March 30, 2018

Berikut Teknik Pembesaran Ikan Patin secara Intensif

Pembesaran Ikan Patin infoikan.com Sudah tahu cara pembesaran ikan patin di kolam terpal? Atau ingin tahu masa panen ikan patin di kolam beton?

Ikan patin dapat dibesarkan secara intensif dibeberapa media, seperti kolam, jaring apung, atau karamba. 

Pembesaran ikan patin di jaring apung hanya dapat dilakukan di daerah - daerah yang memiliki waduk atau danau yang memenuhi syarat untuk budidaya perikanan. 

Pembesaran patin di karamba umumnya dilakukan para petani ikan di sungai-sungai yang terdapat di jawa, sumatera, dan kalimantan. 

Seperti jenis ikan konsumsi lainnya, sebelum membuka usaha ternak ikan sobat harus mengetahui dulu teknik- tekniknya terutama analisa modal budidaya.

Berikut ini beberapa tahapan pembesaran ikan patin secara intensif yang sudah terbukti dapat memberikan hasil oleh sebagian petani Nusantara.


Pembesaran Ikan Patin



Pembesaran Ikan Patin


Pembesaran dikolam 

Persiapan kolam 

Kolam yang akan digunakan untuk pembesaran ikan patin dikeringkan 3-5 hari sampai tanah dasar kolam menjadi retak-retak. 

Maksud pengeringan adalah untuk membunuh bibit-bibit penyakit yang ada dikolam tersebut, serta untuk memudahkan pekerjaan pemupukan, perbaikan pematang yang bocor, dan pengolahan tanah dasar kolam. 

Tanah dasar kolam diratakan, sementara pematang kolam yang bocor diperbaiki guna menghindari lolosnya ikan patin yang dipelihara. 

Saluran tengah atau yang dikenal dengan sebutan kamalir dari saluran pemasukan sampai ke pengeluaran diperbaiki dan dijaga jangan sampai dangkal. 

Jika mengalami pendangkalan, penangkapan ikan patin saat panen akan menemui kesulitan. 

Selanjutnya, dipintu pemasukan dan pintu pengeluaran air dipasang saringan yang berfungsi untuk mencegah masuknya ikan-ikan liar dan keluarnya ikan patin yang dipelihara. 

Untuk menumbuhkan makanan alami berupa plankton yang dibutuhkan ikan patin saat ditebarkan, kolam harus dipupuk dengan menggunakan pupuk kandang. 

Jenis pupuk kandang serta dosis yang bisa digunakan untuk kolam pembesaran patin sama dengan yang digunakan dikolam pendederan. 

Selanjutnya kolam diisi air secara bertahap. Pada hari pertama ketinggian air 20 cm selanjutnya ditambah hingga mencapai ketinggian minimal 100 cm. 

Hal tersebut di maksudkan untuk memberi kesempatan agar pupuk dapat bereaksi dengan sempurna, sehingga plankton dapat tumbuh sesuai dengan yang di harapkan. 


Pembesaran Ikan Patin


Baca: Mengenal Ikan Patin secara Detail

Pembesaran Ikan Patin - Penebaran benih 

Penebaran benih baru dapat dilakukan setelah persiapan kolam selesai dan plankton dipastikan telah tumbuh. 

Agar benih yang ditebarkan tidak mengalami stres, penebaran benih dilakukan pada pagi atau sore hari  saat suhu masih rendah. 

Penebaran benih dilakukan secara hati - hati dengan cara aklimatisasi suhu air di wadah pengangkutan dengan kolam pembesaran. Jumlah benih patin yang ditebarkan sebanyak 5 ekor/m2 dengan ukuran 5 - 8 cm per ekornya. 


Pembesaran Ikan Patin


Pemeliharaan 

Selama pemeliharaan, ikan patin diberi makanan tambahan untuk mempercepat proses pertumbuhan. 

Pakan buatan yang dapat diberikan berupa pelet yang biasa diberikan kepada ikan mas atau ikan lainnya. 

Sebenarnya, pakan untuk ikan patin dapat dibuat sendiri dengan komposisi tepung sebanyak 30%, tepung kedelai 25%, bungkil kelapa 25%, dan dedak halus 20%. 

Komposisi tersebut diperkirakan memiliki kandungan protein sekitar 20%. Jumlah pakan yang diberikan berkisar antara 3 - 4% dari berat total ikan patin yang dipelihara. 

