 jam pada suhu 27 derajat c dengan kandungan oksigen 8 - 10 ppm. 

Dengan perlakuan tersebut, jumlah rata-rata telur yang menetas sebanyak 76-85%. 

Baca: Jenis Ikan Hias Air Tawar Aquarium Terindah

Cara pemanenan telur ikan jelawat:


Budidaya Ikan Jelawat


1) matikan aerasi, lalu diamkan selama 1 - 3 menit. 

2) sipon telur dengan selang plastik berdiameter 1 - 2 cm, lalu tampung larva pada wadah yang terbuat dari plastik, kaca, atau fiber. 

Perawatan larva dapat dilakukan dalam wadah akuarium dengan kepadatan berkisar 50 - 100 ekor/liter. Selama pemeliharaan, larva diberi pakan artemia. 

Pemberian pakan artemia dilakukan pada hari ke-2, yaitu saat kuning telur telah habis dan diberikan selama 4 hari. induk dengan berat 2,5 kg/ekor dapat menghasilkan 50.000 ekor benih. 

Baca ini: Cara Budidaya Ikan Lele dari Awal untuk Pemula

Budidaya Ikan Jelawat - Pendederan 


Budidaya Ikan Jelawat - Pendederan


Pendederan benih ikan jelawat dapat dilakukan dikolam setelah larva berumur 5-6 hari. 

Sebelum melakukan pendederan, kolam harus diberi pupuk terlebih dahulu, baik organik maupun anorganik. kolam dibersihkan dan diberi kapur dengan dosis 25 g/m2 serta diberi pupuk organik dengan dosis 200 g/m2. 

Selanjutnya, kolam diberi naungan berupa plastik tranparan berupa plastik tranparan berlapis plastik warna coklat. 

Lembar plastik coklat digulung pada siang hari agar cahaya masuk sehingga pakan alami dapat tumbuh dalam kolam. 

Pakan yang digunakan berupa pakan komersial yang tersedia dipasaran. pendederan  dapat dilakukan di kolam selama 1 - 2 bulan sampai ikan berukuran 12 g/ekor. 

Baca juga yuk,.
Budidaya Ikan Di Pekarangan Rumah Tambah Penghasilan
Sistem Budidaya Ikan Nila Banyak Untung
Usaha Budidaya Ikan untuk Pemula Hasil Melimpah


Pembesaran Ikan Jelawat

Budidaya Ikan Jelawat - Pembesaran



Pembesaran ikan jelawat dapat dilakukan dikolam dan dilanjutkan dengan pemeliharaan di karamba. 

Budidaya Ikan Jelawat di kolam 


Budidaya Ikan Jelawat di kolam


Saat dikolam, benih ikan jelawat berukuran 40 g dipelihara dengan kepadatan tebar 10 ekor/m2. 

Ikan diberi pakan komersial atau pelet dengan kandungan protein 28% dan diberikan 3% bobot biomasa per hari dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari. 

Pembesaran ini dilakukan selama 5 bulan pemeliharaan dan menghasilkan berat akhir sebesar  200 g/ekor. 

Budidaya Ikan Jelawat di karamba 

Selanjutnya, pemeliharaan ikan jelawat dilakukan dikaramba berukuran 1,2 m x 0,8 m x 1,1 m. Pada pembesaran ikan jelawat dikaramba, ikan dengan berat awal 200 g/ekor ditebar dengan kepadatan 75 ekor/karamba. 

Ikan diberi pakan komersial atau pelet dengan kandungan protein 28% yang diberikan sebanyak 3% berat biomasa per hari dengan frekuensi pemberian 3 kali dalam sehari. 

Pembesaran ikan jelawat ini dilakukan selama 6 bulan pemeliharaan dan menghasilkan ikan konsumsi dengan berat rata-rata 1.000 g/ekor.

Itulah sedikit ringkasan akan makalah budidaya ikan jelawat yang mudah dikerjakan baik di kolam terpal maupun kolam tanah dengan pakan alami hemat biaya.
iklan disini akhir artikel...


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search