Ikan Arwana, Sejarah, Klasifikasi, Morfologi, dan Karakternya

- 4:07:00 AM
Ikan Arwana infoikan.com Sudah tahu harga ikan arwana anakan? Atau ingin tahu ikan arwana super red termahal?

Arwana adalah ikan hias yang memiliki sosok tubuh pipih memanjang sisi indah yang berkilauan. Ikan ini tampak begitu anggun memesona saat di perairan, begitu tenang, kalem, dan berwibawa. 

Tak heran jika sosok arwana yang memiliki julukan si kayangan ini bisa membuat jatuh hati saat memandangnya. 

Beberapa jenis ikan hias yang sangat mirip dan masih satu kerabat dengan arwana brasil. 

Ikan - ikan ini memiliki nama antara lain ikan kayangan, ikan naga, silok, kaleso, kalikasi, peyang, tengkuso, dan tangkaleso. 

Ikan arwana asli indonesia ini termasuk genus scleropages. 

Ikan Arwana

Ikan Arwana

Sejarah, Klasifikasi, Morfologi, dan Karakternya

Baca juga:

Sejarah ikan arwana 

Ikan Arwana

Arwana mulai di kenal oleh dua ilmuan jerman yang bernama muller dan schlegel pada tahun 1845. 

Keduanya mengenalkan arwana dengan nama latin osteoglossum formosum. 

Di indonesi, awalnya arwana tidak dikenal sebagai ikan hias komersial. Di beberapa daerah, seperti pontianak, banjar masin, riau, dan jambi, ikan ini banyak di buru masyarakat untuk ikan konsumsi yang lezat. 

Setelah dekade 1980 an, arwana perlu dikenal masyarakat sebagai ikan hias berkelas dengan harga relatif mahal. 

Sejak itu pula, arwana mulai marak di buru orang untuk diperjual belikan sebagai komoditas ikan hias komersial. 

Keindahan arwana-arwana asli indonesia  ini kemudian mulai tersohor keberbagai manca negara. 

Pada tahun 1975, perlindungan terhadap arwana ini semakin kuat dengan di masukannya ke dalam konvensiinternasionaln yang mengatur perdagangan flora dan fauna langka. 
Ikan Arwana


Klarifikasi Ikan Arwana 

Filum        : cordatta
Subfilum   : vertebrata
Kelas         : pisces
Subklas    : teleostei
Ordo         :  malacoperigii
Famili        : osteoglossidae
Genus:
1. Osteoglossum spesie; osteoglossum, bicirrhosum, dan osteoglossum, ferreirai, 

2. scleropages, spesie; scloropages, formosus, scleropages, guntheri, scleropages, lechardti, dan scleropages, jardini,

3. arapaima spesies; arrapaima gigas/piracucu/paiche. 

4. clupisudis spesies; clupisudis niloticus /herotus nilotic
Ikan Arwana


Mortofologi Ikan arwana

1. Badan dan kepala agak padat. Tubuh pipi dan punggung dari moncong hingga sirip punggung agak datar. 

2. Letak sirip punggung berdekatan dengan sirip ekor. 

3. Sirip anus lebih panjang di bandingkan dengan punggung. Panjang anus ini hampir mencapai sirip perut.

4. Moncong atau mulut ke atas dilengkapi sepasang sungut. Dua buah sungut tampak mencuat dari bawah bibir/dagu. 

Sungut ini berfungsi sebagai sensor getaran untuk mengetahui posisi mangsa di permukaan. Para akuaris memasukkan ke dalam kriteria penilaian keindahan arwana yang bersangkutan.
Ikan Arwana


5. Mulut arwana berukuran lebar yang cukup kokoh.
6. Gigi arwana berjumlah 15 buah-17 buah
7. Garis lateral atau gurat sisi di samping kiri dan kanan tubuh arwana panjangnya sampai 20 - 24 cm
8. Panjang tubuh arwana dewasa bisa sampai 30-80 cm
9. Sisik arwana berbentuk bulat, besar, dan permukaannya mengkilat
10. Warna sisiknya sangat bervariasi. Biasanya warna sisik ini di jadikan patokan untuk memberi nama suatu jenis arwana. 

Warna sisik arwana ini antara lain hijau, perak, merah, hingga merah keemasan. 
Ikan Arwana


Karakter Ikan Arwana

Habitat Ikan Arwana

Habitat alami arwana berupa sungai-sungai yang berangsur lambat, rawa-rawa, dan danau dangkal dengan kedalaman 2 - 3 m. 

Habitat seperti ini bisa jadi menyebabkan pembawaan arwana begitu tenang dan kalem, meskipun tidak jarang tampak agresif. 

Dasar perairan tempat hidup arwana di alam umumnya berlumpur dan terdapat tanaman air. 
Perairan ini biasanya agak asam karena memiliki ph 4,5-5. 

Karenanya, tidak berlebihan jika ikan sungai ini cukup tahan terhadap serangan penyakit. 
Ikan Arwana


Meskipun demikian arwana cukup sensitif terhadap perubahan kualitas air, terutama terhadap peningkatan amonia dalam air.

