January 13, 2018

Budidaya Ikan Gurame Modern & Sirkulasi Tanpa Listrik

Budidaya Ikan Gurame Modern infoikan.com Sudah tahu cara budidaya gurame sistem resirkulasi? Atau ingin tahu budidaya ikan gurame sistem bioflok?

Budidaya modern, gurami di pelihara bersama dengan jenis ikan konsumsi lain atau di satukan dengan ternak ayam dengan sirkulasi tanpa listrik. 

Jenis ikan yang biasa di pelihara bersama  gurami adalah tawes (puntius gonionotus), ikan mas (cyprinus carpio), mujair dan nila (tilapia), tambahkan (helostoma teminciki), atau ikan lele (clarias batracus). 

Menurut petani di ciamis, jawa barat, memelihara gurami modern di kolam campuran lebih menguntungkan di bandingkan dengan memelihara gurami di kolam khusus. 

Pemeliharaan gurami dengan ikan mas dan ikan tambakan lebih menguntungkan karena ke 3 jenis ikan ini memiliki sifat makan yang berbeda sehingga tidak saling berebut makanan. 

Tips budidaya ikan gurame modern ditambah dengan system sirkulasi air kolam tanpa listrik dapat Anda baca penjelasannya berikut ini.

Budidaya Ikan Gurame Modern


Budidaya Ikan Gurame Modern


Pakan yang Praktis
 

Kotoran gurami dapat berfungsi sebagai pupuk sehingga dapat memicu pertumbuhan plankton (makanan ikan  tambakan).  

Selain itu, kotoran gurami juga dapat di makan langsung oleh ikan mas.
Kolam seluas 300 m2 dapat di tebari benih gurami berukuran 5-10 cm, sebanyak 300 ekor, benih tawes 200 ekor, dan benih ikan mas 200 ekor.


Selama pemeliharaan gurame, ikan di beri pakan berupa pelet dan dedaunan.
 

Agar pertumbuhan gurami lebih pesat, satu minggu sekali dapat di berikan tambahan pakan berupa dedak halus sebanyak satu blek minyak tanah atau kira-kira 20 kg. 

Dedak ini sebelumnya di seduh, lalu di aduk-aduk hingga tercampur rata. Setelah itu, di tebarkan ke kolam.


Budidaya Ikan Gurame Modern dengan ayam (longyam) 


Selain di pelihara dengan ikan jenis lain, gurami juga dapat di pelihara dengan ayam. System seperti ini biasanya di sebut dengan longyam atau system pemeliharaan di kolam campuran terpadu. 


Kandang ayam di letakkan di atas kolam ikan, sehingga kotoran dan sisa pakan ayam atau itik akan jatuh ke kolam dan menjadi pakan gurami. 



Selain itu, kotoran dan sisa pakan ayam juga dapat menjadi ‘’pupuk’’ yang akan memacu pertumbuhan pakan alami di dalam kolam.


Beberapa keuntungan budidaya Ikan gurami modern dengan system longyam sebagai berikut; 

1. Mengurangi risiko usaha karena komoditas yang di usahakan lebih dari 1

2. Meningkatkan pendapatan keluarga karena komoditas yang di jual lebih dari 1.

3. Menambah gizi keluarga dan gizi masyarakat dari konsumsi daging ayam dan ikan.

4. Pemanfaatan lahan lebih efisien.

5. Tidak menimbulkan pencemaran lingkungan karena kotoran dan sisa pakan ayam jatuh ke kolam dan langsung di makan ikan gurami.

6. Membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar. 

Namun, memelihara gurami modern dengan system longyam  harus di landasi dengan pengetahuan baik dan benar tentang budi daya gurami dan ayam karena keduanya memerlukan pengetahuan tersendiri dalam pemeliharaan dan perawatannya. 

Persiapan budidaya ikan gurami modern dengan system longyam 

Membuat kolam 
Menentukan bentuk kolam
 

Bentuk kolam yang biasa di gunakan untuk longyam adalah bujur sangkar atau persegi panjang. Bagian kolam terdiri atas pintu pemasukan air, pintu pengeluaran air, pematang kolam, dan kamalir. 