Pemberiannya dilakukan secara bertahap pada pagi, siang, sore,dan malam hari. 

Kegiatan lain yang dilakukan selama pemeliharaan adalah pengontrolan terhadap ikan yang dipelihara jika terjadi serangan penyakit sehingga dapat di ambil tindakan pengobatan. 

Juga pengontrolan terhadap saluran masuk dan keluar dikolam serta kebocoran-kebocoran dipematang kolam yang dapat menyebabkan ikan patin yang dipelihara lolos keluar. 


Pembesaran Ikan Patin


Baca juga: Teknik Pembenihan Ikan Patin

Pembesaran Ikan Patin - Pemanenan hasil 

Pemanenan hasil dilakukan setelah ikan patin mencapai umur atau ukuran tertentu. 

Biasanya lama pemeliharaan kurang lebih 3 - 4 bulan atau tergantung pada permintaan pasar. 

Saluran pemasukan ditutup sedangkan saluran pembuangan yang terletak didasar kolam dibuka sambil dipasangi saringan. Sehingga permukaan air akan turun secara perlahan - lahan sampai akhirnya air ditinggal disaluran tengah. Ikan patin akan berkumpul didalam saluran tersebut. 

Ikan-ikan yang sudah terkumpul disaluran tengah tersebut digiring ke kobokan yang terletak dipintu pembuangan untuk selanjutnya ditangkap secara hati-hati dengan menggunakan alat tangkap seperti serok atau scop net. 

Selanjutnya, ikan patin ditampung ditempat khusus yang airnya mengalir atau langsung dijual ke pasar. 

Mortalitas atau kehilangan dan kematian ikan sangat tergantung pada proses pemeliharaan, seperti pemberian pakan, serangan hama atau penyakit. Biasanya, mortalitas kurang lebih antara 15 - 20% dari total ikan patin yang dipelihara.

Baca ini: Manfaat Ikan Patin untuk Kesehatan

Pembesaran Ikan Patin di Jaring Apung 


Pembesaran Ikan Patin


Pembesaran ikan patin dijaring apung sebenarnya dapat dilakukan tersendiri (hanya ikan patin). 

Namun demikian berdasarkan pengalaman peternak dan hasil percobaan beberapa peneliti, pemeliharaan yang terbaik adalah sekaligus dengan ikan nila. Ikan nila yang digunakan bisa ikan nila biasa, nila merah, bisa pula nila gift. 

Pemeliharaan patin dengan nila di jaring apung bukan dalam konteks polikultur (pemeliharaan campuran didalam satu wadah yang sama), melainkan dalam dua wadah jaring yang disusun bertingkat. 

Bagian atas adalah wadah jaring apung untuk pemeliharaan ikan patin, bagian bawahnya adalah wadah jaring apung untuk pemeliharaan ikan nila. 

Beda kedua bagian itu adalah jaring apung untuk pembesaran patin merupakan jaring apung dengan konstruksi biasa (bentuk kotak atau persegi), sementara jaring apung untuk pemeliharaan nila merupakan jaring apung jenis jaring kolor. 

Untuk pembesaran patin dengan nila, satu unit jaring apung terdiri atas 4 petak jaring apung, 1 buah jaring kolor untuk nila, dan 1 buah rumah jaga. 

Jangka usia ekonomis jaring apung 5 tahun (60 bulan) dan alat - alat perikanan lainnya 3 tahun (36 bulan). 

Ikan nila tidak diberi pakan tambahan secara khusus,  tapi hanya memanfaatkan sisa - sisa pakan yang diberikan pada ikan patin. 

Pakan yang diberikan berupa pelet merek pahe (paket hemat) yang harganya lebih murah dibandingkan pelet lain. 

Baca juga yuk,.Panduan Lengkap Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal

Pembesaran Ikan Patin - Persiapan Membuat jaring 


Pembesaran Ikan Patin


Jaring yang akan digunakan sebelumnya diperiksa dan dipastikan tidak ada yang sobek atau rusak. 

Kemudian jaring dipasang di rakit yang telah disiapkan setelah diberi pemberat berupa batu atau benda lainnya disetiap sudut bagian bawah jaring agar bentuk jaring benar - benar sempurna sebagaimana yang diharapkan. 

Pembesaran Ikan Patin - Penebaran benih 


Pembesaran Ikan Patin


Penebaran benih pembesaran ikan patin dilakukan setelah persiapan jaring selesai. 

