October 31, 2016

Budidaya Kutu Air Dengan Sayur Kol, Susu, dan Tanpa Starter

Budidaya Kutu Air Dengan Sayur Kol, Susu, dan Tanpa Starter Infoikan.com Cara budidaya kutu air dengan kol ini sangat mudah sekaligus efektif untuk cara membuat kutu air datang sendiri dengan cepat dan jumlah banyak. 

Kutu air ini jenis makanan alami burayak ikan hias air tawar seperti ikan molly, ikan cupang, ikan guppy, benih ikan lele, gurame, nila, dan lainnya. Karena jenis kutu air ini sangat memberikan perhatian untuk jenis ikan pemeliharaan sobat sebagai makanan yang sangat segar.


Budidaya Kutu Air Dengan Sayur Kol, Susu, dan Tanpa Starter

Cara Budidaya Kutu Air Yang Efektif Dengan Sayur Kol, Susu, dan Tanpa Starter

Cara budidaya kutu air, Daphina , dan Moina sebagai pakan burayak banih ikan, jenis ikan hias air tawar seperti ikan cupang, ikan guppy. Sekitar 66% kandungan protein yang ada dalam tubuh kutu air air. Untuk ikan yang masih dalam masa pertumbuhan, sangat cocok di kasih makan berupa kutu air, daphnia, dan moina ini. 

Daphina dan dan moina ini merupakan jenis kutu air yang mudah sekali menemukan bibitnya serta dalam budidayanya. Keduanya tersebut merupakan masih dalam kategori udang renik dari family arthopoda, kelas crustacea dan ordo caldocera. 
Baca juga: Cara Membuat Kutu Air dengan Kol dan Tanpa Bibit

Budidaya Kutu Air Dengan Sayur Kol, Susu, dan Tanpa Starter



Budidaya Kutu Air Tanpa Aerator
Untuk hal ini sobat hanya menyediakan tempat yang cukup dikasi sejenis daun tanaman yang bisa mendatangkan kutu air dengan banyak. Hal ini tidak membutuhkan jenis perlengkapan aquarium seperti aerator. Cukup menunggu yang sudah sobat sedikan tadi saja, maka dalam waktu beberapa minggu sudah ada hasilnya.

Begitu juga dengan cara membuat kutu air datang, yang dasar pembuatannya seperti budidaya kutu air dengan sayur kol. Berbeda jika budidaya kutu air dengan susu, yang merupakan harus dengan cara dan tekhnik sendiri.  
 
Jenis daphnia Untuk Budidaya Kutu Air Dengan Sayur Kol, Susu, dan Tanpa Starter
Baca juga: Makanan Alternatif Ikan Cupang yang Baik Untuk Pertumbuhan

Budidaya Kutu Air Dengan Sayur Kol, Susu, dan Tanpa Starter
 
Daphnia magna (Gambar: PLOS Biology)
Jenis daphnia ini biasanya bergerombol di permukaan air yang berbentuk seperti bintik bintik merah hitam. Panjang ukuran tubuhnya biasanya hanya sekitar 1-5 mm saja, dengan memiliki warna cekelat kemerahan, pada bagian kepalanya terdapat bentuk seperti antenna sedangkan pada bagian ekornya berbentuk melancip. 


Jika sobat tak ingin budidaya, bisa menemukannya di Danau, rawa, waduk, kolam , dan sungai. Pada suhu air 26-30oC dengan pH 6,5-7,5 jenis daphnia ini banyak ditemukan. Dengan berkembang secara seksual maupun eseksual Dhapina ini berkembang biak menjadi banyak. 

Daphnia bisa berkembang biak secara seksual maupun aseksual. Dalam perkembanganbiakan seksual, daphnia jantan dan betina melakukan perkawinan dan menghasilkan anak. Sedangkan pada perkembangbiakan aseksual, moina akan menghasilkan telur yang bisa menetas tanpa perlu dibuahi. 

Sekitar 34 hari biasanya dhapina ini hidup berputar bersiklus melahirkan anakan setiap hari yaitu dengan jumlah kisaran 39 ekor. Akan tetapi jenis dhapina yang lain seperti magma, bisa bertelur dan beranak sampai 100 ekor per hari.
 

Jenis Kutu Air Moina Untuk Budidaya Kutu Air Dengan Sayur Kol, Susu, dan Tanpa Starter

Baca juga:Makanan Ikan Cupang Terbaik bagi Pertumbuhan dan Bernutrisi
 
Budidaya Kutu Air Dengan Sayur Kol, Susu, dan Tanpa Starter

Moina (Gambar: UNH Center for Freshwater Biology)
Sobat dapat mengetahui jenis dhapina ini dengan mempunyai ciri-ciri atau tanda pada bagian seluruh tubuhnya yang berwarna cokelat kemerahan, mempunyai panjang tubuh hanya 0,9-1,8 mm saja. Sedangkan Moina ini juga memiliki rambut pada bagian perutnya yang berjumlah hanya sekitar 10 biji yang disebut getar atau silia. Pada bagian punggungnya ada tumbuh rambut yang kasar. 


Mungkin jika sobat mencari jenis Koloni ini di alam bebas akan terasa kesulitan, karena hidupnya juga bercampur dengan Moina, dan juga akan sulit untuk membedakan. Untuk lebih mudahnya, ambil saja semuanya dan jadikan makanan ikan hias cupang maupun guppy dan jenis ikan hias lainnya. 