Air yang di gunakan sebaiknya langsung dari sumber air yang belum terpolusi. 

Di pintu pemasukannya harus ada saringan untuk mencegah masuknya hewan lain yang dapat menjadi pemangsa bibit gurami. 

Luas setiap petak kotak sekitar 100-1.000 m2 atau di sesuaikan dengan ketersediaan lahan. Kedalamkolam 1-1,5 m  dengan kedalaman air 50 -100 cm. 

Budidaya Ikan Gurame Modern - Membuat pematang 

Pematang kolam yang baik mampu menahan air dan tidak mudah bocor. Pematang biasanya di buat miring dengan sudut kemiringan 30-45 derajat. 


Lebar pematang bagian atas 1-1,5  meter dan lebar bagian bawah   3-4 meter, tergantung pada kemiringan dan luas kolam. Lebar pematangan bagian atas  untuk kolam seluas 200 m2 minimum 1 meter. 

Untuk kolam yang lebih luas dari 200 m2, lebar pematangannya semakin luas (lebih dari 1 meter). Pematang yang tingginya lebih dari 1 meter sebaiknya di beri anak pematang sebagai penguat.

Pembuatan anak pematang di lakukan dengan minimbun tanah di sisi pematang yang telah ada sehingga membentuk anak tangga. 


Kemiringan pematang kolam di buat dengan perbandingan 1;1,5 baik untuk bagian luar maupun bagian dalam kolam. 

Maksud perbandingan tersebut, yaitu untuk kolam seluas 200 m2, lebar pematang bagian atas minimum 1 m, tinggi pematang luar 1 m, dan tinggi pematang bagian  dalam 1,5 m. 

Pematang kolam sebaiknya terbuat dari tanah langsung agar berkembang pakan alami optimal. Pematang kolam juga dapat di buat dari tembok semen, tetapi kurang baik untuk perkembangan pakan alami . 

Untuk menghindari kebocoran, dinding kolam bagian dalam (pematang bagian dalam) harus di lapisi anyaman bamboo. 

Baca ini:
Cara Mengatasi Penyakit Ikan Gurame yang Sudah Teruji

Budidaya Ikan Gurame Modern - Membuat dasar kolam 
 

Dasar kolam di buat dengan sedikit curam (0,5-1 %) kea rah pintu pengeluaran. Setelah bangunan kolam jadi, dasar kolam di olah dengan cara mencangkulnya sedalam 10-15 cm. 

Setelah itu, di pupuk menggunakan 200 g/m2. Pupuk kandang dari kotoran ayam dan di kapur sebanyak 20 g/m2. 

Pemupukan bertujuan merangsang memunculnya jasad renik penyubur kolam, sedangkan pengapuran bertujuan membunuh bibit penyakit dan menetralkan ph tanah. 

Selanjutnya, setiap minggunya kolam gurami di beri pupuk kandang dengan jumlah seperti yang terlihat di table 6. 

Di dasar kolam di buat kamalir atau selokan kecil. Lebar kamalir yang ideal adalah 10 cm dengan kedalaman 20 cm. di dekat pintu pengeluaran dapat di buat kubangan yang berukuran panjang 2 m, lebar 2 m, dan kedalaman 20 cm. 

kubangan ini berfungsi sebagai tempat berkumpulnya ikan ketika di lakukan pemanenan (biasanya air kolam di buang). 

Budidaya Ikan Gurame Modern - Membuat saluran air (Sirkulasi)

Saluran air sebaiknya di buat bersamaan dengan pembuatan pematang kolam. Kolam sebaiknya memiliki 2 saluran air, yaitu saluran pemasukan dan saluran air. 


Ukuran lebar saluran pemasukan adalah 40-70 cm dengan lebar bagian bawah 30-50 cm dan tinggi 25-35 cm. saluran pemasukan di buat melandai kearah masuknya air. 

Pintu pemasukan dapat di menggunakan pipa paralon yang berdimeter 4 inci. Pipa paralon dapat tahan lama. Jarak pipa pemasukan air dengan dasar kolam sebaiknya tidak kurang dari 75 cm. 

