Skip to main content

Spesifikasi Morfologi Ikan Badut (Cryptocaryon Irritans)

Spesifikasi Morfologi Ikan Badut Infoikan.Com Ikan badut atau biasa disebut ikan nemo merupakan salah satu komoditas unggulan ikan hias air laut yang hidup di perairan  terumbu karang yang bersimbiosis dengan anemo dan memiliki nilai yang ekonomis yang tinggi.

Ikan badut merupakan jenis ikan hias air laut tropis dari family pomacentridae yang hidup di terumbu karang dan terlindungi hingga kedalaman 15 m.

Ikan badut memiliki bentuk dan corak warna yang menarik yaitu berwarna orange, belang putih di bagian kepala badan dan pangkal ekor, dan adanya siluit hitam di bagian atas tubuhnya, serta cocok untuk pengisi akuarium khusus ikan maupun akuarium terumbu karang.

Spesies terbesar tumbuh mencapai panjang 18 cm, sedangkan terkecil hingga 10 cm. di jepang, ikan badut di kenal dengan nama kakure-kumanomi, di rusia di sebut obyknovennayarybka-kloun, dan di Denmark di sebut klovnfi sk.

Spesifikasi Morfologi Ikan Badut

Spesifikasi Morfologi Ikan Badut

Ikan badut berwarna orange cerah, dengan tiga garis putih pada tubuhnya. Tiga garis putih pada ikan badut terdapat pada bagian kepala, tengah badan, dan pangkal ekor.

Ikan ini, memiliki sebaran 6 warna hitam pekat dan pola garis putih di bagian perut lebih tajam.

Selain itu, ikan badut memiliki jari-jari keras sebanyak 10 buah dan jari-jari lunak pada sirip punggungnya sebanyak 17 buah, dengan panjang jari-jari sirip yang berbeda.


Spesifikasi Morfologi Ikan Badut  - SPESIES IKAN BADUT
  1. AMPHIPRION CHRYSOPTARUS
  2. Amphiprion perideraion
  3. Amphiprion clarkia
  4. Amphiprion polymnus
  5. Amphiprion ephippium
  6. Amphiprion rubrocintus
  7. Amphiprion frenatus
  8. Amphiprion sandraracinos
  9. Amphiprion fuscocaudatus
  10. Amphiprion sebae
  11. Amphiprion latezonatus
  12. Amphiprion thiellei
  13. Amphiprion latifasciatus
  14. Amphiprion tricinctus
  15. Amphiprion akallopisos
  16. Amphiprion mccullochi
  17. Amphiprion akindynos
  18. Amphiprion melanopus
  19. Amphiprion allardi
  20. Amphiprion nigrisep
  21. Amphiprion bicinctus
  22. Amphiprion ocellaris
  23. Amphiprion chagosensi
  24. Amphiprion omanensis
  25. Amphiprion chrysogaster
  26. Amphiprion percula
  27. Amphiprion percula
  28. Amphiprion leukokranos
  29. Premnas biaculetus
Spesifikasi Morfologi Ikan Badut  - Morfologi Ikan Badut
Spesifikasi Morfologi Ikan Badut


Ikan badut memiliki ciri warna tubuh hitam, merah, orange cerah, ukuran mungil, gerakan lincah, dan termasuk ikan jinak. Ada tiga garis putih pada bagian kepala, tengah-tengah badan dan pangkal ekor.

Garis putih di bagian badan mempunyai corak yang berbeda dengan dua garis putih lainnya.

Selain itu, pada sisi luar garis di hiasi siluet hitam, sisik relative besar dengan sirip dorsal yang unik.

Ukuran tubuh ikan badut menapai 10-15 cm. berwarna cerah, tubuh lebar, dan dilengkapi dengan mulut yang kecil. Sisiknya relative besar dengan sirip dorsal yang unik.

Pola warna pada ikan ini sering di jadikan dasar dalam proses identifikasi mereka, di samping bentuk gigi, kepala dan bentuk tubuh. Variasi warna dapat terjadi pada spesies yang sama khususnya berkenaan dengan lokasi sebarannya.

Sebagai contoh A clarkia merupakan spesies yang mempunyai penyebaran paling luas, sehingga spesies ini merupakan variasi warna yang paling banyak di bandingkan dengan spesies ikan badut lainnya.

Pola warna ikan badut sering di jadikan dasar pada pola proses identifikasi, di samping bentuk gigi, kepala dan bentuk tubuh.

Ciri khas yang paling menarik dari ikan badut adalah badannya yang di hiasi warna-warna cemerlang sesuai dengan tempat hidupnya, yaitu cabang-cabang karang atau anemo laut.

Baca juga:
Jenis Penyakit Ikan Badut dan Cara Pengobatannya

Jenis Parasit Ikan Badut di Terumbu Karang

Meskipun pada cabang-cabang anemo laut terdapat kapsul-kapsul beracun yang dapat membuat ikan lain yang menyentuhnya terluka atau mati, akan tetapi ikan badut tidak pernah terluka oleh anemo laut, bahkan bersembunyi balik cabang-abang tersebut.