Ukuran ikan patin yang akan ditebarkan harus disesuaikan dengan ukuran mata jaring apung. Benih yang akan ditebarkan harus lebih besar daripada ukuran mata jaring apung agar ikan patin yang dipelihara tidak dapat lolos keluar jaring. 

Padat penebaran harus diperhatikan karena ada keterkaitan antara jumlah ikan yang ditebarkan dan daya tampung optimal jaring apung. Untuk menentukan jumlah ikan patin yang akan ditebarkan. 

Tips Menebar Benih Agar tidak Stress


Pembesaran Ikan Patin


Agar ikan patin yang ditebarkan tidak mengalami stres, penebaran benih patin sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari saat suhu masih rendah. 

Untuk itu perlu proses penyesuaian antara kondisi di wadah pegangkutan dan kondisi dilingkungan yang baru. 

Caranya, benih ikan patin yang berada didalam kantung plastik pengangkutan dibiarkan mengapung di atas air selama 5 - 10 menit. 

Kemudian kantung plastik dibuka dan ditambahkan sedikit demi sedikit air jaring ke dalam kantung itu sampai kondisi air didalam kantung sama dengan kondisi air didalam jaring. 

Proses aklimatisasi ini selesai jika ikan patin didalam kantung plastik keluar dengan sendirinya ke dalam jaring apung. 

Baca ini: Resep Pepes Ikan Patin Sederhana

Pembesaran Ikan Patin - Pemeliharaan Benih Patin


Pembesaran Ikan Patin


Untuk mempercepat pertumbuhan, selama pemeliharaan, setiap hari patin di beri makanan tambahan berupa pelet sebanyak 3 - 5% dari berat total tubuhnya. 

Pemberian pakan dilakukan sebanyak 4 kali, yaitu pada pagi, siang, sore dan malam hari. 

Setiap sepuluh hari sekali dilakukan sampling dengan mengambil sampel populasi. Tujuannya mengetahui berat rata - rata ikan sehingga dapat diketahui berat total ikan patin, kita akan dapat pula mengetahui jumlah pakan yang diberikan. 

Kegiatan lain yang perlu dilakukan selama pemeliharaan adalah pengontrolan jaring, kualitas air, kesehatan ikan, dan keamanan lingkungan. 

Jika ada bagian yang rusak atau putus, jaring harus segera diperbaiki. Jika tidak dilakukan, ikan yang dipelihara akan lolos dari lolos dari jaring atau hama pemangsa akan masuk ke dalam jaring. 

Pengontrolan terhadap kualitas air di maksudkan guna memastikan bahwa air tersebut masih layak digunakan sebagai media hidup ikan. 

Sebaiknya secara rutin dilakukan pengukuran kualitas air. Cara yang sangat sederhana adalah dengan mengetahui tingkah laku ikan yang dipelihara. 

Misalnya, jika tingkah laku ikan gelisah, berarti terjadi kekurangan oksigen atau air tercemar atau ikan yang dipelihara terserang penyakit. 

Pengontrolan lingkungan di maksudkan untuk mengamankan ikan dari serangan hama, baik berupa ular, biawak, sero, bahkan mungkin pencuri. 

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Ikan Patin

Pembesaran Ikan Patin - Pemanenan hasil 

Pemanenan dilakukan setelah ikan patin mencapai ukuran tertentu sesuai dengan permintaan pasar. 

Lama pemeliharaan pembesaran ikan patin sangat tergantung dari ukuran benih yang ditebarkan. Semakin besar ikan patin yang ditebarkan, semakin singkat masa pemeliharaannya. 

Begitupun sebaliknya, pemanenan dilakukan secara selektif, yaitu hanya memanen ikan patin yang berukuran besar saja. 

Hal ini dilakukan karena pertumbuhannya tidak seragam, atau panen secara total meliputi seluruh ikan patin yang ada didalam jaring. 

Cara permanenan adalah dengan mempersempit ruang gerak ikan patin yaitu dengan mengangkat atau menggulung beberapa sudut jaring sehingga ikan patin akan terkumpul disalah satu sudut yang lain. 

Ikan patin yang sudah terkumpul ditangkap menggunakan serok atau alat tangkap lainnya untuk selanjutnya ditampung ditempat lain atau langsungdi bawa ke pasar. 