Setelah kolam terisi air (biasanya setinggi 40-50 cm), jarak pipa pemasukan air dengan permukaan air kolam sekitar 30 cm. 

Dengan jarak seperti ini air akan masuk ke dalam kolam berupa terjunan. Adanya terjunan air ini akan meningkatkan kandungan oksigen terlarut dalam air. 

Kolam budidaya ikan gurami modern untuk longyam juga harus di lengkapi saluran pembuangan air. 

Pembuangan air ini berfungsi untuk membuang air yang lama di dasar kolam dengantetap menjaga ketinggian air kolam seperti yang di kehendaki. Saluran pembuangan sebaiknya di buat melandai kea rah keluarnya air. 

Saluran pembuangan melebar 50 cm ini biasanya 25 cm lebih rendah daripada dasar kolam.

Ini juga:
Teknik Budidaya Ikan Gurame Hemat Biaya

Budidaya Ikan Gurame Modern - Membuat  kandang ayam 

Kandang untuk beternak ayam system longyam di bangun di atas salah satu pematang kolam dengan sebagian berada di atas permukaan air. 


Agar lebih awet, fondasi kandang di buat dari bahan tembok atau semen, seperti membuat fondasi rumah panggung. 

Jika kandang yang di buat untuk beternak ayam dengan system longyam biasanya berupa kandang berbentuk baterai atau kotak kecil (cage) yang di pasang secara berderetdan dapat di buat bertingkat. 

Ukuran kandang 40x20x40 cm. satu cage di isi oleh satu ekor ayam petelur. Bagian lantai biasanya di buat miring kea rah depan (kea rah pintu masuk) sehingga memudahkan proses pengambilan telur. 

Lantai kandang dapat di buat dari bambu atau kayu yang di pasang tidak rapat (renggang) sehingga sisa pakan dan kotoran ayam dapat langsung jatuh ke kolam. 

Jarak  lantai dasar kandang ayam dengan permukaan air kolam berkisar 50-100 cm. 

Jarak antara belahan bambu di atur agar kaki ayam tidak mudah terperosok, tetapi sisa pakan dan kotoran ayam mudah jatuh ke kolam. 

Lebar bambu yang di gunakan sebagai lantai kandang adalah 2 cm. jarak antar –bilah bambu tersebut adalah 2,5 cm. lantai harus di jaga agar tetap bersih sehingga sirkulasi udara berjalan baik. 

Kandang ayam perlu di lengkapi dengan atap. Fungsinya untuk melindungi ayam dari sinar matahari langsung dan guyuran air hujan. 

Atap kandang ayam sebaiknya menggunakan genting yang tahan lama dan memiliki daya refleksi terhadap cahaya matahari. 

Atap dari seng tidak di anjurkan, terutama di dataran rendah karena daya refleksinya rendah. 

Selain itu, seng juga merupakan penghantar panas sehingga dapat sehingga dapat meningkatkan suhu di dalam kandang. 

Suhu kandang yang panas akan menyebabkan ayam kepanasan dan sering haus, sehingga dapat mengganggu kesehatan ayam. 

Pemeliharaan 
Pemeliharaan gurami 
padat tebar benih 

Jumlah benih gurami yang di tebar harus di sesuaikan dengan kapasitas kolam. 

Kepadatan tebar yang tinggi menyebabkan pertumbuhan gurami terhambat, bahkan dapat menyebabkan sakit. 

Sebaliknya, kepadatan tebar yang rendah menyebabkan ikan cepat besar, tetapi produksinya rendah.

Ikan yang di pelihara dengan system longyam biasanya berukuran  1-3 cm, 3-5 cm, atau benih yang berbobot 10-39 gram/ekor. 


Budidaya Ikan Gurame Modern - pemberian pakan 
 
Memberikan pakan pada gurami yang di pelihara dengan system longyam agak berbeda dengan gurami yang di pelihara secara tunggal. Jumlah pakan yang di berikan lebih sedikit, karena gurami sudah memperoleh pakan dari sisa pakan dan kotoran ayam. 


Jika yang di pelihara ayam petelur, pakan gurami tidak perlu di tambah lagi karena pakan ayam yang terbuang cukup banyak dan ayam petelur di pelihara lebih lama di bandingkan dengan ayam pedaging.  