Arwana lebih banyak beraktifitas di dalam hari dibandingkan siang hari ikan ini sering muncul di permukaan air secara berkelompok. 

Para pemburu arwana biasanya memanfaatkan kebiasaan ini untuk melakukan penagkapan pada malam hari menggunakan senter atau alat lainnya. 

Matanya akan tampak bercahaya saat tertimpa cahaya senter di kegelapan alam. 

Hal ini memudahkan para pemburu untuk menangkapnya. 

Arwana kadang - kadang muncul ke permukaan di siang hari. Hanya, hal ini biasa musim kemarau tiba. Pada musim kemarau, ikan ini akan sering berenang di tepi perairan. 
Ikan Arwana


Makanan Ikan Arwana

Oleh para ilmuan, arwana juga di golongkan ikan bonytongue. Hal ini di sebabkan bagian dasar mulutnya berupa tulang yang berfungsi sebagai gigi, dalam menacari pakan, arwana termasuk tipe ikan surface - feeder, yakni mencari pakan dipermukaan pakan dipermukaan air. 

Hal ini dapat di lihat bentuk mulutnyamendongak ke atas, seolah - olah siap melahap setiap mangsa di permukaan air. 

Karena itu, di alam, ikan predator ini gemar mendekati permukaan air untuk berburu mangsa. 

Binatang yang kerap menjadi mangsa arwana antara lain ikan-ikan kecil, anak ular, serangga, dan binatang kecil yang lain yang hidup atau menempel di tanaman air.

Ikan arwana sudah di anggap dewasa jika bobotnya telah mencapai sekitar 2 kg atau setelah berumur 2 - 2,5 tahun. 

Setelah halnya makhluk hidup lainnya, setelah dewasa arwana akan melanjutkan keturunan dan berkembang biak. 
Ikan Arwana


Ikan Arwana - Berkembang Biak 

Arwana berkembang biak dengan cara bertelur. Umumnya, induk arwana mampu menghasilkan 20-55 butir dalam sekali memijah. 

Telur – telur arwana ini berukuran cukup besar dengan diameter 1,3 – 1,6 cm. Setelah di buahi, telur-telur dierami didalam mulut arwana jantan. 

Karenanya,ikan ini juga di juluki mouth breeder karena mengerami telur dalam mulut. Sementara itu, induk betina bertugas menjaga arwana jantan agar aman dari gangguan lingkungan sekitar. 

Terutama dari arwana - arwana lainnya. Dalam mengerami telur – telur tersebut, arwana jantan membutuhkan waktu 1 – 2 bulan. 

Telur - telur ini biasanya akan menetas pada awal musim hujan, sering dengan naiknya permukaan air danau atau rawa-rawa.

Tubuh induk ikan arwana jantan yang sedang mengerami telur tampak kurus karena tidak makan dan mulutnya tampak lebih besar karena rahang bagian bawahnya mengembung. 

Telur yang menetas menjadi larva atau burayak. Larva ini belum membutuhkan pasokan pakan dari lingkungannya. 

Pasalnya, di tubuhnya masih terdapat kantung tempat menyimpan  cadangan pakan. 

Kantung ini berupa kuning telur yang menempel dipeerutnya. Larva - larva ini akan berada di dalam mulut induk arwana jantan hingga cadangan pakan didalam akan habis setelah  35 - 45 hari. 
Ikan Arwana


Cara Merawat Ikan Arwana 

Selanjutnya, larva membutuhkan pasokan pakan dari lingkungannya. Larva-larva tersebut akan keluar dari mulut induk jantan dan cadangan pakan di tubuh  larva habis. 

Saat itu, larva sudah dapat berenang. Pada fase ini, ukuran tubuh larva telah mencapai 5 - 7 cm. 

Warna dan bentuk merupakan daya tarik utama ikan arwana. Agar dapat dapat di nikmati keindahannya, ikan ini di pelihara di akuarium. 

Akuarium tempat pemeliharaan arwana hendaknya di lengkapi penutup. Pasalnya, arwana juga tergolong ikan peloncat. 
Ikan Arwana


Didalam, arwana kerap lompat di dalam air. Lompatan ini dilakukan untuk menangkap serangga yang bertengger di ranting-ranting di habitatnya. 

Padahal, ketinggian ranting-ranting ini bisa mencapai 1 – 2 meter dri permukaan air. Didalam akuarium, tubuh arwana bisa mencapai sekitar 60 cm.


Sementara itu, di habitat aslinya panjang tubuh arwana bisa mencapai 90 lebih. Bahkan arwana jenis arapaima gigas bisa mencapai 4 – 6 m.

Nah, selesai sudah kali ini penjelasan singkat mengenai ikan arwana dimulai dari sejarah, klasifikasi, morfologi, dan karakternya yang diambil sumber berasal dari alam.
iklan disini akhir artikel...


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search