Satu hal yangperlu mendapat perhatian saat panen adalah ikan patin yang dipanen jangan sampai adayang luka - luka karena akan dapat menurunkan mutu ikan yang pada akhirnya dapat pula menurunkan harga jual ikan tersebut.   

Pembesaran Ikan Patin di karamba

Pembesaran Ikan Patin


Ada tiga jenis karamba yang bisa digunakan untuk pembesaran ikan patin. 

Pertama, karamba dasar yang dipasang didasar perairan. 

Kedua, karamba di bawah permukaan air. 

Ketiga, karamba di permukaan air. 

Lokasi pemasangan karamba untuk pembesaran patin bisa dikolam, didanau, bisa pula diwaduk. 

Sebagian peternak ikan patin di riau ada yang memasang karamba di sungai - sungai dengan kedalaman tertentu. 

Persiapan Karamba

Sebelum digunakan untuk pembesaran ikan patin, karamba perlu dipersiapkan terlebih dahulu. 

1. Pertama, tentukan terlebih dahulu tempat karamba tersebut akan dipasang. Pertimbangannya tergantung juga pada bentuk perairan dan kedalaman perairan. 

Karamba dasar perairan umumnya digunakan perairan yang sempit dan tidak terlalu dalam, seperti sungai - sungai kecil atau saluran yang lebarnya tidak lebih dari 2 meter dengan dasar perairan yang agak keras. 

Dasar perairan yang yang keras ini sekaligus bisa juga digunakan sebagai alas karamba, sehingga tidak perlu lagi dibuat dasar karamba. 

Karamba di bawah permukaan air pada umumnya digunakan diperairan yang agak dalam, seperti situ atau waduk kecil. Karamba jenis ini diletakkan 20 cm di bawah permukaan air. 

Untuk itu diperlukan pemberat dan jangkar untuk mempertahankan posisinya. Sementara itu, karamba di permukaan air digunakan didanau atau waduk yang berukuran besar dan dalam. 

Pada prinsipnya, karamba ini sepertiga bagian atasnya berada di atas permukaan air dan dua pertiga bagian lainnya terendam didalam air. 

Untuk mempertahankan posisi pada kondisi yang paling aman, juga diperlukan pemberat dan jangkar sehingga bagian yang muncul ke permukaan tetap dipertahankan sekitar sepertiga bagian saja. 

2. Kedua, perhatikan kondisi karamba sebagai wadah pemeliharaan ikan. Pastikan bahwa konstruksi karamba cukup kuat dan mampu menahan beban arus dan tekanan air. 

Periksa setiap sisi karamba dari kemungkinan bolong untuk mencegah ikan meloloskan diri. 

Jika karamba terbuat dari bahan kayu atau bilah bambu, pastikan tidak ada paku yang terlepas. Demikian juga dengan karamba yang terbuat dari kawat, pastikan ikatan kawatnya utuh. 

Kemudian pastikan juga pintu berfungsi dengan baik sehingga mudah di buka, terutama saat pemberian pakan dan sampling ukuran ikan dilakukan. 

Jika ada yang tidak beres, sebaiknya segera di perbaiki sebelum karamba dioperasikan karena perbaikan didalam air didalam air sulit dilakukan. 

Penebaran benih ikan patin di karamba

Benih patin yang akan ditebar didalam karamba adalah benih yang sudah berukuran minimal 50 gr/ekor. 

Benih seukuran ini dianggap sudah mampu menahan arus dan tidak bisa dengan mudah lolos dari karamba. Kepadatan penebaran patin di karamba dibatasi sebab ikan patin cepat bongsor. 

Jika padat penebaran tinggi, dikhawatirkan terjadi kanibalisme terhadap ikan-ikan yang lebih lemah. 

Disamping itu, padat tebar yang tinggi juga rentan terhadap penyakit akibat luka yang disebabkan senggolan antar ikan atau senggolan dengan dinding karamba.  

Padat tebar benih dikaramba sekitar 5 kg/m2. Penebaran benih sebanyak itu akan menghasilkan ikan patin siap panen sekitar 30-40 kg/m2. 

Namun ada juga yang menyebutkan bahwa didalam karamba berukuran 2 x 1 x 1 m  dapat ditebarkan ikan patin sebanyak 25 ekor yang berukuran 160 g/ekor.

Jika berpatokan pada ukuran tersebut, selanjutnya kita dapat mengira-ngira, saat ingin menebar lebih banyak tentunya ukuran karambanya diperbesar. Sebaliknya, jika ukuran benih yang ditebar ternyata lebih besar, jumlahnya harus dikurangi. 