Jika yang di pelihara ayam pedaging, kebutuhan pakan tambahan berupa pelet dan dedaunan setiap harinya perlu di tambah sebanyak 15-50% dari bobot benih. 

Dalam memberikan pakan perlu memerhatikan keadaan suhu air. Suhu air yang rendah menyebabkan nafsu makan gurami berkurang. Bahkan, pada batas suhu air tertentu  gurami tidak mau makan. 

Pada keadaan seperti ini, pemberian pakan sebaiknya tidak terlalu banyak agar tidak tidak banyak pakan yang terbuang. 

Sisa pakan yang tidak di makan akan menumpuk dan membusuk sehingga mencemari air kolam. 

Pemeliharaan ayam 
- Menentukan jenis ayam yang akan di pelihara
- Ayam ras petelur 


Ayam ras petelur dapat di pelihara dengan system longyam. Ayam yang di pelihara sebaiknya sudah siap berproduksi (layer). 


Ayam ras petelur mulai bertelur pada umur 16 minggu. Masa produktifnya sekitar 60 minggu.  

- Ayam ras pedaging
Ayam ras pedaging dapat di panen pada umur enam minggu, tetapi dapat juga di panen saat berumur 5 minggu atau di sesuaikan dengan permintaan konsumen. Pada umur 5-6 minggu, bobot ayam sudah mencapai 1,8-2 kg/ekor.


- Ayam kampong
Ayam kampong tergolong mudah di pelihara. Daya tahan tubuhnya lebih kuat di bandingkan dengan jenis ayam lainnya, sehingga tidak terlalu membutuhkan obat kimia. 


Selain itu, pakannya juga tidak terlalu mahal. Kelebihan lainnya, produknya (daging dan telur) memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi di bandingkan dengan nilai ekonomi ayam ras. 

Memelihara ayam kampong, baik pedagang maupun ayam petelur agak sulit. Pertumbuhan ayam kampong pedagang tergolong lambat. 

Untuk mencapai bobot 1,5 kg saja di butuhkan waktu pemeliharaan 30 minggu, sedangkan ayam beroiler hanya membutuhkan waktu 5-6 minggu.

- Memilih ayam yang sehat
Ayam yang di pelihara harus ayam yang sehat. Ayam yang sehat diperoleh dari anak ayam  (DOC) yang sehat. 


Pilihlah DOC yang memiliki cirri-ciri sebagai berikut:

- Matanya bersih dan bersinar
- Tubuhnya tidak cacat
- Jika jatuh ke lantai dapat berdiri dengan cepat
- Bulunya bersih dan penuh di seluruh badan
- Kloakanya atau anusnya selalu basah
- Perutnya tidak keras, tetapi jik di raba terasa kaku
- Ukuran badannya bongsor
- Paruhnya pendek dan tidak melengkung
- Gerakannya lincah
- Kakinya tampak kuat dan seimbang sehingga dapat berdiri tegap


Sementara itu, cirri-ciri ayam dewasa yang sehat sebagai berikut:

- Kepalanya lebar,halus, bersih, dan bercahaya
- Jenggernya besar dengan warna merah menyala
- Matanya bening
- Tulang pubisnya berjarak tiga jari tangan
- Perutnya halus, penuh, dan elastic.
- Kulit tipis, halus, dan longgar
- Kloaka berbentuk oval, lebar, dan basah dengan  warna pucat
- Badan lebar dan dalam
- Kaki rata, kecil, dan pucat
- Paruhnya pendek
- Jarak ujung tulang berjauhan sekitar empat jari tangan.

Jika ayam yang akan di pelihara berupa ayam kampong petelur, sebaiknya beli bibit ayam yang sudah siap berproduksi. 


Cara ini merupakan langkah yang mudah dan cepat untuk mendatangkan hasil. Namun, jika akan di usahakan pada skala besar, sebaiknya meneteskan telur sendiri sehingga dapat memilih bibit yang bagus. 

Begitu juga jenis ikan ayam yang akan di pelihara berupa ayam kampong pedagang, sebaiknya memelihara dari DOC yang di beli (tidak membibitkan sendiri). 

Namun, membeli DOC ayam kampong pedagang agak sulit karena jarang ada peternak atau pengusaha yang menetaskan telur ayam kampong.    

Budidaya Ikan Gurame Modern - Pemanenan Ikan Gurame


Panen ikan gurame dilakukan setelah masa pemeliharaan 4 – 6 bulan dengan bobot mencapai 300 – 350 gram/ekor.

Pemanenan gurame sebaiknya dilakukan pada pagi hari pukul 05.00 – 08.00 agar ikan tetap segar dan tidak stress.

Pemanenan dilakukan dengan 2 cara, yaitu pemanenan sekaligus dan pemanenan bertahap.

Pemanenan sekaligus dilakukan dengan cara membuang habis air kolam. Pintu pemasukan air ditutup dan pintu pengeluaran air dibuka.
Air di dalam kolam dikeluarkan sampai batas tertentu dan gurame berkumpul di dalam kemalir.


Penangkapan dilakukan menggunakan serokan atau alat sejenis yang tidak menyebabkan badan gurame terluka.

Sementara itu, pemanenan secara bertahap dilakukan dengan mengatur waktu panen sehingga hasil produksi dapat diatur dan direncanakan sesuai dengan kebutuhan.

Ukuran ikan yang dipanen akan seragam sehingga diperoleh penghasilan yang lebih menguntungkan.

Proses pemanenan dilakukan dengan menutup pintu pemasukan air dan membuka pintu pengeluaran air.

Pintu pengeluaran air ditutup ketika air kolam sudah mencapai batas tertentu.

Gurami yang berukuran besar di panen, sedangkan yang kecil di masukkan kembali ke dalam kolam.

Agar kualitas gurami yang di panen tetap baik harus memerhatikan beberapa faktor sebagai berikut.

- Menghentikan pemberian pakan 48 jam sebelum gurami di panen.
Tujuannya untuk memberikan kesempatan agar ikan membersihkan perutnya dan meningkatkan daya hidup.


- Melakukan pemanenan pada saat cuaca masih sejuk. Jika pemanenan dilakukan sekaligus, air harus diturunkan pada malam hari sebelum panen, sehingga gurami dapat di panen pada pagi hari
sebelum suhu air mencapai 28 derajat c.


- Merencanakan pemanenan dengan baik. Semua kebutuhan untuk pengangkutan harus di siapkan, seperti batu es, keranjang angkut (kreneng), dan berbagai alat lainnya. 

2. pemanenan ayam atau telur ayam

Ayam broilerbaru dapat dipanen setelah berumur 7-8 minggu. 


Umur panen ini kadang-kadang tidak dapat dijadikan patokan karena pemanenan dapat di sesuaikan dengan permintaan pasar. 

Kadang-kadang, ayam yang berumur 5-6 bulan sudah di panen. Jika yang dipelihara ayam ras petelur, bagian yang di panen adalah telurnya. 

Ayam ras petelur umumnya bertelur pada pagi hingga tengah hari. Telur ayam yang baru keluar harus segera di ambil agar kulitnya tidak kotor.
 

Kulit telur yang kotor akan menyebabkan isi telur cepat membusuk. Pengambilan telur sebaiknya dilakukan 3-4 kali setiap hari.
 

Pengambilan telur harus dilakukan secara hati-hati karena telur bersifat mudah retak.

Telur ayam yang akan di jual sebaiknya di tempatkan di dalam egg tray agar selama perjalanan posisiya tidak berubah.
 


Jika pengangkutan telur menggunakan peti kayu sebaiknya di alasi atau di campur dengan sekam padi agar telur terhindar dari gesekan. 

Baca juga yuk,.
Budidaya Gurame Kolam Terpal yang Menguntungkan
Umpan Ikan Gurame Liar, Kolam Harian dan Malam Hari 


Itulah beberapa gambaran cara budidaya ikan gurame modern dengan sirkulasi air kolam tanpa listrik yang bercampur dengan ikan konsumsi lainnya. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Sumber: Petani
loading...
Disqus Comments