Seperti jenis Dhapina lainnya dengan Suhu perairan ideal bagi pertumbuhan moina berkisar 24-30oC dengan pH 6,5-7,5, Moina ini bisa sobat dapatkan di sekitar sungai-sungai, perairan air tawar, danau, rawa-rawa, waduk, dan kolam. Moina dapat ditemukan di seluruh perairan air tawar seperti danau, rawa, waduk dan kolam. 

Untuk perkembangannya juga sama seperti jenis Dhapina lainnya, yaitu dengan seksual dan eseksual. Akan tetapi yang membedakannya yaitu pada siklus perputaran kelahiran keturunannya sangat pendek. Yaitu hanya sekitar 13 hari saja dengan reproduksi sekitar 32 ekor per hari.

Cara Budidaya kutu air Dengan Sayur Kol, Susu, dan Tanpa Starter

Dengan kesamaan karakteristik makanan kutu air seperti, habitat hidupnya, jenis makanan, dan perkembangbiakannya juga sama persis, Budidaya kutu air ini Dhapina dan Moina sangatlah mudah. Sobat bisa mendapatkannya secara gratis bibit Dhapina dan Moina ini pada Balai Benih Ikan Air Tawar (BBAT). Selain itu juga dicari di perairan seperti danau, kolam, waduk, sawah atau parit.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Kutu air biasanya bergerombol mengambang di permukaan air. Warnanya coklat kemerahan. Untuk mengambilnya gunakan jaring halus (plankton net). Daphnia dan monia bisa dikembangbiakan dalam berbagai media, seperti wadah fiber atau kolam. Yang mudah dan simple biasanya menggunakan wadah bekas kulkas yang sudah tidak dipakai lagi.

Jika sobat mempunayi lahan yang luas serta terdapat budidaya jenis ikan hias air tawar yang di gunakan untuk bsinis ikan hias yang bisa menghasilkan jutaan, lebih pakai jenis budidaya kutu air ini seperti kolam yang terbuat dari adukan semen dan pasir. 

Mengapa hanya budidaya kutu air menggunakan tempat yang besar itu? Tak lain karena untuk memudahkan dalam perawatannya. Untuk menetralkan PH air, usahakan untuk melakukan pengapuran dulu pada dasar kolam atau tempat lain, yang berfungsi menetralkan PH tanah serta menekan organisme patagon. Lebih jelasnya lanjutkan baca berikut :
Baca juga: Makanan Terbaik Ikan Cupang dan Bernutrisi Tinggi

Budidaya Kutu Air

  • Keringkan kolam yang sudah selesai tadi sekitar 2-3 hari saja, sekaligus bisa lakukan pengapuran tanah 1-2 kg/m2, itu merupkan dosis yang ideal.
  • Dhapina dan Moina juga harus makan, maka dari itu tambahkan pula pupuk pada dasaran kolam untuk menumbuhkan plankton seperti, kotoran ayam atau pupuk kandang lainnya dengan dosis yang cukup yaitu 2 kg/m2 dan biarkan selama 3-5 hari saja.
  • Dengan ketinggian air 30 cm, kolam tersebut bisa sobat isi air dan bisa membiarkannya selama sekitar 2-4 hari. Tunggu air kolam berunah menjadi cokelat kehijauan. Yang mana aka nada hasil plankton dan jenis tumbuhan renik tumbuh kelihatan. Setelah semua siap, sobat bisa menambahi air kolam tersebut dengan ketinggian 50-60 cm. 
  • Selanjutnya Dhapina dan Moina yang tadi sudah disediakan bisa langsung di sebar di atas kolam yang sudah siap. Sobat bisa menunggu hasilnya kira-kira dalam masa satu minggu saja sudah kelihatan warna kemerahan di atas permukaan air. Yang menandakan kalau budidaya kutu air sobat telah berkembang. 
  • Lankah selanjutnya, sobat tinggal menunggu 7-11 hari saja, maka bisa merasakan hasilnya dengan memanen kutu air berupa Dhapina dan Moina ini. Dengan jarring yang lembut dan halus biasanya parapembudidaya mengambilnya. 
  • Langkah terakhirnya, cuci dulu kutu air ini sebelum di kasihkan pada ikan hias sobat. 

Cukup mudah bukan Budidaya Kutu Air Dengan Sayur Kol, Susu, dan Tanpa Starter ini, semoga bermanfaat dan bisa menambahkan wawasan serta pengetahuan kita untuk masa berikutnya dalam hal budidaya memperbanyak kutu air datang ini. 

Baca juga:
Jenis Ikan Hias Air Tawar Terlengkap yang Mudah Dipelihara

Sumber:
1. Yusuf Bachtiar. 2003. Menghasilkan pakan alami ikan hias. Agromedia
2. FAO. http://www.fao.org/docrep/003/w3732e/w3732e0x.htm
3. UNH Center for Freshwater Biology. http://cfb.unh.edu/cfbkey/html/Organisms/CCladocera/FDaphnidae/GDaphnia/Daphnia_magna/daphniamagna.html
4. PLOS Biology. http://www.plosbiology.org/article/info:doi/10.1371/journal.pbio.0030253