Ikan badut dapat bertahan beberapa saat terdapat sengatan tentakal sebelum lumpuh dengan cara menggosok-gosokkan  badannya secara epat pada tentakel dan melumuri seluruh tubuhnya dengan lender anti ssengat tentakel.

Dalam waktu satu jam seekor ikan badut akan bisa menyelimuti seluruh tubunya dengan lender anti sengat tersebut. Ikan badut segera kehilangan kekebalannya bila di pisahkan dengan anemone selama beberapa jam.

Untuk menjadi kebal kembali perlu beradaptasi dan memerlukan waktu seperti di sebutkan diatas. Setiap jenis ikan badut memiliki kriteria dala memilih anemone.

Tentakel anemone dilapisi oleh lender yang memiliki kandungan tertentu untuk melindunginya dari sengatan kentakel yang lain atau tersengat oleh tentakel sendiri.

Lender inilah yang di manfaatkan oleh ikan badut untuk melindungi badannya dari sengatan tentakel anemone. Anemone yang boasa menjdi inang badut, antara lain.
  • Buble tip anemone
  • Magnificent sea anemone
  • Giant carpet anemone
  • Saddle carpet anemone
  • Marten’s carpet sea anemone
  • Sebae anemone
Spesifikasi Morfologi Ikan Badut  - MEMBEDAKAN IKAN BADUT BETINA dan JANTAN
Spesifikasi Morfologi Ikan Badut


Badut biasahidup berkelompok dalam suatu rumpun anemon lautt, hubungan simbiosis yang di buat antara badut dengan anemone laut adalah saling menguntungkan.

Di dalam kelompok ikan badut, ada satu badut yang paling besar dan berjenis kelamin betina. Sedangkan yang lain anggota kelompok tersebut adalah jantan.

Ikan badut betina adalah ratu sekaligus penguasa di koloni tersebut. Ikan badut merupakan hewan hermaprodit atau bisa berganti jenis kelamin.

Saat ikan badut betina mati, maka otomatis ikan badut jantan yan paling besar akan berubah kelamin dari ikan badut jantan menjadi ikan badut betina.

Spesifikasi Morfologi Ikan Badut  - DAERAH PENYEBARAN Ikan Badut/Ikan Nemo
Spesifikasi Morfologi Ikan Badut


Ikan badut di ketahui mempunyai daerah penyebaran relative luas, terutama sekitar indo pasifik. Jenis ikan badut yang paling banyak di temukan adalah premnas biaculeatus dan amphiprio melanopus.

Sedangkan anemone laut yang paling banyak di gunakan sebagai rumah dan tempat perlindungan adalah jenis entacmaequadricolor dan heteractis crispadan.

Kehadiran ikan badut pada anemo dapat melindunginya dari agresivitas beberapa jenis ikan seperti ikan kupu-kupu. Variasi warna dapat terjadi pada spesies yang sama khususnya yang berhubungan lokasi hidupnya.

Ikan badut akan menemukan rumahnya kembali setelah tersesat di lautan lepas selama berhari-hari. Hal ini terlihat dari perlakuan anak-anak ikan badut yang dapat kembali kawasan karang tempat para induknya tinggal.

Saat ikan badut tersapu ke perairan terbuka di perlihatkan kemampuan yang luasr biasa seperti berenang dengan cekatan, mencium, melihat dengan baik dan menggunakan semua indranya. Rata-rata menghabiskan waktu 11 hari untuk berenang kembali ke karangnya.

Spesifikasi Morfologi Ikan Badut  - REPRODUKSI IKAN BADUT atau Ikan Nemo
Spesifikasi Morfologi Ikan Badut


Ikan badut hidup dalam berkelompok dalam satu anemo yang terdiri atas pasangan induk, beberapa ikan jantan muda, dan beberapa anakan yang juga berkelamin jantan.

Ketika betinanya mati, ikan jantan dominan akan berubah kelamin menjadi betina dan akan mencari pasangan jantan. Strategi ini di kenal sebagai sequential hermaphroditism.

Berbeda dengan makhluk hidup pada umumnya, perilaku kawin ikan badut menunjukkan sifat kebalikan dari makhluk hidup lain.

Jika makhluk lain memerlukan beberapa betina untuk satu jantan, maka ikan badut justru memerlukan beberapa jantan untuk satu betina dalam satu koloni anemon.

Ikan badut memiliki transgender, semua ikan badut berjenis kelamin jantan ketika mereka lahir. Setelah mereka dewasa, individu dominan akan berubah menjadi betina.

Betina biasanya berukuran lebih besar daripada jantan dan akan menjadi pemimpin utama dari wilayah mereka. Adapun siklus hidupnya adalah hidup dalam kelompok kecil dalam satu anemo yang terdiri dari pasangan induk.

Jika si betina hialng atau mati, maka ikan badut jantan dewasa secara biologi akan berganti kelamin menjadi betina pergantian kelamin ini akan belangsung selama 2 minggu atau lebih.