Ukuran benih yang ditebar juga terkait dengan lamanya masa pemeliharaan. Semakin besar ukuran benih yang ditebar, masa pemeliharaannya akan semakin singkat. 

Demikian pula sebaliknya, semakin kecil benih yang ditebar tentunya butuh waktu pemeliharaan yang lebih lama. 

Hal ini yang penting dalam penebaran benih ini adalah keasaman ukuran. Artinya, usahakan benih yang ditebar tersebut memiliki ukuran yang sama dan seumur. 

Jika ada yang lebih besar dan lebih tua umurnya, dikhawatirkan akan mendominasi benih lainnya, baik dalam persiangan hidup maupun persaingan mendapatkan makanan. 

Pembesaran Ikan Patin - Pemeliharaan Benih di Karamba




Selama pemeliharaan berlangsung, ketepatan pemberian pakan, baik dalam kualitas maupun kuantitas, akan menentukan keberhasilan usaha. 

Memang secara alami patin dalam karamba akan mendapatkan pakan dari hanyutan aliran air sungai atau danau tempat karamba dipasang. 

Namun, makanan tersebut belum mencukupi, sehingga pakan tambahan sangat diperlukan dalam pemeliharaan patin secara intensif. 

Pakan tambahan yang digunakan berupa pelet dengan kadar protein 25 - 35% yang bisa didapatkan dipasaran dengan mudah. 

Dosis pemberian pakan berkisar antara 2 - 3%dari berat total ikan per hari. Untuk menentukan dosis yang tepat, setiap 2 minggu atau paling lama 1 bulan sekali di lakukan sampling berat ikan. 

Dengan demikian, pakan yang diberikan tidak akan sia-sia dan sesuai dengan kebutuhan ikan. 

Pemberian pakan untuk ikan patin yang dipelihara dikaramba cukup mudah tetapi perlu ketekunan. Pemberiannya dilakukan dengan membuka tutup karamba lalu makanan berupa pelet tersebut diloloskan ke dalam karamba sedikit demi sedikit agar tidak banyak yang hanyut terbawa air. 

Ketekunan diperlukan karena pemberian pakan diusahakan 3 - 5 kali sehari, dimulai pada pagi hari dan diakhiri pada malam hari. 

Karena ikan patin lebih aktif pada malam hari, pemberian pakan pada malam hari dosisnya lebih banyak daripada yang diberikan pada siang hari. 

Pemanenan hasil di Karamba

Cara Memanen Ikan Patin

Pembesaran ikan patin dikaramba umumnya lebih santai daripada pemeliharaan dikolam sebab adakalanya petani baru memanen ikan peliharaannya setelah setahun dipelihara. 

Namun demikian, pada umumnya pemanenan dilakukan dalam rentang waktu 6 - 12 bulan. 

Cara pemanenan untuk setiap jenis karamba berbeda - beda. Pada karamba yang dipasang didasar perairan, pemanenan dilakukan ditempat. Artinya karamba tersebut tidak diutak-atik karena karena tertanam didasar perairan. 

Cara panennya, ikan patin ditangkap dengan memasukkan serok melalui pintu bagian atas karamba. 

Ikan yang tertangkap diangkat dan disimpan diwadah penampungan. Pada karamba dibuka dibawah permukaan dan di permukaan air, pemanenan bisa dilakukan dengan lebih mudah karena karamba sampai di pinggir danau atau waduk. 

Setelah karamba sampai di pinggir perairan, pintu karamba dibuka dan ikannya diambil dengan serok. Untuk ikan patin sebaiknya dihindari pemanenan langsung dengan tangan sebab tangan bisa terluka terkena patil atau duri sirip ikan. 

Untuk menjaga ikan panenan tetap dalam kondisi baik, pemanenan dilakukan secara terencana. 

Sebelumnya siapkan wadah penampungan berupa jaring yang diletakkan di air jernih yang mengalir sehingga ikan tetap hidup dan tidak stres yang bisa mengakibatkan menurunnya mutu hasil panenan. 

Selanjutnya, ikan-ikan ini dimasukkan ke wadah pengangkutan untuk di jual dipasar atau didistribusikan kepada konsumen.

Dirasa itulah sedikit rangkuman teknik pembesaran ikan patin secara intensif di jaring apung serta di kolam terpal maupun kolam beton. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.
Disqus Comments