Dan jantan terbesar dan tertua yang ada dikolam tersebut akan menjadi pasangannya.

Strategi ini di tenggarai bisa mempertahankan kelanjutan keberadaan spesies ikan badut. Sebab si jantan yang di tinggal mati betinanya tidak perlu mencari betina lain jauh-jauh.

Hal ini karena di alam ikan badut tidak dapat meninggalkan anemonnya lebih dapat beberapa meter saja hanya untuk mencari betina lain karena selalu diinar pemangsa.

Ikan badut bisa bertelur hingga 300-700 butir. Telur diletakkan pada batu-batu bawah mantel anemone. Telur ini akan di jaga oleh badut jantan sampai menetas.

Telur pada umumnya akan menetas sesudah enam atau tujuh hari. Bayi ikan badut selanjutnya akan menjadi plankton dan terbawa arus laut.

Sesudah 15 hari ikan terapung- apung, makan dan tumbuh, bayi ikan badut akan berkembang menjadi badut muda dan siap-siap mencari anemone sebagai rumahnya.

Ikan badut bertelur di setiap permukaan datar dekat dengan anemone laut yang menjadi inangnya. Di alam liar, ikan badut bertelur sekitar waktu bulan purnama.

Tergantung kepada jenis ikan badut itu sendiri, ikan badut dapat menelurkan ratusan bahkan hingga ribuan telur.

Perawatan sebuah sarang sebagian besar dilakukan oleh ikan badut jantan, meskipun betinanya juga bisa mengambil gilirannya.

Induk jantan menjaga telur hingga menetas sekitar 6 sampai 10 hari kemudian. Telur biasanya akan menetas 2 jam setelah senja.

Telur hingga mencapai jvenil masih dalam keadaan menempel di terumbu karang yang relative datar.

Saat musim pemijahan, telur diletakkan pada permukaan relative datar dekat anemone mereka. Kedua induk menjaga telur dan mengipasi telur mereka dengan air segar selama 6 sampai 10 hari.

Biasanya penelitian terjadi saat malam hari, kurang lebih 2 jam setelah matahari terbenam. Setelah menetas, bayi ikan badut akan naik ke permukaan dan hidup dengan memakan plankton.

Setelah cukup besar, anakan ikan badut akan turun dari permukaan dan mencari anemone inang yang sesuai. Di anemone inang mereka akan mengikuti tahapan hierarki yang ada.

Setelah tumbuh dari anakan menjadi remaja yang belum matang secara seksual, ikan badut akan masuk ke tahap berikut. Yaitu mengembangkan alat reproduksi jantan matang sebagai pasangan betina dominan.

Spesifikasi Morfologi Ikan Badut  - MAKANAN IKAN BADUT
Spesifikasi Morfologi Ikan Badut


Ikan badut merupakan ikan omnivore. Jadi, selain invertebrate kecil, alga juga diketahui memenuhi 20-25% kebutuhan nutrisinya. Ikan badut sering kali hidup di antara anemone yaitu anemone dan ikan badut biasa di sebut dengan simbiosis mutualisme.

Anemone akan melindungi ikan badut dan ikan badut akan menangkal ikan kupu-kupu yang sering memakan anemone.

Ikan badut akan memakan invertebrate kecil yang melekat di tentakel anemone yang membahayakan anemone dan membantu membersihkan anemone dari kotoran seperti pasir dan sebagainya.

Di sisi lain, kotoran dari ikan badut memberikan nutrisi untuk anemone.

Anemone memiliki sengatan beracun yang hanya dapat di tahan oleh ikan badut.

Mekanisme tersebut dapat ditahan oleh ikan badut. Mekanisme tersebut dapat terjadi karena lapisan lender pada ikan badut.

Hal ini akan menjadikan anemone tidak mengenali ikan badut sebagai musuh sehingga anemone tidak menyengat ikan badut.

Ikan badut akan membela mati-matian anemone sebagai tempat tinggalnya, ikan badut tidak pernah menyimpang lebih jauh dari 30 cm/lebih dri inang ny seumur hidup mereka.

Spesifikasi Morfologi Ikan Badut - MANFAAT IKAN BADUT atau Ikan Nemo
Spesifikasi Morfologi Ikan Badut


Ikan badut adalah ikan hias, tidak bisa di konsumsi karena ukurannya yang kecil. Ikan badut biasanya dipelihara di dalam akuarium. Salah satu manfaat memelihara ikan hias adalah menenangkan pikiran setelah menjalani rutinitas kerja atau aktivitas yang menguras tenaga pikiran.

Biasanya, para pemelihara ikan hias memasang ketenangan setelah memandang kecantikan ikan-ikan itu. Ikan badut berdampak positif bagi dunia ekonomi.

Hal ini karena ikan badut popular dalam perdagangan akuarium dan merupakan anggota penting dalam ekosistem di mana mereka hidup.

Mereka berkontribusi dalam kepentingan ekosistem terumbu karang, sehingga menarik pariwisata.
loading...
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar